ANCAMAN PHK MASAL, RAPUHNYA REZIM KAPITAL

Ancaman PHK

ANCAMAN PHK MASAL, RAPUHNYA REZIM KAPITAL

OLEH : YUNIASRI LYANAFITRI

Dampak geopolitik dan perang di kawasan Ukraina yang memicu tekanan inflasi tinggi kini dirasakan oleh para pekerja dan pengusaha di Indonesia. Pasalnya, ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran mulai banyak terjadi di pabrik sepatu dan tekstil dalam negeri. Hal ini terjadi akibat perlambatan ekonomi dan lonjakan inflasi di negara tujuan ekspor, seperti Amerika Serikat, Eropa, dan China. Penundaan dan pembatalan ekspor pun dilaporkan terus terjadi, bahkan sudah ada yang mengalami pembatalan sampai 50%. (cnbcindonesia.com 6/11/2022)

Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Firman Bakri mengaku tidak bisa memprediksi sampai kapan dan besar dampak yang ditimbulkan dari ketidakpastian global dan perlambatan ekonomi di sejumlah negara tujuan ekspor. Akibat jangka panjangnya, tidak hanya PHK tetapi juga henti produksi yang berarti pabrik menutup operasionalnya secara permanen. Per hari selasa, 2 November 2022 saja menurut Sekjen Asosiasi Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta, sekitar 78.000 pekerja telah dirumahkan.

Bahkan sudah ada 18 perusahaan yang tutup dari 14 kabupaten/kota di Jawa Barat, dan akan terus bertambah seiring laporan yang masuk, tambah Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Produk Tekstil Provinsi Jabar (PPTPJB). (investor.id 2/11/2022)

Dalam ekonomi kapitalis, kondisi sebagaimana di atas merupakan hal yang wajar terjadi. Bahkan, akan terus berulang terjadi. Karena dalam sistem tersebut menggunakan uang kertas yang tidak memiliki nilai intrinsik. Dan yang lebih membahayakan lagi adanya kurs mata uang di masing-masing negara yang disandarkan pada dolar AS. Padahal sejak 1971, AS mencetak uang kertasnya sesuai dengan keperluannya tanpa adanya backup emas. Hal inilah yang menjadikan mudahnya perekonomian dunia mengalami inflasi. Tidak adanya standar pengendalian percetakan uang kertas yang menjadikan kondisi “jumlah komoditi lebih sedikit dari uang yang beredar atau sebaliknya” sering terjadi. (news.detik.com 2/12/2008)

Ditambah, AS sebagai negara pemenang dalam Perang Dunia II memiliki pengaruh kuat pada ekonomi global yang berdampak pada setiap negara di dunia. Sehingga negara-negara tidak punya kemandirian dalam interaksi ekonominya, baik ekspor maupun impor. Apalagi negara tersebut tergabung dalam organisasi dunia. Maka, negara tersebut akan terikat penuh dengan aturan organisasi dunia tersebut.

Sehingga jika AS mengalami krisis maka dapat dipastikan akan berdampak pada sebagian besar negara di dunia. Sebagai contoh, terjadi ketegangan politik, seperti perang antara Ukraina dan Rusia yang berdampak pada penghentian pemasokan minyak bumi sebagai bahan baku industri di AS dan negara-negara Eropa. Oleh karena itu, siklus produksi dan daya beli masyarakat AS menurun drastis diikuti inflasi pada negara-negara lainnya.

Efek domino inilah yang menjadikan sistem ekonomi kapitalis rapuh dan rentan. Dalam siklus produksinya yang cepat mampu memperdaya manusia sehingga kontrol tak lagi ada. Apapun akan dilakukan bahkan dengan semakin mempercepat laju poduksi hanya untuk mendapatkan keuntungan yang menjulang.

Padahal hal itu dapat menyebabkan berbagai kerusakan dalam kehidupan. Salah satunya meningkatnya angka kriminalitas. Karena setiap orang akan mampu melakukan apapun untuk mendapatkan uang. Termasuk menghilangkan nyawa saudaranya atau kerabatnya sendiri. Tindak kecurangan dan penipuan pun kian marak. Apalagi angka pengangguran yang tinggi akibat PHK masal.

Sudahlah jatuh tertimpa tangga. Pepatah ini memang sangat sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini. Ekonomi global yang menerapkan sistem ekonomi kapitalis menjadikan semua hal dihargai jika memiliki nilai materi. Akhirnya, rakyat mau melakukan apapun untuk bisa mendapatkan uang. Namun, apa daya ketika kesempatan kerja yang didapat dengan susah payah berakhir dengan PHK. Atau kalah bertanding dengan Tenaga Kerja Asing (TKA) dari Cina yang mendapat keistimewaan akibat adanya UU Omnibus Law.

Seolah untuk bertahan hidup saja sudah terlampau sulit. Rakyat hanya dipaksa untuk bisa mandiri memenuhi semua kebutuhan hidupnya. Bahkan kemungkinan besar keadaan seperti saat ini disengaja agar rakyat hanya terpaku pada urusan pribadinya yang terus menerus disibukkan untuk mencari uang. Sehingga rakyat hanya bisa berkutat pada aktivitasnya yang monoton. Pemikirannya pun hanya akan digunakan sepenuhnya untuk memikirkan cara bertahan hidup di dunia yang materialistik ini.

Padahal jika saja setiap individu rakyat mau sedikit memikirkan tentang kerusakan yang telah nyata terjadi, maka mereka akan sepakat satu tujuan untuk mencampakkan sistem yang rusak dan merusak ini. Karena terus menerus bercengkerama dengan sistem bobrok ini akan menjadikan manusia semakin rusak moral dan akalnya. Maka hanya ada satu solusi sebagai pemecah masalah manusia saat ini dan di masa mendatang, yaitu dengan mengganti sistem kapitalis dengan sistem yang berasal dari Sang Maha Benar, Allah swt.

Dengan Islam, manusia akan diperlakukan sesuai dengan fitrahnya. Negara yang menerapkan Islam sebagai landasan aturan dan hukumnya akan menjadi pengayom dan penanggungjawab penuh atas hidup tiap individu rakyatnya. Tiap kepala akan ditanggung kebutuhan pokok dan kebutuhan dasarnya. Maka hanya akan ada kesejahteraan hidup dalam naungan daulah Islam (Khilafah).

Khilafah mampu menentukan sikap ekonominya secara mandiri dan tegas di hadapan negara-negara lain di dunia. Karena sistem ekonomi Islam mampu menyokong kebutuhan negara dan rakyatnya. Siklus produksi, barang yang diperjualbelikan, kualitas, dan jumlah komiditinya diawasi langsung oleh negara. Alat tukar yang digunakan pun memiliki nilai intrinsik yang tidak lekang oleh waktu dan tempat, yaitu dengan menggunakan emas dan perak. Pos pemasukan dalam Baitul Mal (seperti APBN) stabil karena sumbernya bukan dari pajak apalagi dari hutang dengan organisasi dunia atau negara lain. Sehingga khilafah tidak akan terpengaruh dengan konstelasi ekonomi global. Apalagi dikendalikan dan patuh dengan arahan atau aturan dari pihak luar.

Allah swt berfirman, yang artinya, “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang diantara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridhoi. ....” (Q.S. An-Nur : 55)

Wallahu’alam bishshowwab

COMMENTS

Name

afkar,5,agama bahai,1,Agraria,2,ahok,2,Analysis,50,aqidah,9,artikel,13,bedah buku,1,bencana,23,berita,49,berita terkini,228,Breaking News,8,Buletin al-Islam,13,Buletin kaffah,54,catatan,5,cek fakta,2,Corona,122,curang,1,Dakwah,42,demokrasi,52,Editorial,4,Ekonomi,186,fikrah,6,Fiqih,16,fokus,3,Geopolitik,7,gerakan,5,Hukum,90,ibroh,17,Ideologi,68,Indonesia,1,info HTI,10,informasi,1,inspirasi,32,Internasional,3,islam,192,Kapitalisme,23,keamanan,8,keluarga,51,Keluarga Ideologis,2,kesehatan,83,ketahanan,2,khi,1,Khilafah,289,khutbah jum'at,3,Kitab,3,klarifikasi,4,Komentar,76,komunisme,2,konspirasi,1,kontra opini,28,korupsi,40,Kriminal,1,Legal Opini,17,liberal,2,lockdown,24,luar negeri,47,mahasiswa,3,Medsos,5,migas,1,militer,1,Motivasi,3,muhasabah,17,Musibah,4,Muslimah,87,Nafsiyah,9,Nasihat,9,Nasional,2,Nasjo,12,ngaji,1,Opini,3556,opini islam,87,Opini Netizen,1,Opini Tokoh,102,ormas,4,Otomotif,1,Pandemi,4,parenting,4,Pemberdayaan,1,pemikiran,19,Pendidikan,112,Peradaban,1,Peristiwa,12,pertahanan,1,pertanian,2,politik,320,Politik Islam,14,Politik khilafah,1,propaganda,5,Ramadhan,5,Redaksi,3,remaja,7,Renungan,5,Review Buku,5,rohingya,1,Sains,3,santai sejenak,2,sejarah,70,Sekularisme,5,Sepiritual,1,skandal,3,Sorotan,1,sosial,66,Sosok,1,Surat Pembaca,1,syarah hadits,8,Syarah Kitab,1,Syari'ah,45,Tadabbur al-Qur’an,1,tahun baru,2,Tarikh,2,Tekhnologi,2,Teladan,7,timur tengah,32,tokoh,49,Tren Opini Channel,3,tsaqofah,6,tulisan,5,ulama,5,Ultimatum,7,video,1,
ltr
item
Tren Opini: ANCAMAN PHK MASAL, RAPUHNYA REZIM KAPITAL
ANCAMAN PHK MASAL, RAPUHNYA REZIM KAPITAL
Ancaman PHK
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqtcb7XwNZPfPP6OZTuRY4EM2fOhQrgdHRg4JwtC0HsR-IJ4zP3Fxu1yRQyhaL9IZr3lJQ21vbjfpNdcu0P5-VxzKTjJVsJKJ8XqM6pjCzkrwJKEtmo44UlNmly0v73iTExKAGBSDK6K-Pqvi7AZt1IAG0JE4KLT5WkX2ix2diGB6b62jHKnSPqOW6/s16000/png_20221118_222453_0000_compress16.webp
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqtcb7XwNZPfPP6OZTuRY4EM2fOhQrgdHRg4JwtC0HsR-IJ4zP3Fxu1yRQyhaL9IZr3lJQ21vbjfpNdcu0P5-VxzKTjJVsJKJ8XqM6pjCzkrwJKEtmo44UlNmly0v73iTExKAGBSDK6K-Pqvi7AZt1IAG0JE4KLT5WkX2ix2diGB6b62jHKnSPqOW6/s72-c/png_20221118_222453_0000_compress16.webp
Tren Opini
https://www.trenopini.com/2022/11/ancaman-phk-masal-rapuhnya-rezim-kapital.html
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/2022/11/ancaman-phk-masal-rapuhnya-rezim-kapital.html
true
6964008929711366424
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy