Duka Masih Menyelimuti Kami, Mana Empatimu Wahai Penguasa

Jokowi gempa cianjur

Duka Masih Menyelimuti Kami, Mana Empatimu Wahai Penguasa

Oleh: Titin Kartini

Duka Cianjur duka kami semua, teguran itu untuk kami semua. Merasakan bagaimana sakitnya ditinggal orang-orang tercinta secara tiba-tiba.Sedih dan bingung pastinya dirasakan oleh masyarakat Cianjur, andai ku punya sayap ingin rasanya terbang segera memeluk saudari-saudariku menenangkan anak-anak ku dan berkata "tenanglah semua akan baik-baik saja" namun apalah daya hanya bisa mengucap doa dan tangis melihat mereka meski lewat dunia maya. Namun setidaknya itulah saat ini yang bisa diberikan untuk saudara-saudaraku di Cianjur.

Berharap pada penguasa untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi mereka menjadi harapan masyarakat. Korban yang meninggal lebih dari seratus orang dan puluhan masih belum diketahui nasibnya ratusan rumah porak poranda belum fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah. Orang nomor satu di negeri ini telah datang meninjau lokasi bencana dengan menjanjikan bantuan untuk perbaikan rumah, untuk rumah yang rusak parah bantuan yang diberikan Rp50 juta dan untuk yang rusak sedang RP20 juta.

Namun itu semua masih berupa janji realitanya kita lihat nanti. Sudah melihat langsung seharusnya pemimpin lebih berempati dan mengerahkan segala kemampuannya untuk melayani rakyat, sangat disayangkan ini tidak terjadi bak sebuah drama hanya selang beberapa hari penguasa beserta relawannya mengadakan acara megah yang menyedot dana besar.

Pertemuan tersebut bertempat di Gelora Bung Karno Jakarta pada hari Sabtu, 24 November 2022 yang bertajuk Gerakan Nusantara Bersatu.Banyak diantara mereka tidak mengetahui tujuan diadakannya acara tersebut, seperti cerita Unik Mantri yang ikut karena diajak oleh temannya, disediakan bus ke Jakarta dengan polosnya ia ikut tanpa tahu maksud dan tujuannya. Ada pula yang terjebak mereka pikir ada acara doa bersama salah satu habib dan tidak mengetahui jika ada presiden.
(metro.tempo.co 26/11/2022.)

Ironis, seorang pemimpin mampu bersuka cita ditengah duka yang dialami sebagian rakyatnya, nyawa yang yang meninggal mencapai ratusan bukan lagi puluhan mereka butuh bantuan nyata untuk terus menerus hingga mereka mampu berdiri kembali. Namun demi nafsu kepentingan pribadi dan golongannya rasa itu tak ada. Penguasa menari-nari diatas luka rakyatnya. Inilah ciri khas pemimpin dalam sistem demokrasi kapitalisme yang sekuler dan liberal pemimpin minim empati.

Jabatan kekuasaan bukan untuk mengemban amanah rakyat, namun untuk mengukuhkan kedudukan diri dan golongannya demi setitik kemewahan dunia yang fana rela mengabaikan rakyatnya. Semua sah dalam sistem ini karena standar perbuatan mereka adalah meraih keuntungan sebanyak-banyaknya.

Islam mengajarkan bahwa seorang pemimpin adalah penanggung jawab utama rakyatnya seperti sabda Nabi Muhammad Saw. "Imam adalah laksana penggembala, dan hanya dialah yang bertanggung jawab terhadap gembalaannya." (HR.Muslim). "Imam (kepala negara) itu laksana penggembala, hanya dialah yang bertanggung jawab terhadap (urusan) rakyatnya." (HR. Bukhari).

Dua hadits diatas yang mempunyai makna yang sama yaitu bagaimana seorang pemimpin harus bertanggung jawab terhadap urusan rakyatnya dan menjadi garda terdepan untuk rakyatnya. Hal ini telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw dalam kepemimpinan Beliau sebagai kepala negara yang dicontohkan dan dipraktikan oleh para sahabat dalam kepemimpinan mereka dengan sistem Islam yaitu Khilafah. Para Khulafaur Rasyidin mampu membawa peradaban Islam menjadi gemilang dan mengatasi segala macam problematika kehidupan dengan aturan Islam.

Kita pasti sudah tahu bagaimana Khalifah Umar bin Khattab dalam kepemimpinannya. Saat terkena musibah baik bencana alam maupun wabah penyakit, Beliau orang pertama yang merasakan apa yang dirasa rakyatnya. Selama musim paceklik Umar menolak memakan daging tidak mau makan enak selama rakyatnya belum sejahtera. Makan enak saja beliau tidak mau apalagi bersenang-senang. Keimanan dan kuatnya aqidah telah menancap dalam diri seorang pemimpin sistem Islam Khilafah. Bahkan ketika diserahkan kekuasaan para pemimpin peradaban Islam menangis tersedu-sedu karena takut akan pertanggung jawaban di akhirat kelak, hidup mereka jauh dari kata mewah, mereka melayani bukan dilayani.

Jauh panggang dari api dengan saat ini, kita dibuat sakit lahir batin melihat kelakuan penguasa dan para kroninya.Muak, marah, sedih menjadi satu mereka bermain-main dengan nyawa rakyat seakan tak ada artinya. Nyawa rakyat dihargai terlalu murah.

Kita tidak mau ini semua terus terjadi, maka tegaknya sistem Islam Khilafah menjadi satu kebutuhan yang tak bisa ditunda-tunda lagi. Kita rindu sosok pemimpin seperti para Khulafaur Rasyidin dan juga para penerusnya para Khalifah yang segala sesuatunya mencontoh manusia mulia Rasulullah Saw. mari rapatkan barisan kita berjuang demi tegaknya khilafah ala min haji nubuwah seperti janji Allah Allah dan Rasul-Nya.

Wallahu a'lam.

COMMENTS

Name

afkar,5,agama bahai,1,Agraria,1,ahok,2,Analysis,50,aqidah,9,artikel,13,bedah buku,1,bencana,23,berita,47,berita terkini,228,Breaking News,8,Buletin al-Islam,13,Buletin kaffah,54,catatan,5,cek fakta,2,Corona,122,curang,1,Dakwah,42,demokrasi,52,Editorial,4,Ekonomi,180,fikrah,6,Fiqih,15,fokus,2,Geopolitik,6,gerakan,5,Hukum,89,ibroh,17,Ideologi,68,Indonesia,1,info HTI,10,informasi,1,inspirasi,32,Internasional,3,islam,192,Kapitalisme,23,keamanan,8,keluarga,44,Keluarga Ideologis,2,kesehatan,81,ketahanan,2,khi,1,Khilafah,287,khutbah jum'at,3,Kitab,3,klarifikasi,4,Komentar,76,komunisme,2,konspirasi,1,kontra opini,26,korupsi,39,Kriminal,1,Legal Opini,17,liberal,2,lockdown,24,luar negeri,47,mahasiswa,3,Medsos,5,migas,1,militer,1,Motivasi,3,muhasabah,16,Musibah,4,Muslimah,85,Nafsiyah,9,Nasihat,9,Nasional,2,Nasjo,12,ngaji,1,Opini,3512,opini islam,86,Opini Netizen,1,Opini Tokoh,102,ormas,4,Otomotif,1,Pandemi,4,parenting,4,Pemberdayaan,1,pemikiran,19,Pendidikan,109,Peradaban,1,Peristiwa,11,pertahanan,1,pertanian,2,politik,314,Politik Islam,14,Politik khilafah,1,propaganda,5,Ramadhan,3,Redaksi,3,remaja,7,Renungan,5,Review Buku,5,rohingya,1,Sains,3,santai sejenak,2,sejarah,70,Sekularisme,5,Sepiritual,1,skandal,3,Sorotan,1,sosial,65,Sosok,1,Surat Pembaca,1,syarah hadits,8,Syarah Kitab,1,Syari'ah,44,Tadabbur al-Qur’an,1,tahun baru,2,Tarikh,2,Tekhnologi,2,Teladan,7,timur tengah,32,tokoh,49,Tren Opini Channel,3,tsaqofah,6,tulisan,5,ulama,5,Ultimatum,7,video,1,
ltr
item
Tren Opini: Duka Masih Menyelimuti Kami, Mana Empatimu Wahai Penguasa
Duka Masih Menyelimuti Kami, Mana Empatimu Wahai Penguasa
Jokowi gempa cianjur
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj67nOUULoI-SRk4KVFKYCAdNFU30Vuhe_FoKpVOKLJwR7jqUVjjuM1w16SeLtmRZMJm4_0P50_Gmxsdz2h31RqmvM6wxLF93gjDO-VjiG4jXP53EOBTlLz8GywjTuvsePF_7mps4Dd3WOfAecEdyqzZZJd8pk20PPQQqHtgLw93_hC3PMd2lnPkooK/s16000/png_20221207_141231_0000_compress52.webp
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj67nOUULoI-SRk4KVFKYCAdNFU30Vuhe_FoKpVOKLJwR7jqUVjjuM1w16SeLtmRZMJm4_0P50_Gmxsdz2h31RqmvM6wxLF93gjDO-VjiG4jXP53EOBTlLz8GywjTuvsePF_7mps4Dd3WOfAecEdyqzZZJd8pk20PPQQqHtgLw93_hC3PMd2lnPkooK/s72-c/png_20221207_141231_0000_compress52.webp
Tren Opini
https://www.trenopini.com/2022/12/duka-masih-menyelimuti-kami-mana.html
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/2022/12/duka-masih-menyelimuti-kami-mana.html
true
6964008929711366424
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy