KDRT, Cermin Rusaknya Tatanan Keluarga Dalam Kapitalisme Sekular

KDRT keretakan rumahtangga

KDRT, Cermin Rusaknya Tatanan Keluarga Dalam Kapitalisme Sekular

Oleh: Anggia Widianingrum

Memiliki keluarga harmonis adalah dambaan setiap insan. Melihat anak tumbuh sehat dan aktif dalam pergaulan rumah tangga yang saling menghangatkan dan support antara suami istri, sungguh sangat menentramkan hati penghuninya.

Namun apa jadinya, bila fungsi keluarga tidak berjalan semestinya yang diharapkan? Atau seorang suami atau istri tidak menjalankan apa yang menjadi kewajibannya?
Apalagi yang sangat menyayat hati ketika realitas sang ayah yang seharusnya menjadi pelindung, berubah bak monster yang mengancam keselamatan istri bahkan sampai tega menghilangkan nyawa anak kandungnya sendiri?

Seperti yang terungkap baru-baru ini, seorang pria berinisial JK di Kebayoran Lama Jakarta Selatan membakar istrinya hidup-hidup lantaran cemburu usai melihat isi chattingan sang istri dengan pria lain. Beruntung sang istri berlari keluar rumah sehingga dibantu tetangga memadamkan api, dan tak berapa lama korban langsung dilarikan ke rumah sakit guna mendapat perawatan. megapolitan.kompas.com (09/12/2023)

Masih di Jakarta Selatan, kasus kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa, yang tak lain buah hatinya sendiri, tak tanggung-tanggung empat nyawa anak sekaligus yaitu AS(1 tahun)), A(3 tahun), S(4 tahun), dan VA(6tahun) dengan cara membekap mulut dan hidung anaknya satu per satu pada Minggu 3 Desember 2023 dini hari.
Yang lebih memerihkan hati, adegan pembunuhan tersebut direkam oleh tersangka PD yang tak lain ayah kandung para korban. megapolitan.kompas.com (05/12/2023)

Begitulah Kasus KDRT makin marak terjadi, tak memandang usia dan status. Biasanya yang menjadi korban adalah pihak yang dipandang lemah entah itu istri atau anak.

Buah Sekularisme

Adapun faktor penyebab KDRT beragam, baik dari internal diri pelaku ataupun eksternal, misalnya pelaku memang memiliki sifat temperamen, trauma masa kecil akibat luka pengasuhan dan sebagainya.

Sedangkan faktor eksternal ialah dimungkinkan stres karena kondisi ekonomi, pengaruh miras dan obat-obatan terlarang, atau suatu kondisi tertentu yang menyulut emosi pelaku. Rumah yang seharusnya tempat yang aman dan nyaman bagi istri dan anak-anak berubah menjadi malapetaka. Mirisnya lagi, masyarakat kita terbiasa menganggap KDRT adalah urusan internal rumah tangga orang lain dan sebuah akhlak yang baik bila tak ikut menengahi, melainkan sebagai bagian dari mendidik keluarganya. Ada apa sebenarnya dengan generasi kita hari ini?
Mengapa sangat rapuh dalam menjalani kehidupan, malah lebih memilih jalan pintas yang salah dalam mengatasi persoalan.

Namun apa mau dikata, inilah buah busuk penerapan Kapitalis Sekuler. Menjadikan masyarakatnya memiliki cara pandang yang sama dalam menjalani semua lini kehidupan. Sekuler menjadikan agama hanya sebatas di masjid, yaitu hanya perkara ibadah ritual semata, bukan untuk mengatur masyarakat dan rumah tangga. Walhasil individu dan masyarakat yang terbentuk gersang dari nilai spiritual dan tidak terikat aturan Allah Ta'ala, sedangkan capaian materi dan kesenangan yang bersifat duniawi adalah effort utama yang harus dipandang dan diperjuangkan. Masyarakat sekular meniscayakan kebebasan bertingkah laku dalam pergaulan, baik dalam kehidupan umum maupun dalam rumah tangga, walhasil perselingkuhan dan KDRT marak terjadi.

Mirisnya lagi, tidak ada aturan yang shahi untuk mengatur hubungan dalam rumah tangga dan tata pergaulan hari ini. Tak dimungkiri, sistem hidup yang sekuler kapitalistik hari ini mengharuskan para ayah berjuang mati-matian untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin menghimpit. Tak jarang juga para ibu waktunya dituntut untuk bekerja hingga lalai dalam mendidik dan berkasih sayang dengan keluarga. Ditambah lagi tetangga yang dengan sigap menggunjing kekurangan dalam rumah tangga, menambah beban psikologis yang tak bisa dielakkan.

Sedangkan hukuman yang diberikan pada pelaku kejahatan pun tak memberi efek jera dan mencegah kasus-kasus serupa terulang lagi. Hal ini jelas sekali bahwa negara abai terhadap urusan individu rakyatnya. Rakyat sendirilah yang harus berjuang untuk memenuhi segala kebutuhannya termasuk keamanan. Lalu dimana fungsi lembaga yang katanya mewakili rakyat?

Islam Sebagai Asas Berumah Tangga dan Bernegara

Berbeda halnya ketika Islam dijadikan asas kehidupan tak terkecuali dalam kehidupan rumah tangga. Dalam Islam, kita memahami hidup tak sekedar rahmat dari Sang Pencipta kehidupan, melainkan juga sebagai ujian. Ujian dalam rumah tangga itu hal biasa dan lumrah sebagai ujian keimanan. Allah juga telah memberi seperangkat penyelesaian atasnya. Allah SWT berfirman:

" Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah. Barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu". (TQS. At-Thaghabun : 11)

Dengan begitu ia tidak akan mudah berputus asa, sabar dan selalu mencari jalan keluar atas kesulitan yang dihadapi dalam menjalani kehidupan.

Allah juga memerintahkan agar para suami berbuat makruf terhadap istrinya, demikian pula sebaliknya. Hubungan suami isteri adalah hubungan layaknya sahabat. Sebagai seorang qowwam, suami juga berkewajiban memenuhi nafkah keluarganya, melindungi dan mengarahkan istri.

Begitu pula anak-anak yang dihasilkan dalam pernikahan. Mereka adalah amanah dari Allah SWT yang mesti dirawat dengan penuh kasih sayang, ditanamkan akidah Islam sedari dini. Meskipun pengasuhan anak berada pada ibu, seorang ayah tetap dibutuhkan dalam proses pembentukan kepribadian anak dengan kasih sayang dan keteladanan. Begitulah tuntunan Islam ditaraf individu.

Disamping itu masyarakat didalam islam dibina sehingga terbentuklah masyarakat yang peduli, berkasih sayang dalam ketaatan dan menegakkan amar makruf nahi munkar. Sehingga tertutup celah maksiat ditengah masyarakat.

Begitupun dengan negara. Di dalam islam yang tak kalah penting dan urgen adalah penerapan Islam secara praktis oleh negara. Karena negara yang menerapkan Islam secara kafah akan menjamin semua kebutuhan pokok dan dasar rakyatnya terpenuhi dengan mekanisme syariat Islam.

Negara juga mendorong kaum laki-laki bekerja memenuhi kebutuhan yang menjadi tanggungan nafkahnya, dan kewajiban negara adalah memfasilitasi tersedianya lapangan pekerjaan. Islam juga melarang praktik privatisasi sumber daya alam yang sejatinya milik umum dan akan dikembalikan kepada rakyat. Sehingga setiap individu masyarakat terjamin kesejahteraannya.

Disamping itu sanksi dalam Islam bersifat zawajir yaitu sebagai pencegah, ketika manusia mengetahui bahwa sanksi membunuh dalam Islam adalah dengan dibunuh, maka ia takut untuk melakukan hal tersebut. Selain itu adanya sanksi dalam islam adalah sebagai jawabir yaitu penghapus dosa, maksudnya dia diampuni dari kesalahan yang dia perbuat tersebut sewaktu di dunia.

Jika keimanan sudah tertancap, kesejahteraan, keamanan terpenuhi serta pintu maksiat ditutup, kehidupan seperti apa lagi yang diinginkan selain hidup dalam naungan negara yang menerapkan Islam kaffah?
Wallahu'alam bisshowwab[]

COMMENTS

Name

afkar,5,agama bahai,1,Agraria,2,ahok,2,Analysis,50,aqidah,9,artikel,13,bedah buku,1,bencana,23,berita,49,berita terkini,228,Breaking News,8,Buletin al-Islam,13,Buletin kaffah,54,catatan,5,cek fakta,2,Corona,122,curang,1,Dakwah,42,demokrasi,52,Editorial,4,Ekonomi,186,fikrah,6,Fiqih,16,fokus,3,Geopolitik,7,gerakan,5,Hukum,90,ibroh,17,Ideologi,68,Indonesia,1,info HTI,10,informasi,1,inspirasi,32,Internasional,3,islam,192,Kapitalisme,23,keamanan,8,keluarga,51,Keluarga Ideologis,2,kesehatan,83,ketahanan,2,khi,1,Khilafah,289,khutbah jum'at,3,Kitab,3,klarifikasi,4,Komentar,76,komunisme,2,konspirasi,1,kontra opini,28,korupsi,40,Kriminal,1,Legal Opini,17,liberal,2,lockdown,24,luar negeri,47,mahasiswa,3,Medsos,5,migas,1,militer,1,Motivasi,3,muhasabah,17,Musibah,4,Muslimah,87,Nafsiyah,9,Nasihat,9,Nasional,2,Nasjo,12,ngaji,1,Opini,3556,opini islam,87,Opini Netizen,1,Opini Tokoh,102,ormas,4,Otomotif,1,Pandemi,4,parenting,4,Pemberdayaan,1,pemikiran,19,Pendidikan,112,Peradaban,1,Peristiwa,12,pertahanan,1,pertanian,2,politik,320,Politik Islam,14,Politik khilafah,1,propaganda,5,Ramadhan,5,Redaksi,3,remaja,7,Renungan,5,Review Buku,5,rohingya,1,Sains,3,santai sejenak,2,sejarah,70,Sekularisme,5,Sepiritual,1,skandal,3,Sorotan,1,sosial,66,Sosok,1,Surat Pembaca,1,syarah hadits,8,Syarah Kitab,1,Syari'ah,45,Tadabbur al-Qur’an,1,tahun baru,2,Tarikh,2,Tekhnologi,2,Teladan,7,timur tengah,32,tokoh,49,Tren Opini Channel,3,tsaqofah,6,tulisan,5,ulama,5,Ultimatum,7,video,1,
ltr
item
Tren Opini: KDRT, Cermin Rusaknya Tatanan Keluarga Dalam Kapitalisme Sekular
KDRT, Cermin Rusaknya Tatanan Keluarga Dalam Kapitalisme Sekular
KDRT keretakan rumahtangga
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiB29P5_4oPb86dprdXh3xyNx5dZUZgoMVcGaJPwtYqowBmbtEVWswl37uM8dTsA1fKGFj_3x0GrCJrH4aeESTGJ2CMkgxtih3RAlzXPxw6iVQkAjFpnMt_pwyq1sYo0usQkGjgK-AM2DNvHkFy8tBziPXbFnvTke6o_pFYfbueLTSQMYlooNlo-GUZgig/s16000/PicsArt_12-25-10.07.31_compress64.webp
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiB29P5_4oPb86dprdXh3xyNx5dZUZgoMVcGaJPwtYqowBmbtEVWswl37uM8dTsA1fKGFj_3x0GrCJrH4aeESTGJ2CMkgxtih3RAlzXPxw6iVQkAjFpnMt_pwyq1sYo0usQkGjgK-AM2DNvHkFy8tBziPXbFnvTke6o_pFYfbueLTSQMYlooNlo-GUZgig/s72-c/PicsArt_12-25-10.07.31_compress64.webp
Tren Opini
https://www.trenopini.com/2023/12/kdrt-cermin-rusaknya-tatanan-keluarga.html
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/2023/12/kdrt-cermin-rusaknya-tatanan-keluarga.html
true
6964008929711366424
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy