Konser Blackpink: Antara Obsesi dan Esensi Generasi

Kapitalisme dunia hiburan

Konser Blackpink: Antara Obsesi dan Esensi Generasi

Oleh: Rifdah Reza Ramadhan, S.Sos.

Akhir-akhir ini generasi muda Indonesia disibukkan dengan konser sang idola, yaitu konser Blackpink di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta tanggal 11-12 Maret 2023. Baik dunia nyata dan online semuanya dipenuhi serba-serbi Blackpink. Bahkan, bertepatan dengan konser di Jakarta ini, Blackpink pecahkan rekor dunia sebagai kelompok penyanyi perempuan yang paling banyak didengar di Spotify seluruh dunia.

Keloyalitasan generasi muda terhadap Blackpink ini semakin terlihat dengan tiket konser yang habis terjual dengan harga yang tidaklah murah. Bahkan tidak jarang ada penjualan tiket dengan harga yang berkali lipat tetapi masih saja laris manis. Itu membuktikan bahwa generasi hari ini rela mengeluarkan berapa saja demi hal-hal yang disukai.

Tetapi, bila berpikir lebih mendalam kita akan temukan adanya obsesi yang tinggi pada generasi. Hal itu karena adanya Kapitalisasi teknologi. Hal-hal yang menguntungkan akan terus menerus digemborkan dan diiklankan di tengah generasi sehingga menciptakan obsesi yang terpolarisasi. Dengan demikian generasi menjadi kehilangan esensi hakiki sebagai seorang muslim yang seharusnya fokus pada mengejar ridho Ilahi.

Generasi Terbuai Obsesi Semu

Strategi marketing Kapitalis bukanlah hal yang sepele, hal tersebut sudah menjelma menjadi industri yang terus berkembang ke segala sisi, bahkan hingga masuk ke sendi-sendi masyarakat terutama generasi muda hari ini. Hal itu memunculkan obsesi dari para generasi guna mengejar standar Kapitalis yang mereka sebar secara massif.

Generasi saat ini bagaikan itik yang mengikuti kemanapun perginya sang induk. Generasi menjadi sulit membedakan mana yang sebetulnya baik dan buruk lantaran titik yang dituju seakan menghipnotis pikiran dan sikapnya. Sebagaimana yang disampaikan oleh Dr. Fika Komara selaku Geostrategist, bahwa masyarakat ditarget dan diperlakukan sebagai objek yang loyal terhadap brand tertentu, terisolasi dunia hyperrealism dan ekosistem pasar yang dibuat oleh dunia industri.

Ini menunjukkan bahwa generasi semakin terpolarisasi menjadi individu yang tidak memiliki kesadaran terhadap apa yang mereka sukai bahkan lakukan. Standar melakukan sesuatu beralih menjadi mengikuti yang sedang tren saja karena alasan tak ingin tertinggal. Hal itu pun sering disebut sebagai FOMO (Fear of Missing Out).

Generasi menjadi kecanduan hingga level terobsesi pada hal-hal yang bila didalami tidaklah memberikan arti penting. Generasi mudah teracuni oleh nilai-nilai asing dan reaktif pada isu-isu yang sedang viral. Dengan demikian generasi kehilangan esensi kehidupan.

Esensi yang Kian Terkubur

Dengan kencangnya strategi Kapitalisme untuk meredam nilai-nilai dan kebangkitan Islam, maka membuat esensi kehidupan generasi muslim terkubur. Banyak yang lupa jati dirinya sebagai seorang muslim, enggan memperlihatkan keislamannya, atau bahkan menjadi bagian yang menyudutkan Islam.

Dengan landasan Kapitalisme, aktivitas Islami tak jarang malah mendapatkan diskriminasi oleh berbagai pihak, sebagaimana contoh aktivis rohis yang dicap radikal, pengemban dakwah yang dituduh intoleran, pengkerdilan dan pembubaran pengajian serta masih banyak lagi. Anehnya hal-hal tersebut terjadi di negara dengan jumlah kaum muslim terbanyak di dunia.

Generasi pun menjadi pasif pada problematika yang hadir di tengah masyarakat, generasi beralih menjadi individualis yang hanya berkutat pada mengurusi urusannya sendiri. Padahal di masa keemasan inilah pemuda ada di antara dua kelemahan, pemuda kuat tak seperti anak bayi yang sulit untuk berjalan, pemuda pun optimal secara pemikiran tak seperti sosok yang tua renta yang perihal mengingat saja sudah sulit. Sayang sekali bila dibiarkan tak berdaya di jalan Allah ini.

Inilah Bukti Negara Tanpa Visi Membina Generasi

Selayaknya Kapitalisme yang menciptakan strategi tiada henti untuk menyetir generasi, maka perlu visi yang terstruktur pula untuk menebas ini semua. Karena jika dibiarkan begitu saja, generasi akan semakin tergerus oleh Kapitalisme yang meletakkan prioritas pada materi. Standar generasi hanya sebatas mencari kebahagian semu dan berlari-lari mengejar materi. Obsesi keliru juga kian mengakar kepada hal-hal yang tak bermakna, perkara baik dan buruk semakin samar bahkan tiada. Semua berlandas pada kebebasan yang menyesatkan.

Untuk menyelesaikan semua ini, maka kita harus menggunakan aturan Islam secara menyeluruh guna membangun peradaban yang mulia. Peradaban yang menaruh peran generasi sebagai garda terdepan untuk menjalankan esensi hakiki. Yaitu, dengan Islam peran generasi muda akan berdaya secara efektif. Tak ada lagi generasi yang kehilangan arah bahkan terhipnotis oleh standar duniawi.

Semua itu karena dengan aturan Islam, landasan tertuju pada meraih ridha Allah SWT. Langkah setiap generasi akan terkontrol oleh keimanan dan hubungannya langsung dengan Sang Pencipta. Sehingga menjadi enggan untuk mengejar obsesi yang semu dan tak berguna. Hanya Islam dengan aturan yang diterapkan di bawah naungan kekhilafahan secara utuh lah yang dapat mencetak generasi berkepribadian Islam. Yaitu bukan hanya skala kecil, tetapi dalam seluruh bidang kehidupan. Karena semuanya butuh dukungan dan fasilitas nyata dari hal terkecil sampai terbesar. Itu semua tidaklah dapat digapai selain dengan aturan Islam secara terstruktur sesuai yang Rasulullah SAW contohkan.

Maka jadilah barisan yang mau menjemput dan mendukung upaya-upaya mengembalikan generasi pada peradaban Islam. Semoga kita semua dapat merasakan kedamaian di bawah naungan kekhilafahan dan diarahkan untuk menggapai keridhoan Allah SWT Sang Pemilik Kehidupan.

Wallahu a’lam.

COMMENTS

Name

afkar,5,agama bahai,1,Agraria,2,ahok,2,Analysis,50,aqidah,9,artikel,13,bedah buku,1,bencana,23,berita,49,berita terkini,228,Breaking News,8,Buletin al-Islam,13,Buletin kaffah,54,catatan,5,cek fakta,2,Corona,122,curang,1,Dakwah,42,demokrasi,52,Editorial,4,Ekonomi,186,fikrah,6,Fiqih,16,fokus,3,Geopolitik,7,gerakan,5,Hukum,90,ibroh,17,Ideologi,68,Indonesia,1,info HTI,10,informasi,1,inspirasi,32,Internasional,3,islam,192,Kapitalisme,23,keamanan,8,keluarga,51,Keluarga Ideologis,2,kesehatan,83,ketahanan,2,khi,1,Khilafah,289,khutbah jum'at,3,Kitab,3,klarifikasi,4,Komentar,76,komunisme,2,konspirasi,1,kontra opini,28,korupsi,40,Kriminal,1,Legal Opini,17,liberal,2,lockdown,24,luar negeri,47,mahasiswa,3,Medsos,5,migas,1,militer,1,Motivasi,3,muhasabah,17,Musibah,4,Muslimah,87,Nafsiyah,9,Nasihat,9,Nasional,2,Nasjo,12,ngaji,1,Opini,3556,opini islam,87,Opini Netizen,1,Opini Tokoh,102,ormas,4,Otomotif,1,Pandemi,4,parenting,4,Pemberdayaan,1,pemikiran,19,Pendidikan,112,Peradaban,1,Peristiwa,12,pertahanan,1,pertanian,2,politik,320,Politik Islam,14,Politik khilafah,1,propaganda,5,Ramadhan,5,Redaksi,3,remaja,7,Renungan,5,Review Buku,5,rohingya,1,Sains,3,santai sejenak,2,sejarah,70,Sekularisme,5,Sepiritual,1,skandal,3,Sorotan,1,sosial,66,Sosok,1,Surat Pembaca,1,syarah hadits,8,Syarah Kitab,1,Syari'ah,45,Tadabbur al-Qur’an,1,tahun baru,2,Tarikh,2,Tekhnologi,2,Teladan,7,timur tengah,32,tokoh,49,Tren Opini Channel,3,tsaqofah,6,tulisan,5,ulama,5,Ultimatum,7,video,1,
ltr
item
Tren Opini: Konser Blackpink: Antara Obsesi dan Esensi Generasi
Konser Blackpink: Antara Obsesi dan Esensi Generasi
Kapitalisme dunia hiburan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiyX6EXc1RqZmkzxSQVn3WneLdBzPfQviehjuL_sBG8GgoUAAz8y0jsUpthRAPNNkqWjuqphvCwauEMmFdoDLCXdam4N9_b86iZl2y0yLH69Hs394-dP5ywrqpR5ciRQwvboznvDhe_DDsvvVJuC537wH86VUIqkdpUhiuP7ikzafN4Xc8yrhpuXjf/s16000/png_20230317_110435_0000_compress87.webp
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiyX6EXc1RqZmkzxSQVn3WneLdBzPfQviehjuL_sBG8GgoUAAz8y0jsUpthRAPNNkqWjuqphvCwauEMmFdoDLCXdam4N9_b86iZl2y0yLH69Hs394-dP5ywrqpR5ciRQwvboznvDhe_DDsvvVJuC537wH86VUIqkdpUhiuP7ikzafN4Xc8yrhpuXjf/s72-c/png_20230317_110435_0000_compress87.webp
Tren Opini
https://www.trenopini.com/2023/03/konser-blackpink-antara-obsesi-dan.html
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/2023/03/konser-blackpink-antara-obsesi-dan.html
true
6964008929711366424
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy