Latest Post


Oleh Ainul Mizan al Lamunjaniy

Alloh SWT telah memberikan rohmat yang besar kepada alam semesta ini. Diutusnya Rasulullah Muhammad SAW dengan membawa risalah Islam menjadi rahmat bagi alam semesta. Allah SWT menegaskan dalam firmanNya:
وما ارسلناك الا رحمة للعالمين
Artinya, Tidaklah Kami mengutus kau (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi alam semesta.

Tentunya sebagai umatnya, kita layak untuk mencintai Nabi Muhammad SAW.

Bahkan wajib hukumnya bagi umat Islam untuk mencintai Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadits dari Anas bin Malik ra, Rasulullah SAW bersabda:

لا يؤمن احدكم حتى اكون احب اليه من والده وولده والناس اجمعين
Artinya, tidaklah beriman salah seorang di antara kalian hingga aku lebih dicintainya daripada orang tuanya, anaknya dan seluruh manusia. 

Orang mencintai sesuatu tentunya akan terlihat tanda – tandanya. Begitu pula ketika kita mencintai Allah SWT, akan bisa diketahui dari tanda – tandanya. Tanda pertama adalah tatkala disebut nama Allah SWT, maka bergetarlah hatinya. Lebih lanjut Allah SWT menjelaskannya di dalam firmanNya berikut ini. 

 انما المؤمنون الذين اذا ذكر الله وجلت قلوبهم واذا تليت عليهم اياته زادتهم ايمانا وعلى ربهم يتوكلون 
Artinya, Sesungguhnya orang yang mukmin adalah orang – orang yang apabila disebut nama Allah bergetarlah hartinya, apabila dibacakan padanya ayat – ayat Alloh maka bertambahlah imannya, dan kepada Allah, mereka bertawakkal (TQS AL Anfal ayat 2).

Begitu pula ketika kita mencintai Nabi Muhammad SAW. Kita akan banyak menyebut nama beliau SAW. Kita akan banyak membaca sholawat kepada Nabi SAW baik karena mendengar orang lain menyebut nama Nabi, dan atau kita segaja memang membaca sholawat atas Nabi SAW.

Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin bi Ahaditsi Sayyidil Anbiya wal Mursalin, Al Imam Nashr bin Muhammad bin Ibrahim as Samarqondiy menjelaskan pada bab Fadhilah Sholawat, sebagai berikut ini. 

وروى ابو هريرة عن النبي صلعم انه قال صلوا علي فان الصلاة علي زكاة لكم واسئلوا الله لي الوسيلة قالوا وما الوسيلة يا رسول الله؟ اعلى درجة في الجنة لاينالها الا رجل واحد وانا ارجوا ان يكون هو انا-
Artinya, Abu Hurairah ra telah meriwayatkan dari Nabi SAW sesungguhnya beliau SAW bersabda: Bersholawatlah kalian padaku, karena sesungguhnya itu doa bagiku dan menjadi zakat bagi kalian. Dan mintakanlah pada Allah untukku sebuah wasilah. Para sahabat berkata: Wasilah apa ya Rasulullah? Nabi SAW menjawab: “ Derajat tertinggi di Surga, yang tidak dapat didapatkan kecuali oleh satu orang. Dan aku berharap, orang tersebut adalah aku sendiri”. 

قال الفقيه رحمه الله معنى قوله صلى الله عليه وسلم زكاة لكم يعني طهارة لكم ومغفرة للذنوب فلو لم يكن للصلاة على النبي صلعم ثواب سوى انه يرجي شفاعته- لكان الواجب على العاقل ان لا يغفل عنه فكيف وفيها مغفرة الذنوب وفيها الصلاة من الله تعالى
Al Faqih Abu Laits berkata: Makna sabda Nabi SAW tersebut, “sebagai zakat bagi kalian” yakni penyuci bagi kalian dan pengampunan dosa. Maka sekiranya tidak didapatkan demikian pada sholawat atas Nabi SAW, akan ada pahala yang lain, berupa harapan akan syafaatnya di hari kiamat. Sungguh menjadi keharusan bagi orang yang berakal untuk tidak lalai dari membaca sholawat. Maka bagaimana ia berusaha agar dalam sholawatnya, terdapat pengampunan dosa dan keselamatan dari Allah SWT. 

Pertanyaannya bagi kita sekarang adalah bagaimana caranya agar sholawat yang kita baca atas Nabi SAW, bisa mendatangkan pengampunan dosa dan limpahan keselamatan dari Allah bagi diri kita?

Menjadi penting bagi diri kita untuk merenungi dan memahami dengan sebenar – benarnya akan makna mencintai Nabi SAW. Jangan sampai cinta kita kepada Nabi SAW hanya berhenti di dalam lisan – lisan kita. Oleh karena itu, patutlah kita menyimak penjelasan dari al Imam al – Qadhi Fudhail bin iyadz rahimahullah di dalam kitab Asy Syifa bi Takrifi Huquqil Mushthofa SAW, tentang mencintai Nabi dan tanda – tandanya. 

فالصادق في حب النبي صلى الله عليه وسلم من تظهر علامة  ذلك عليه واولها الاقتداء به واستعمال سنته واتباع اقواله وافعاله وامتثال اوامره واجتناب نواهيه والتأدب بادابه في عسره ويسره ومنشطه ومكرهه وشاهد هذا قوله تعالى قل ان كنتم تحبون الله فاتبعوني يحببكم الله (ال عمران 31) وايثار ما شرعه وحض عليه على هوى نفسه وموافقة شهوته-
Artinya, Orang yang benar dalam cintanya kepada Nabi saw adalah orang –orang yang tampak pada dirinya tanda – tanda berikut ini. Yang pertama adalah ia meneladani Nabi, mengamalkan sunnahnya, mengikuti semua perkataan dan perbuatan Nabi, melaksanakan perintah Nabi dan meninggalkan yang dilarangnya, serta ia mendidik umat dengan pendidikan Nabi baik dalam kondisi sempit maupun lapang, senang maupun susah. Hal demikian dipersaksikan dengan firman Allah : “Katakanlah, jika kalian mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Alloh akan mencintai kalian” (TQS Ali Imron ayat 31). Selanjutnya (tandanya adalah), ia memuliakan syariat yang dibawanya, dan ia mengendalikan hawa nafsunya dan syahwatnya (untuk tunduk pada syariat) (kitab Asy Syifa juz 2 halm 16, Dar Kutub ilmiyyah). 

Dari penjelasan beliau, bahwa tanda mencintai Nabi SAW adalah mengambil syariat Islam, menundukkan hawa nafsunya untuk taat dalam menjalankan syariat Islam, dan mendidik umat dengan pendidikan ala Rasul SAW. 

Dalam mendidik umat adalah dengan mendakwahkan Islam agar umat kembali berpegang teguh dengan hukum – hukum Islam dan menerapkannya dalam kehidupan individu, berkeluarga dan berbangsa bernegara.

Dakwah yang dilakukan adalah dalam rangka mengubah kondisi yang tidak Islami menuju kondisi yang Islami. 
Bahkan dengan aktifitas dakwah yang dilakukannya tersebut, Rasulullah dan para sahabatnya mendapatkan rintangan demi rintangan. Ada yang berupa penyiksaan fisik, propaganda yang menyesatkan terhadap risalahnya dan termasuk pemboikotan. Pada akhirnya, pertarungan antara yang haq dan yang batil dimenangkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Mereka dimenangkan Allah SWT karena mereka memperjuangkan kebenaran berupa Risalah Islam. Dalam sebuah hadits dari sahabat Khobab bin Art ra, diriwayatkan sebagai berikut ini. 

قلنا يا رسول الله الا تستنصرلنا؟ الا تدعوا الله لنا؟
Kami berkata, Ya Rasulullah, tidakkah ada pertolongan buat kami? Tidakkah engkau berdoa kepada Allah untuk kami?

ان من كان قبلكم كان احدهم يوضع المنشار على مغرق رأسه فيخلص الى قدميه لا يصرفه ذلك عن دينه ويمشط بامشاط الحديد ما بين لحمه وعظمه لا يصرفه عن دينه- ثم قال والله ليتمن الله هذا الامر حتى يسير الراكب من صنعاء الى حضرموت لا يخاف الا الله والذئب على غنمه ولكنكم قوم تستعجلون
Rasul SAW menjawab: sesungguhnya orang orang sebelum kalian, ada salah seorang dari mereka yang diletakkan baja panas di atas kepalanya maka terbelah badannya hingga telapak kakinya. Hal itu tidak menjadikan ia melepaskan agamanya. Ada yang disisir dengan besi, terkelupaslah kulitnya dari tulangnya. Hal itu tidak menjadikan ia melepaskan agamanya. Kemudian Rasul SAW bersabda: Demi Alloh, sungguh Allah akan menyempurnakan agamaNya ini hingga seorang berjalan sendirian dari Shan’a ke hadramaut merasa aman. Ia tidak takut kecuali hanya kepada Allah. Serigala tidak akan memakan kambing. Akan tetapi kalian adalah sebuah kaum yang tergesa – gesa. 

Sekarang mari kita refleksikan pada keadaan negeri kita hari ini. Saat ini, negeri kita Indonesia masih menghadapi kondisi kemiskinan, pengangguran, kejahatan yang merajalela, utang luat negeri yang menumpuk dan keterpurukan di segala bidang kehidupan. Kondisi demikian bukanlah kondisi yang diharapkan oleh Islam. Maka hanya dengan aktifitas mendakwahkan Islam sebagai solusi untuk keluar dari keterpurukan tersebut. Dakwah agar terjadi penerapan hukum Islam. Al Imam Ibnul Mubarok rahimahullah berkata:
لولا الخلافة لم تؤمن لنا سبل وكان اضعفنا نهبا لاقوانا
Sekiranya kalau bukan dengan Khilafah, niscaya tidak akan aman jalanan – jalanan kita, dan orang – orang yang lemah di antara kita berada dalam cengkeraman orang – orang kuat di antara kita. 

Sesungguhnya orang –orang yang berusaha meneladani Rasul saw berhak mendapatkan doa dan keberkahan dari Allah dan Rasul saw. Al Imam Fudhail bin iyadz menjelaskan:

وفي حديث الصلاة: اللهم صل على محمد وعلى ازواجه وذريته- وفي اخر وعلى آل محمد قيل اتباعه- وفي رواية انس سئل النبي صلعم من آل محمد؟ قال كل تقي
Artinya, Di dalam hadits sholawat : Ya Alloh sampaikan doa atas Muhammad, keluarganya, dan semua keturunannya. Dalam riwayat yang lain, atas keluarga Muhammad, dikatakan bahwa orang – orang yang berusaha mengikuti ajaran Muhammad SAW. Di dalam riwayat Anas, Nabi SAW pernah ditanya: Siapa yang dimaksud dengan keluarga Muhammad? Nabi SAW bersabda: Setiap orang yang bertaqwa ( Kitab Asy Syifa juz 2 halm 52). 

Lebih lanjut, Al Fudhail bin iyadz rahimahullah menjelaskan tentang makna sholawat kepada orang – orang yang mengikuti sunnah Nabi SAW. 

وذكر الصلاة على الال والازواج مع النبي صلى الله عليه وسلم بحكم التتبع والاضافة اليه لا على التخصيص قالوا وصلاة النبي صلعم من صلى عليه مجراها مجر الدعاء والمهاجهة ليس فيها معنى التعظيم والتوقير قالوا وقد قال تعالى لا تجعلوا دعاء الرسول بينكم كدعاء بعضكم بعضا- فكذلك يجب ان يكون الدعاء له مخالفا لدعاء الناس بعضهم بعضا- وهذا اختيار الامام ابي المظفر الاسفرائني من سيوخنا وبه قال ابو عمر بن عبد البر-
Disebutkan sholawat atas keluarga dan istri –istri bersamaan dengan penyebutan sholawat atas Nabi SAW, dikarenakan adanya mereka mengikuti Nabi bukan pengkhususan. Para ulama menyatakan, Sholawat Nabi saw terhadap orang – orang yang bersholawat kepadanya selayaknya aliran doa. Jadi bukan bermakna pengagungan dan penghormatan (sebagaimana sholawat kepada Nabi). Sungguh Allah berfirman : Janganlah kalian jadikan doa atas Nabi di tengah kalian seperti doa kalian atas sebagian kalian). Maka dengan demikian, wajib menjadikan doa sholawat kepada Nabi SAW itu berbeda dengan doa manusia dari sebagian mereka kepada sebagian yang lain, inilah pengertian yang diambil oleh Al Imam Abu Mudhofir al Asfiroiniy dari guru – guru kami. Begitu pula Abu Umar bin Abdul Bar mengatakan demikian (Pasal tentang perbedaan atas sholawat kepada selain Nabi SAW juz 2 Kitab asy Syifa halaman 53).

Wallahu a’lam bish showab. 
*Penulis tinggal di Malang


Oleh : Chandra Purna Irawan,S.H.,M.H. (Ketua Eksekutif Nasional BHP KSHUMI & Sekjen LBH PELITA UMAT)

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia, Mahfud MD, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H. Laoly mengatakan tentang adanya salah ketik pada draft Pasal 170 RUU Cipta Kerja. 

Berdasarkan hal tersebut diatas saya akan memberikan pendapat hukum (legal opini) sebagai berikut:

PERTAMA, Bahwa Kesalahan Ketik dapat dilihat dari Kesalahan tipografi dapat disebabkan oleh jari yang menekan dua tombol papan ketik yang berdekatan secara bersamaan. Kesalahan tipografi bukan merupakan kesalahan yang disengaja, misalnya mengetik 'bunga' menjadi 'bnunga' atau mengetik 'gempa' menjadi 'ghempa'. Kesalahan seperti ini tidak akan merubah arti kata.  Sedangkan, salah ketik yang mengubah arti kata atau bahkan arti dari kalimat, misalnya kata 'Undang-Undang' yang ditulis menjadi 'Undangan-Undangan' mengandung arti yang sangat jauh berbeda;

KEDUA, Bahwa dalam contoh Surat Dakwaan apabila terdapat kesalahan ketik yang mengubah materi dakwaan misalnya pasalnya salah ketik. Maka sangat fatal sekali dampaknya. Salah ketik tidak jadi masalah sepanjang kesalahan ketik itu tidak mengubah materi dakwaan. Persyaratan ini antara lain ditemukan dalam putusan Mahkamah Agung No. 1162 K/Pid/1986. Majelis hakim dalam putusan ini menyatakan “kekeliruan pengetikan yang tidak mengubah materi dalam surat dakwaan, tidak membawa akibat hukum”. Sedangkan didalam pasal 170 RUU Cipta Kerja kekeliruan-nya dapat merubah materi atau substansi;

KETIGA, Bahwa berdasarkan nomor pertama setelah dicermati, ternyata tidak terdapat kesalahan ketik tipografi yang tidak merubah arti dan yang merubah arti. Dalam draft pasal tersebut diketik dengan baik, tanpa kesalahan tipografi. berikut saya kutip Pasal 170 Ayat (1) RUU Cipta Kerja:

"Dalam rangka percepatan pelaksanaan kebijakan strategis cipta kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1), berdasarkan Undang-Undang ini Pemerintah Pusat berwenang mengubah ketentuan dalam Undang-Undang ini dan/atau mengubah ketentuan dalam Undang-Undang yang tidak diubah dalam Undang-Undang ini".

Pasal 170 Ayat (2): "Perubahan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah" .

Pasal 170 Ayat (3): "Dalam rangka penetapan Peraturan Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Pemerintah Pusat dapat berkonsultasi dengan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia".

KEEMPAT, Bahwa wajar apabila masyarakat curiga dan berpikiran buruk, misalnya apakah pejabat negara dan tim ahli yang menyusun RUU tersebut tidak mengetahui bahwa PP tidak dapat merubah UU? Dan/atau apakah hal tersebut "diselipkan" dengan berandai luput dari pantauan masyarakat? Dan apabila "sengaja diselipkan" lantas untuk kepentingan siapa RUU Cipta Kerja / Omnibus Law tersebut?

Wallahualam bishawab
IG/Telegram @chandrapurnairawan


Oleh : Titin Kartini

Beberapa hari yang lalu,  Umat Islam khususnya dihebohkan dengan pemberitaan dari media yang memuat sebuah pernyataan dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi. Berikut pernyataannya yang dilansir dari voa-islam.com

JAKARTA (voa-islam-com)- Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi tengah menjadi sorotan publik terkait pernyataannya soal agama adalah musuh terbesar Pancasila.

Yudian pun mengklarifikasi soal pernyataannya tersebut. Menurut Yudian penjelasannya yang dimaksud adalah bukan agama secara keseluruhan, tapi mereka yang mempertentangkan agama dengan Pancasila. Karena, menurutnya dari segi sumber dan tujuannya Pancasila itu religius atau agamis.

" Karena kelima sila itu dapat ditemukan dengan mudah di dalam kitab suci keenam agama yang telah diakui secara konstitusional oleh negara Republik Indonesia, " tegas Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta seperti dikutip dari republika.co.id, Rabu (12/2).

Maka dengan demikian, menurut Yudian, Pancasila adalah penopang. Untuk mewujudkannya dibutuhkan kesetian atau bahasa lainnya sekuler, tapi bukan sekularisme. Kemudian membutuhkan ruang waktu, pelaku, anggaran dan juga perencaan.

Kasih contoh kita mau mewujudkan persatuan Indonesia, maka kita cari siapa panitianya kapan tempatnya, anggarannya seperti apa, acaranya apa itu namanya urusan manusia dan manusia di sini berarti manusia Indonesia," terang Yudian.

Hanya saja, dalam hubungan ini kerap terjadi ketegangan-ketegangan. Ada kelompok-kelompok minoritas yang mengaku mayoritas dan mereka membenturkannya. Maka hal ini yang dimaksud Yudian, sebagai 'agama musuh Pancasila'.

"Kalau tidak pandai mengelola ini perilaku agama-agama ini akan menjadi musuh terbesar. Mengapa? Karena setiap orang beragama, maka agama siapa kan ketemunya Islam, Islam siapa yang begitu, itu yang saya maksud," tutur Yudian. https://www.voa-islam.com/read/politik-indonesia/2020/02/14/69799/merasa-pernyataannya-dikutip-tidak-utuh-yudian-berikan-penjelasan-agama-musuh-pancasila

Setelah penjelasan panjang lebar yang berbelit-belit dari sang ketua BPIP tersebut, kita pasti sudah bisa menyimpulkan bahwa agama yang dimaksud adalah agama Islam. Sungguh miris agama mayoritas di negeri ini disebut sebagai musuh Pancasila, namun yang sangat menyedihkan tak ada pembelaan sedikitpun dari penguasa untuk umat muslim, padahal penguasa negeri ini seorang muslim. Namun mereka malah membela sang ketua BPIP melalui para pejabatnya,seperti diberitakan oleh cnnindonesia.com berikut ini.

Jakarta, CNN Indonesia-- Kepala Staf Presiden Moeldoko membela pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi yang menyebut agama merupakan musuh Pancasila. Moeldoko meyakini Yudian tak bermaksud menyudutkan bahwa agama memang menjadi musuh Pancasila.

Moeldoko meminta semua pihak tak menyalahkan pernyataan Yudian. Ia meyakini Yudian menyampaikan pendapatnya dengan penuh pertimbangan dan pikiran yang jernih.

Moeldoko juga menanggapi santai saat disinggung pencopotan Yudian sebagai Kepala BPIP. Usulan ini sebelumnya disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menilai pemikiran Yudian bisa mengancam eksistensi negara.

Pada kesempatan terpisah, Menteri Agama Fachrul Razi enggan berkomentar banyak terkait pernyataan Ketua BPIP terkait hal ini. Fachrul mengatakan Yudian yang baru saja dilantik pekan lalu ini telah mengklarifikasi pernyataannya.
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200213181001-20-474401/istana-bela-kepala-bpip-yudian-soal-agama-musuh-pancasila

Pernyataan-pernyataan menyakitkan dari para penguasa negeri ini, semakin hari semakin menyudutkan Islam. Memberikan pendapat mereka tanpa bertabayun terlebih dahulu, rezim sekuler semakin menumbuh suburkan pendapat kaum liberal dan memberikan panggung kepada mereka untuk mempengaruhi umat dengan pendapat-pendapat mereka yang nyeleneh dan menyakitkan terkhusus untuk umat muslim.

Setali tiga uang dengan berita di atas, kini juga ada berita yang mengabarkan bahwa seorang khatib/penceramah jum'at harus bersertifikat dengan standar tidak menimbulkan masalah kebangsaan. Dikutip dari Media Indonesia. Com berikut ini.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan khatib harus bersertifikat dan memiliki komitmen kebangsaan karena posisinya sebagai penceramah akan berpengaruh pada cara berfikir, bersikap, dan bertindak dari Islam.

Menurut Wapres Ma'ruf, khatib harus memiliki pemahaman agama Islam yang benar, baik dari segi pelafazan maupun pemaknaan terhadap ayat-ayat Al-Quran, sehingga ceramah yang disampaikan para khatib tidak disalahartikan oleh umat Islam.

Selain itu, khatib juga harus memiliki komitmen kebangsaan di tengah-tengah merebaknya ajaran-ajaran radikal di kalangan umat Islam. Wapres Ma'ruf menekankan ceramah agama yang disampaikan para khatib di setiap ibadah shalat Jum'at harus memuat nilai-nilai Pancasila dan prinsip NKRI.

"Dakwah kita harus dalam bingkai kebangsaan dan kenegaraan. Pancasila dan NKRI itu adalah kesepakatan. Oleh karena itu, kita tidak boleh membawa sistem lain selain NKRI, gaduh, saya terus terang saja misalnya Khilafah," katanya.

Wapres mengatakan sistem Khilafah yang menerapkan Islam sebagai ideologi bernegara, secara otomatis akan tertolak di Indonesia, karena negara Indonesia sudah menyepakati Pancasila sebagai ideologi bangsa.
https://mediaindonesia.com/read/detail/290144-wapres-khatib-harus-diseleksi-dan-bersertifikat

Islamophobia yang digembar-gemborkan para penguasa sekuler, sejatinya tidak akan mengubah pandangan umat muslim yang sudah semakin sadar akan perlakuan sewenang-wenang rezim terhadap umat, dan umat sudah semakin paham bahwa Islam mempunyai solusi atas semua persoalan kehidupan ini.

Sejak terbit fajar Islam, saat Baginda Rasulullah Saw diutus Islam telah menjadi musuh kekufuran. Cahaya Islam di Makkah sedari awal telah menjadi mimpi buruk Abu Lahab, Abu Jahal dan kafir Quraisy lainnya. Saat dakwah Islam mulai bersemi, kafir Quraisy sepakat untuk menentang, memusuhi dan memeranginya.

Mereka kemudian melakukan berbagai upaya untuk memadamkan cahaya Allah SWT, mulai dari tindakkan fisik berupa penganiayaan, propaganda negatif (di'awah) dari dalam dan luar Makkah, sampai tindakkan pemboikotan (muqata'ah) terhadap Rasul, keluarga dan para sahabat. Namun Allah tetap menjaga cahaya-Nya walau orang-orang kafir membenci dan memusuhinya (QS. ash-Shaff (37): 8).

Sepenggal kisah perjalanan dakwah Rasulullah ﷺ telah memberikan gambaran yang jelas tentang  begitu dahsyatnya tantangan dakwah Islam yang menyeluruh/kaffah. Begitulah Islam akan terus diserang, hanya saja saat ini Islam diserang oleh kaum munafik,  sekuler dan liberal yang masih mengakui Islam sebagai agama mereka. Namun ironis mereka malah menjadi kaki tangan para kaum kafir yang ingin menghancurkan kebangkitan Islam melalui lisan-lisan dan kebijakan penguasa sekuler liberal dan kaum munafik.

Ideologi di dunia ini hanya ada tiga yaitu komunisme, kapitalisme dan Islam. Sistem komunisme memandang bahwa agama adalah candu yang berbahaya untuk masyarakat. Sedangkan sistem kapitalisme bahwa agama harus dipisahkan dari berbagai macam aturan kehidupan. Dalam pemikiran kedua ideologi ini memiliki kemiripan yaitu sama-sama menihilkan agama dan memusuhi agama (Islam).

Memang tidak semua pemikiran Islam menjadi musuh kapitalis dan komunis, hanya pemikiran Islam yang berkarakter ideologis yang dianggap ancaman.

Pemahaman Islam yang berakar, yang melahirkan pemikiran sistemiklah yang dikhawatirkan oleh kedua ideologi ini. Adapun Islam ritual, serpihan Islam yang hanya berfokus pada persoalan individu, ibadah ritual, talak, nikah, dan rujuk tidak akan dianggap ancaman. Diantara pemikiran-pemikiran Islam yang diangggap ancaman tersebut adalah pemikiran tentang aqidah, syariah, khilafah, dan jihad.

Akidah bagi seorang muslim adalah pemikiran asasi dalam kehidupan. Akidah Islam akan memberikan gambaran dasar dari mana kehidupan ini berasal, apa yang akan terjadi setelah kehidupan ini berakhir, sehingga aka jelas dan tegas bagi seorang muslim ketika menyikapi dan menjalani kehidupan ini.

Syariah adalah solusi praktis atas berbagai persoalan kehidupan, seperti persoalan ekonomi, politik dalam dan luar negeri, sosial kemasyarakatan, budaya, dan pendidikan yang bersumber dari Allah SWT.

Khilafah adalah sistem politik pemerintahan Islam. Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi muslim untuk merealisasikan syariah secara menyeluruh dan menjaga kemurnian aqidah Islam. Dengan hadirnya sistem khilafah di tengah-tengah kaum muslim, akan terwujud secara nyata syariah Islam dan akan terangkat selaksa persoalan umat. Khilafah juga akan mengemban ideologi Islam ke seluruh penjuru dunia.

Sedangkan jihad adalah metode fisik yang dimiliki kaum muslim untuk mempertahankan eksistensi Islam dan mengemban dakwah Islam. Jihad adalah perang secara fisik dengan motivasi ruhiah (hubungan dengan Allah SWT) yang tidak dimiliki oleh kapitalis maupun komunis.

Siapapun yang memiliki pemikiran cemerlang, bukan bukan antek asing, aseng maupun para kapital tidak akan menjadikan ideologi sebagai musuh. Justru sistem kapitalisme dengan asas sekularisme dan liberalisme maupun sistem komunisme sebagai ideologi yang mengancam dan sangat berbahaya untuk rakyat Indonesia.

Kapitalisme dengan asas sekularisme dan liberalismenya telah terbukti menghancurkan tatanan berbangsa dan bernegara serta memporak-porandakan disemua lini kehidupan baik politik, ekonomi, sosial budaya, kesehatan, pendidikan karena berdasarkan manfaat semata dan melarang agama khususnya Islam untuk ikut berperan dalam lini kehidupan.

Berbagai persoalan yang merusak negeri ini tak ada sedikitpun dikarenakan ideologi Islam.  Justru Islam menawarkan solusinya dengan menerapkan Syariah Islam untuk mengatur dan menyelesaikan semua problematika bangsa ini.

Mereka yang menuduh Islam sebagai ancaman dan musuh bangsa ini sejatinya untuk menutupi kebobrokan mereka yang menjadi kaki tangan dan antek-antek kaum kafir.

Menuduh Islam sebagai ancaman hakikatnya adalah menutupi hakikat kebenaran Islam sebagai rahmat. Ini tabiat orang kafir dengan memutarbalikkan kebenaran dan keburukkan. 

Allah SWT berfirman " Janganlah kalian mencampuradukkan yang haq dengan yang batil dan jangan pula kalian menyembunyikan yang haq itu, sedangkan kalian mengetahui" (QS al-Baqarah (2) : 42).

Wahai kaum muslim ideologi Islam bukan ancaman bagi negeri ini. Islam satu-satunya ideologi penebar rahmat dan kebaikan untuk dunia dan negeri ini. Alhasil kita harus segera membuang dan mencampakkan sistem kapitalis sekuler liberal dan menggantinya dengan sistem Islam untuk menyelamatkan dunia dan negeri ini tentu dalam naungan sebuah negara dan sistem yang berasal dari Sang Pencipta Allah SWT yaitu Daulah Khilafah.
Wallahu a'lam bi ash-shawab.

Grup Telegram WadahAspirasiMuslimah


By Asyari Usman

Tak ada angin, tak ada hujan. Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan dua hari lalu (17/2/2020) bahwa para pemodal menguasai parpol-parpol. Bahkan cukup dengan uang satu triliun saja. Setelah itu, mereka bisa mendikte kebijakan parpol yang dibayar. Untuk selanjutnya, mereka mendikte parlemen (DPR).

Kata Bamsoet, para cukong menyusup ke parpol-parpol untuk merebut posisi ketua umum. Mereka datang ketika sedang berlangsung Munas, muktamar, kongres, dan sejenisnya. Setelah duit digelontorkan, bereslah semua. 

“Jika partai politik dikuasai, maka dia akan menguasai parlemen, jika dia kuasai parlemen maka dia akan kuasai pasar-pasar dan sumber daya alam kita, dan dialah yang berhak mengusung siapa pemimpin kita, presiden kita, bupati kita, gubernur dan walikota, karena sistem yang kita punya,” ujar Bamsoet lagi.

Rakyat boleh juga bersyukur atas kesiuman Bamsoet dari pingsannya. Anggap saja dia pingsan. Cukup lama. Padahal, anak-anak SMP saja sudah paham bahwa para cukong sejak dulu menguasai parpol-parpol. Kecuali satu parpol saja.

Bamsoet terbangun dari tidurnya. Terlambat, tapi tetap disyukuri. Ketimbang tak pernah lagi siuman.

Yang menjadi pertanyaan di benak penonton, mengapa Bamsoet baru sudi mengatakan itu dua hari lalu? Apakah karena dia sudah bosan bermukim di kolam terus? Mimpi apa kira-kira?

Mungkinkah Bamsoet kecewa? Kecewa karena dia sendiri menjadi korban penyingkiran dari posisi ketua umum Golkar?

Rakyat yang dibodohi oleh para politisi, termasuk Bamsoet, ‘kan sudah paham sejak dulu. Paham bahwa parpol, dan kemudian parlemen, selalu berada di bawah telunjuk pemodal. Itulah sebabnya dari pemilu ke pemilu orang semakin tidak berminat datang ke TPS. Karena mereka merasa pemilu adalah panggung penipuan.

Nah, sekarang KPK dilemahkan sampai bonyok oleh DPR bersama Presiden Jokowi. Saking lemahnya, KPK mulai mengerjakan OTT 15-jutaan. Tak berdaya lagi menangkap koruptor-koruptor berkelas. Kalau pemandulan KPK ini dirujuk ke penyataan Pak Bamsoet yang terhormat, menjadi klop bahwa para cukonglah yang sesungguhnya berkuasa di negeri ini.

Terima kasih banyak Pak Bamsoet. Semoga koleksi mobil mewa penjenengan terus bertambah. Hehe! 

19 Februari 2020


Oleh : Abu Ghazi

Selepas pernyataan kontroversial dari Ketua BPIP Prof.Yudian Wahyudi, yang mengatakan bahwa musuh terbesar Pancasila adalah Agama. Sontak publik dibuat geger dan kaget, semua elemen bereaksi ada yang membela ada yang bereaksi keras menuntut ketua BPIP di copot bahkan hingga pembubaran BPIP.

Akan tetapi terlepas dari pernyataan kontroversial ketua BPIP, kita tentu patut bertanya-tanya mengapa polemik tentang Pancasila ini tidak ada hentinya, mulai dari era Soekarno hingga rezim Jokowi? Padahal semua lembaga negara di negeri ini sepakat mengatakan "ideologi" Pancasila ini sudah Final, sebagaimana kesepakatan para pendiri bangsa dari berbagai tokoh agama dan para cendikawan.

Namun faktanya, Pancasila yang sudah dianggap Final itu terus menjadi debatable, seolah tak pernah ada ujung pangkalnya. Akan tetapi, jika pancasila dianggap final, maka perlu di uji serta dipertanyakan secara serius bagaimana aplikasi dari nilai yang terkandung dari setiap sila Pancasila dalam mengatur negara ini?

Siapa juga yang patut dijadikan contoh dari presiden pertama hingga hari ini yang paling bisa menerapkan Pancasila sesuai dengan falsafat sila-silanya? Kalau jawabannya tidak ada atau belum ada, kenapa rezim mudah berucap saya Pancasila dan menuduh orang anti Pancasila, kenapa ada tuduhan extrimis dan radikalis sebagai musuh pancasila, yang semua itu ditujukan jelas hanya mengarah kepada agama islam dan umat islam yang mendakwahkan syariah islam secara Kaffah?

Sudah 74 tahun Indonesia "merdeka", Apakah betul cara mengelola negeri ini juga sudah sesuai Pancasila dengan nilai keTuhananNya? Apakah betul keadilan dalam segi hukum, kepemilikan sudah terwujud? Apakah betul kesejahteraan sudah terwujud? Apakah betul musyawarah mufakat juga sudah terjadi? Apakah betul persatuan di negeri ini juga sudah terjaga? 

Dengan pernyataan ketua BPIP agama musuh terbesar Pancasila, salahkah kalau akhirnya kalangan intektual,ulama dan publik mencurigai bahwa Pancasila sekarang terpapar paham komunisme? Atau benarlah firman Allah Swt dalam Al-Quran Surah An-Nisa' ayat 82 bahwa sesuatu yang tidak bersumber kepada Allah Swt akan pasti menimbulkan banyak pertentangan ?

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.

Atau kita harus kembali mengutip pernyataan Sujiwo Tejo di forum ILC tanggal 5/11/19 terkait tentang ada gak sih pancasila itu sebenarnya? Di forum itu beliau mengatakan Pancasila itu yang ada hanya lambang burung garuda dan teks saja. Tetapi secara fakta nilai-nilai Pancasila tak pernah ada prakteknya oleh rakyat apalagi negara.

Lalu bagaimana mungkin ada tuduhan anti pancasila, padahal nilai-nilainya ternyata sampai detik ini tidak pernah ada penerapannya ?


KHILAFAH AKAN TEGAK KEMBALI PADA WAKTU YANG ALLAH TETAPKAN,  TAK BISA DIMAJUKAN ATAU DIUNDURKAN

Masih dari kitab beliau yang berjudul al Ittishol bi Ma'ani al Yaqin wal Qurb was Sa'adah wa Haqiqah al Khilafah di halaman 99, beliau menyatakan:
Adapun dari sisi khabar, Nabi صلّى اللّه عليه و سلم sebagai Shahib asy Syari'ah menyatakan bahwa Khilafah akan tiada sesudah beliau hingga akhir hingga akhir zaman. Kemudian akan kembali tegak khilafah yang mengikuti metode kenabian. Maka jika orang2 yang bersungguh dalam menegakkannya ingin memajukannya atas waktu yang Allah tetapkan atau ada pihak2 yang ingin mengundurkan (dengan menghalangi tegaknya) tidaklah mereka sanggup  melakukannya. Maka haruslah dilaksanakan (diyakini dan diamalkan) khabar gembira (bisyarah) dari ash shâdiq صلّى اللّه عليه و سلم ini.

Ada beberapa faidah dari apa yang al Habib Umar bin Hafizh sampaikan:
1. Bahwa khilafah pernah  ada namun kemudian hilang
2. Bahwa khilafah 'ala minhaj an nubuwwah akan kembali tegak di akhir zaman
3. Khilafah adalah wa'dun wa fardhun. Sebagai wa'dun (janji) khilafah akan tegak pada waku yang Allah tetapkan, tak bisa diajukan atau diundurkan. Sebagai fardhun (kwajiban) maka wajib diperjuangkan, sebagaimana yang telah bliau sampaikan pada paragraf sebelumnya. Bisa dibaca disini

Semoga bermanfaat
al faqiir ilaLlah Wahyudi Ibnu Yusuf

Alalak, 20 Februari 2020

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.