Tragedi Gaza: Genosida, Kelaparan, dan Seruan Dunia untuk Keadilan
Tragedi Gaza: Genosida, Kelaparan, dan Seruan Dunia untuk Keadilan
Oleh: Umma Hilmy (Koordinator Cabang Biro Haji dan Umrah)
Setidaknya 53.272 warga Palestina telah meninggal dunia dalam perang genosida yang dilancarkan oleh Israel sejak Oktober 2023, menurut pernyataan Kementerian Kesehatan Palestina pada Sabtu (17/5/2025).
Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa sebanyak 153 orang tewas dalam serangan Israel di daerah kantong tersebut dalam 24 jam terakhir, sementara 459 orang lainnya terluka. Jumlah total korban luka kini mencapai 120.673 orang.
Tujuh Negara Eropa Buat Pernyataan Bersama: Minta Israel Hentikan Serangan ke Gaza
Sejak 2 Maret, Israel telah memblokade seluruh pasokan makanan, air, dan obat-obatan ke Gaza, menciptakan krisis kemanusiaan yang disengaja. Organisasi-organisasi kemanusiaan menyatakan bahwa penduduk Gaza kini berada dalam risiko kelaparan massal.
Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Kepala Otoritas Israel, Benjamin Netanyahu, dan mantan Menteri Pertahanan, Yoav Gallant, atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel terus menyebabkan penderitaan yang tak terbayangkan bagi rakyat yang hidup di bawah pendudukannya, sambil memperluas perampasan tanah sebagai bagian dari aspirasi kolonial yang lebih luas. “Apa yang kita saksikan bisa jadi adalah Nakba lainnya,” ujar Komite Khusus PBB, mengutip pernyataan penutup misi lapangan mereka di Amman, Jumat, 9 Mei 2025.
Komite tersebut mendokumentasikan penggunaan penyiksaan, kekerasan seksual sistematis, serta pemaksaan kelaparan sebagai metode perang oleh militer dan otoritas Israel.
“Metode-metodenya seperti buku panduan untuk merendahkan, mempermalukan, dan menanamkan rasa takut: dari pelecehan seksual, sentuhan tidak pantas, pemerkosaan, hingga penggunaan benda asing seperti tongkat dan pentungan—dilakukan terhadap pria, wanita, bahkan anak-anak,” ungkap pernyataan itu.
Komite juga menyoroti penggunaan blokade total terhadap Gaza sebagai bentuk “senjata kelaparan” yang digunakan untuk menundukkan seluruh populasi.
“Sulit membayangkan ada pemerintah yang dengan sengaja membuat rakyatnya mati kelaparan, sementara truk makanan hanya berjarak beberapa kilometer. Namun inilah kenyataan mengerikan yang dihadapi warga Gaza,” ujar komite.
Israel diketahui tidak merespons permintaan konsultasi dari PBB dan menolak memberikan akses kepada Komite ke wilayah Israel, Palestina, atau Dataran Tinggi Golan yang diduduki. Komite menyebut penolakan ini sebagai bentuk pengabaian total terhadap hukum internasional.
“Israel jelas merasa memiliki impunitas penuh untuk melakukan kejahatan mengerikan dan tidak akan pernah dimintai pertanggungjawaban atas tindakan, kebijakan, dan praktiknya di wilayah Palestina dan Suriah yang diduduki,” tegas laporan itu.
Komite menyerukan agar negara-negara yang memiliki pengaruh terhadap Israel menggunakan semua tekanan politik dan ekonomi yang tersedia untuk menghentikan kebijakan ilegal tersebut, serta menghentikan penjualan senjata dan bantuan militer dari perusahaan swasta maupun BUMN.
“Blokade kemanusiaan ini harus dihentikan sekarang. UNRWA harus diizinkan menjalankan mandatnya untuk memberikan layanan esensial. Dunia tidak boleh diam,” demikian pernyataan Komite.
Sudah seharusnya semua pemimpin negara Islam bersatu untuk menekan Israel agar membuka blokade bantuan makanan dan obat-obatan ke wilayah Gaza.
Kirimkan bantuan militer segera untuk melawan Zionis dan melindungi rakyat Gaza. Semua pihak harus bersatu melawan Zionis, karena sesungguhnya ini bukan semata masalah agama, melainkan masalah kemanusiaan.
Rakyat Gaza berada di ambang kelaparan yang sangat mematikan—tidak ada air, tidak ada makanan, tidak ada uang untuk membeli kebutuhan. Siapa pun yang diam dan tidak peduli terhadap penderitaan Gaza, kelak di akhirat akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.
Di dunia ini, seolah tidak ada lagi pemimpin yang menjadi pelindung rakyat Gaza, pelindung bagi mereka yang lemah dan tertindas. Genosida dan kelaparan terjadi terang-terangan di depan mata mereka, namun mereka diam seribu bahasa, tak mampu memberikan solusi yang cepat, akurat, dan tepat.
Solusi Islam: Jalan Keluar dari Kezaliman
Hanya dengan sistem Islam, penyelesaian segala masalah akan teratasi dengan baik, benar, dan adil. Islam menetapkan bahwa nyawa manusia adalah amanah yang harus dijaga, dan kezaliman terhadap satu jiwa sama dengan kezaliman terhadap seluruh umat.
Dalam sistem Islam:
- Kepemimpinan Islam (Khilafah) bertanggung jawab penuh atas perlindungan umat, termasuk mengerahkan kekuatan militer untuk membela kaum tertindas.
- Hukum internasional Islam tidak membiarkan agresor bebas tanpa pertanggungjawaban. Setiap bentuk penjajahan, pembunuhan, dan pemerkosaan akan ditindak tegas sesuai syariat.
- Distribusi bantuan tidak bergantung pada kepentingan politik, melainkan pada prinsip kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah. Negara Islam wajib membuka jalur bantuan dan mengirim pasukan jika diperlukan.
- Persatuan umat bukan sekadar retorika, melainkan kewajiban syar’i. Negara-negara Muslim harus bersatu dalam satu kepemimpinan global untuk menghentikan kezaliman dan menegakkan keadilan.
Sistem Islam bukan hanya solusi spiritual, tetapi juga solusi politik, militer, dan sosial yang menyeluruh. Ia hadir bukan untuk menonton penderitaan, tetapi untuk menghapusnya dengan kekuatan yang sah dan penuh rahmat.
Semoga Allah SWT segera menurunkan pertolongan-Nya kepada rakyat Gaza dan membangkitkan kepemimpinan Islam yang akan menjadi pelindung bagi seluruh umat manusia.[]

COMMENTS