Dimana Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, Jika Perdukunan Syirik Masih Diizinkan?

Praktek perdukunan

Dimana Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, Jika Perdukunan Syirik Masih Diizinkan?

Oleh : Mirojul Lailiyah (Aktivis Muslimah)

Peristiwa yang belakangan ramai dibicarakan seputar sang pesulap merah yang membongkar trik kebohongan para dukun, tampak semakin viral diperbincangkan. Sebab dalam akun @fakta.indo terlihat seorang dukun bersertifikat dari Majelis Brajamusti, muncul di media sosial Instagram, yang sedang minta bantuan kekuatan gaib untuk melawan Pesulap Merah.

Di samping itu, sebagaimana suatu ulasan topik berita dalam tribunnews.com pada 10 Agustus 2022 lalu, persatuan dukun se-Indonesia baru saja melaporkan Pesulap Merah ke Polres Metro Jakarta Selatan, karena dianggap menghina profesi perdukunan yang dinyatakan telah memiliki akta pendirian yang tercatat di Kementerian Hukum dan HAM.

Nah, jika profesi perdukunan itu dinyatakan telah resmi pendiriannya, hingga lembaga persatuannya juga dibiarkan terbentuk ada, maka itu sudah cukup membuktikan bahwa Indonesia adalah negara sekuler yang memisahkan antara ajaran agama dengan kehidupan nyata.

Padahal Pancasila yang dinyatakan sebagai landasan utama negara, di mana sila pertamanya berbunyi "Ketuhanan yang Maha Esa" harusnya menjadi rujukan atau landasan, bahwa hanya Tuhan Yang Maha Esa sajalah yang patut disembah. Faktanya, negara ini malah melukai nilai-nilai Pancasila itu sendiri dengan membiarkan praktik perdukunan bahkan melegalisasikannya.

Dari semua realitas kehidupan yang rusak itu, jelas negara tidak membuat rakyat menjadi cerdas dan bertakwa. Dalam sisi keagamaan yang akan menjadi pertanggungjawaban abadi di alam akhirat nanti, negara sama sekali tidak melindungi unsur keimanan para warga negaranya. Praktik dukun yang sudah jelas haram dalam agama, yang membuat masyarakat menjadi banyak terjebak dosa menuju kampung neraka, kenyataannya dilegalkan menjadi suatu bentuk profesi pekerjaan yang dipandang istimewa. Para dukun dianggap memiliki kekuatan supranatural sebagai modal penciptaan lapangan kerja yang diakui melalui dalih Hak Asasi Manusia.

Selanjutnya, para jin kufur yang sangat gemar menggoda dan menipu umat manusia, selalu terikat hubungan kerja dengan para dukun dalam praktik perdukunan mereka. Sehingga, jika negara sekuler seperti Indonesia tidak berusaha dengan tegas menutup praktik berbahaya magis ini, maka pasti akan cenderung merusak suasana perdamaian masyarakat, akibatnya dapat memicu perseteruan antarumat manusia dalam jalur kehidupan nyata di dunia.

Semua itu sangat jauh berbeda dengan fakta sejarah negara Khilafah Islamiah yang melaksanakan hukum agama Islam sepenuhnya, tidak hanya sekadar memercayai Allah Swt. selaku Tuhan Yang Maha Esa, negara Khilafah juga akan menanamkan akidah kuat pada masyarakat. Dari sisi pendidikan, nilai keagamaan dikenal akan menjadi jalur utama yang mengisi ilmu pemikiran para generasinya, sehingga akan lahir karakter bertakwa yang menyadari petunjuk kebenaran, agar tidak mudah tertipu godaan setan.

Selain itu, Khilafah juga pasti akan memusnahkan semua hal yang berbau kemusyrikan sebagai wujud negara syar'i dalam landasan dasar hukumnya. Bahkan, akan memusnahkan pula semua aliran sesat, tanpa pembenaran apa pun, termasuk yang terkait dalam faktor Hak Asasi Manusia (HAM).

Dalam Islam, sihir atau perdukunan adalah perbuatan yang berkaitan dengan kesyirikan. Dan apabila tindakan syirik itu dilakukan oleh seorang muslim, maka ia masuk dalam kategori orang yang keluar dari agama Islam atau yang biasa disebut murtad.

Adapun sanksi hukum bagi orang murtad itu jika sebelumnya dia tetap tidak mau bertobat setelah mendapatkan petuah-petuah nasihat keimanan dari pihak kenegaraan, maka tidak lain akan diberlakukan hukuman mati baginya, sesuai sabda Rasulullah saw :

*مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ*

”Siapa yang mengganti agamanya, bunuhlah dia.” (HR. Bukhari)

Dalam kisah nyata sejarah peradaban dunia, Umar bin Khattab, selaku pemimpin negara Khilafah Islamiah juga pernah mencatatkan prestasinya dalam mendamaikan kehidupan masyarakat di negaranya, terkait ketegasannya menghadapi kasus spiritual semacam perdukunan dan aliran sesat ini.

Beliau memberikan hukum mati berdasarkan syariah Islam kepada para pelaku sihir. Beliau juga menulis surat kepada semua Gubernurnya untuk membunuh setiap orang yang mempraktikkan sihir, baik lelaki maupun perempuan. Semua Gubernurnya melaksanakan perintah ini dan hal tersebut merupakan Ijmak Sahabat yang berhasil melindungi keimanan masyarakat selama berabad-abad.

Dengan demikian, akankah sistem sekuler dalam negeri mayoritas berpenduduk muslim ini tetap kita jalankan? Hingga kita akan menghadapi kerugian yang mencelakakan sejak masih hidup bernyawa sampai mati ke alam neraka?

_Allahu a'lam_

COMMENTS

Name

afkar,5,agama bahai,1,Agraria,2,ahok,2,Analysis,50,aqidah,9,artikel,13,bedah buku,1,bencana,23,berita,49,berita terkini,228,Breaking News,8,Buletin al-Islam,13,Buletin kaffah,54,catatan,5,cek fakta,2,Corona,122,curang,1,Dakwah,42,demokrasi,52,Editorial,4,Ekonomi,185,fikrah,6,Fiqih,16,fokus,3,Geopolitik,7,gerakan,5,Hukum,90,ibroh,17,Ideologi,68,Indonesia,1,info HTI,10,informasi,1,inspirasi,32,Internasional,3,islam,192,Kapitalisme,23,keamanan,8,keluarga,49,Keluarga Ideologis,2,kesehatan,83,ketahanan,2,khi,1,Khilafah,289,khutbah jum'at,3,Kitab,3,klarifikasi,4,Komentar,76,komunisme,2,konspirasi,1,kontra opini,28,korupsi,40,Kriminal,1,Legal Opini,17,liberal,2,lockdown,24,luar negeri,47,mahasiswa,3,Medsos,5,migas,1,militer,1,Motivasi,3,muhasabah,16,Musibah,4,Muslimah,86,Nafsiyah,9,Nasihat,9,Nasional,2,Nasjo,12,ngaji,1,Opini,3551,opini islam,87,Opini Netizen,1,Opini Tokoh,102,ormas,4,Otomotif,1,Pandemi,4,parenting,4,Pemberdayaan,1,pemikiran,19,Pendidikan,110,Peradaban,1,Peristiwa,12,pertahanan,1,pertanian,2,politik,320,Politik Islam,14,Politik khilafah,1,propaganda,5,Ramadhan,5,Redaksi,3,remaja,7,Renungan,5,Review Buku,5,rohingya,1,Sains,3,santai sejenak,2,sejarah,70,Sekularisme,5,Sepiritual,1,skandal,3,Sorotan,1,sosial,66,Sosok,1,Surat Pembaca,1,syarah hadits,8,Syarah Kitab,1,Syari'ah,45,Tadabbur al-Qur’an,1,tahun baru,2,Tarikh,2,Tekhnologi,2,Teladan,7,timur tengah,32,tokoh,49,Tren Opini Channel,3,tsaqofah,6,tulisan,5,ulama,5,Ultimatum,7,video,1,
ltr
item
Tren Opini: Dimana Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, Jika Perdukunan Syirik Masih Diizinkan?
Dimana Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, Jika Perdukunan Syirik Masih Diizinkan?
Praktek perdukunan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgowoC9pd6sC_aHIH8rZ11e9HxhdEQ4q7syasoGKqmI9oj2tGj0OEw6rv-JhILntYPY_5uBpt6AD2KcLzU6mLyq8WwzbNSxJ7Yl7MIyjtzyZx2Rzu1uvtzGvjONhGDH02mIAassZ2lwk31Rejn6KP3FR9SrSTLnOd2C3XmbHO9tcCLKYXS4vMG8nNW2/s16000/PicsArt_08-20-11.27.21_compress52.webp
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgowoC9pd6sC_aHIH8rZ11e9HxhdEQ4q7syasoGKqmI9oj2tGj0OEw6rv-JhILntYPY_5uBpt6AD2KcLzU6mLyq8WwzbNSxJ7Yl7MIyjtzyZx2Rzu1uvtzGvjONhGDH02mIAassZ2lwk31Rejn6KP3FR9SrSTLnOd2C3XmbHO9tcCLKYXS4vMG8nNW2/s72-c/PicsArt_08-20-11.27.21_compress52.webp
Tren Opini
https://www.trenopini.com/2022/08/dimana-nilai-ketuhanan-yang-maha-esa.html
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/2022/08/dimana-nilai-ketuhanan-yang-maha-esa.html
true
6964008929711366424
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy