Pelajar Marak Tawuran, Alasannya Karena Balas Dendam?

Akar masalah tawuran pelajar

Tatanan kehidupan yang jauh dari agama menempatkan keberhasilan intelektual sebagai keutamaan dan Pendidikan agama hanyalah sebagai pendamping saja, bukan merupakan dasar dalam pendidikan baik dilingkungan keluarga maupun di dalam intitusi pendidikan, sehingga muncul generasi yang memiliki fisik matang namun jauh dari ketakwaan, kebingungan akan identitas diri bahkan kehilangan jati dirinya

Oleh: Asma Sulistiawati (Pegiat Literasi)

Tiga sekolah menengah atas (SMA) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) terlibat aksi tawuran, Kamis (8/9/2022). Ketiga sekolah itu yakni SMAN 7, SMAN 6 dan SMKN 1. Aksi tawuran ketiga sekolah itu terjadi sekitar pukul 13.40 WITA di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Wawombalata, Kecamatan Mandonga. Kapolsek Mandonga, Kompol Muhammad Salman menuturkan, tawuran antar-pelajar itu diduga karena adanya motif balas dendam terhadap siswa di SMAN 7 Kendari. "Katanya dia dapat informasi kalau temannya dipukuli oleh pelajar di SMAN 7 Kendari. Akhirnya dia menghubungi dan mengajak teman-temannya yang lain untuk menyerang SMAN 7," tutur Salan melalui keterangan resminya yang diterima Kendariinfo.

Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam insiden itu. Dua orang pelajar berinisial MD (16) dan FA (16) berhasil diamankan oleh warga, kemudian diserahkan ke Pihak Polsek Mandonga. “Guru dan orang tua kedua pelajar itu juga kami panggil. Kedua siswa itu sudah kita pulangkan setelah ambil keterangannya dan berikan pembinaan,” pungkasnya (Kendariinfo, 08/09/2022).

Terus berulangnya kasus tawuran menunjukkan bahwa sistem sekuler yang memisahkan kehidupan dengan agama telah melahirkan kebebasan tanpa batas yang dapat mendorong manusia untuk melakukan segala sesuatu sekehendak hatinya. Tak ada rasa tanggung jawab dan takut akan akibat dari melakukan perbuatan-perbuatan tercela tersebut.

Tawuran lagi dan lagi. Kasus ini terus saja menjerat anak-anak muda usia belasan tahun. Pada usia belia seharusnya mereka sedang bersinar layaknya permata yang menjadi kebanggaan bangsa. Namun betapa banyak remaja harapan bangsa yang menyia-nyiakan waktunya untuk hal-hal yang tidak berguna bahkan bisa merusak nama baik dan masa depannya.

Problem tawuran seakan sudah menjadi budaya di Indonesia yang terus diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi. Pasalnya sudah puluhan tahun lamanya kasus tawuran seolah tidak pernah padam. Dari hari ke hari beritanya terus saja muncul di berbagai media massa. Tak peduli puasa ataupun hari raya, tak peduli dalam kondisi wabah pandemi tawuran tetap saja terjadi. Meski tubuh rawan terluka, nama baik dan masa depan dipertaruhkan karena bisa saja tertangkap polisi dan masuk bui. Resiko terbesar adalah kehilangan nyawa namun tidak juga membuat jera meski telah banyak korban yang berjatuhan.

Sungguh memprihatinkan anak-anak remaja kebingungan menemukan jati diri dan seolah kehilangan arah dalam menentukan masa depannya. Mereka yang seharusnya sibuk membenahi diri dengan ilmu untuk bekal hidupnya, justru mengambil jalan menerima warisan kekerasan yang tidak menutup kemungkinan mengorbankan nyawanya. Tawuran adalah salah satu masalah remaja yang sudah lama menggelayuti negeri ini namun sampai detik ini tidak terlihat usaha serius dari pemerintah untuk memadamkan problem ini.

Tatanan kehidupan yang jauh dari agama menempatkan keberhasilan intelektual sebagai keutamaan dan Pendidikan agama hanyalah sebagai pendamping saja, bukan merupakan dasar dalam pendidikan baik dilingkungan keluarga maupun di dalam intitusi pendidikan, sehingga muncul generasi yang memiliki fisik matang namun jauh dari ketakwaan, kebingungan akan identitas diri bahkan kehilangan jati dirinya. Hal inilah yang mendorong mereka mencari sesuatu atau melakukan sesuatu hal sebagai perwujudan eksistensi diri tanpa tahu atau perduli bahwa perbuatan tersebut merupakan perbuatan dosa.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan sistem pendidikan dalam sistem Islam yang meletakkan Agama sebagai fundamental dalam pendidikan baik di lingkungan keluarga, masyarakat, dan Negara yang menggunakan sistem Islam. Penanaman akidah sejak dini sebagai hamba Allah dilakukan untuk membangkitkan kesadaran dalam dirinya bahwa sepanjang hidupnya akan terikat dengan syariat yang menjadikannya bertakwa dan memiliki rasa takut kepada Allah yang dapat membentengi diri dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar.

Pendidikan life skill, kemandirian dan berdakwah dalam keluarga membantu generasi dalam menghadapi berbagai macam kondisi. Memiliki kemampuan memecahkan permasalahan pribadi maupun masyarakat sesuai syariat. Eksistensi diri yang jelas sebagai muslim yang taat dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah.

Kehidupan masyarakat yang penuh keimanan dapat tercipta karena rasa saling taawun, amar makruf nahi munkar. Negara berkewajiban memberikan pendidikan berbasis akidah yang dapat melahirkan generasi yang memiliki pola pikir dan sikap sesuai ajaran Islam yaitu generasi yang tidak hanya cemerlang dalam ilmu dunia namun juga ilmu agama.

Islam adalah agama yang memiliki aturan komplit dalam segala aspek tak terkecuali masalah tawuran. Sayangnya hari ini Islam hanya dianggap sebagai agama ritual saja sehingga aturannya tidak berdampak apa-apa pada kehidupan nyata. Hal ini terjadi karena Islam tidak lagi diemban dalam institusi Negara. Sebab aturan Islam hanya bisa diterapkan dalam kehidupan jika Islam dijadikan mabda dalam sebuah negara. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW kemudian diteruskan oleh Khulafaur Rasyidin dan Khalifah selanjutnya dengan menjadikan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai sumber hukumnya.

Pendidikan dalam Islam merupakan usaha nyata dan terstruktur secara sistematis. Semua itu untuk menyukseskan misi penciptaan manusia sebagai hamba dan Khalifah di bumi ini. Adapun tujuan pendidikan dalam Islam untuk melahirkan generasi bersyaksiyah (berkarakter atau berkepribadian) Islam, menguasai pemikiran Islam dengan handal, menguasai ilmu-ilmu pengetahuan dan teknologi dan memiliki keterampilan yang tepat guna atau berdaya guna.

Sedangkan dasar pendidikan Islam adalah akidah Islam. Dasar akidah Islam inilah yang berpengaruh dan menjadi rujukan dalam penerapan kurikulum pendidikan. Seperti sistem belajar mengajar, kualifikasi pengajar, pengembangan budaya dan interaksi semua penyelenggara pendidikan.
Wallahu'alam

COMMENTS

Name

afkar,5,agama bahai,1,Agraria,2,ahok,2,Analysis,50,aqidah,9,artikel,13,bedah buku,1,bencana,23,berita,49,berita terkini,228,Breaking News,8,Buletin al-Islam,13,Buletin kaffah,54,catatan,5,cek fakta,2,Corona,122,curang,1,Dakwah,42,demokrasi,52,Editorial,4,Ekonomi,185,fikrah,6,Fiqih,16,fokus,3,Geopolitik,7,gerakan,5,Hukum,90,ibroh,17,Ideologi,68,Indonesia,1,info HTI,10,informasi,1,inspirasi,32,Internasional,3,islam,192,Kapitalisme,23,keamanan,8,keluarga,49,Keluarga Ideologis,2,kesehatan,83,ketahanan,2,khi,1,Khilafah,287,khutbah jum'at,3,Kitab,3,klarifikasi,4,Komentar,76,komunisme,2,konspirasi,1,kontra opini,28,korupsi,40,Kriminal,1,Legal Opini,17,liberal,2,lockdown,24,luar negeri,47,mahasiswa,3,Medsos,5,migas,1,militer,1,Motivasi,3,muhasabah,16,Musibah,4,Muslimah,86,Nafsiyah,9,Nasihat,9,Nasional,2,Nasjo,12,ngaji,1,Opini,3548,opini islam,87,Opini Netizen,1,Opini Tokoh,102,ormas,4,Otomotif,1,Pandemi,4,parenting,4,Pemberdayaan,1,pemikiran,19,Pendidikan,110,Peradaban,1,Peristiwa,12,pertahanan,1,pertanian,2,politik,320,Politik Islam,14,Politik khilafah,1,propaganda,5,Ramadhan,3,Redaksi,3,remaja,7,Renungan,5,Review Buku,5,rohingya,1,Sains,3,santai sejenak,2,sejarah,70,Sekularisme,5,Sepiritual,1,skandal,3,Sorotan,1,sosial,65,Sosok,1,Surat Pembaca,1,syarah hadits,8,Syarah Kitab,1,Syari'ah,45,Tadabbur al-Qur’an,1,tahun baru,2,Tarikh,2,Tekhnologi,2,Teladan,7,timur tengah,32,tokoh,49,Tren Opini Channel,3,tsaqofah,6,tulisan,5,ulama,5,Ultimatum,7,video,1,
ltr
item
Tren Opini: Pelajar Marak Tawuran, Alasannya Karena Balas Dendam?
Pelajar Marak Tawuran, Alasannya Karena Balas Dendam?
Akar masalah tawuran pelajar
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0lgbAHl9Geih4qRJ4M1LyHQSSRotbT8Gusm3wjVUUVqm4pb_KSfgdbFvh-Z7a7HrlJ0rttgblmrVtsioCUdNW9-ZmUQ3RR5XsqCTeGWvFnNYeFgVQUcGHX9xywGhG9wO00SMRvcBFhAmkHxCqeygCzar39yd6fUvlB0RXAy8Np9ivT6FWy6qOjm8C/s16000/PicsArt_09-29-07.15.17_compress90.webp
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0lgbAHl9Geih4qRJ4M1LyHQSSRotbT8Gusm3wjVUUVqm4pb_KSfgdbFvh-Z7a7HrlJ0rttgblmrVtsioCUdNW9-ZmUQ3RR5XsqCTeGWvFnNYeFgVQUcGHX9xywGhG9wO00SMRvcBFhAmkHxCqeygCzar39yd6fUvlB0RXAy8Np9ivT6FWy6qOjm8C/s72-c/PicsArt_09-29-07.15.17_compress90.webp
Tren Opini
https://www.trenopini.com/2022/09/pelajar-marak-tawuran-alasannya-karena.html
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/2022/09/pelajar-marak-tawuran-alasannya-karena.html
true
6964008929711366424
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy