Sisi Lain Dibalik Kisruh Warga Wadas, Menolak Pertambangan

konflik wadas

konflik wadas

Penulis : Ayu Mela Yulianti, SPt. | Pemerhati Generasi dan Kebijakan Publik

Warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah menolak rencana pemerintah yang akan menjadikan desanya digunakan sebagai lokasi pertambangan batu andesit sebagai bahan material pembangunan Bendungan Bener.

Warga menilai penambangan itu akan mematikan sumber air yang menjadi sumber penghidupan masyarakat baik untuk kebutuhan rumah tangga hingga pertanian dan perkebunan

Padahal, proyek bendungan Bener merupakan satu dari sekian Proyek Strategis Nasional (PSN). Bendungan itu disebut akan menjadi yang tertinggi pertama di Indonesia dan kedua di Asia Tenggara.

Diprediksi, jika Bendungan Bener rampung, akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Yaitu bisa menyuplai air untuk lahan sawah beririgasi untuk 13.589 Ha daerah irigasi eksisting dan 1.110 Ha daerah irigasi baru.

Menjadi sumber pemenuhan air baku untuk masyarakat sekitar 1.500 liter/detik. Juga bermanfaat untuk pembangkit listrik untuk Kabupaten Purworejo sekitar 6 Mega Watt, mengurangi potensi banjir untuk Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Kulonprogo dengan nilai reduksi banjir 8,73 juta m3, juga potensi pengembangan pariwisata yang dapat meningkatkan perekonomian setempat.

Namun, pertanyaannya benarkah demikian ?. Akan memberikan manfaat bagi warga masyarakat setempat ?, Sedangkan proses pengambilan bahan material pembangunan Bendungan Bener-nya saja, dari awal sudah bermasalah, yaitu disinyalir mengambil lahan milik warga, sehingga menimbulkan keributan dan bentrok dengan warga, selain juga penilaian warga yaitu akan mematikan sumber mata air yang merupakan kebutuhan utama warga. Walaupun digadang-gadang jika pembangunan Bendungan Bener ini akan mensupport kebutuhan warga, namun warga merasa tidak yakin (bimbang dan ragu) akan realisasinya kelak dilapangan. Selain juga tidak ada solusi jangka pendek saat terjadi pemagaran terhadap lahan penambangan, sedangkan sumber mata air ada didalamnya.

Kebimbangan dan keraguan warga banyak menyeruak, disinyalir sebab jamak diketahui, bahwa pembangunan yang dilakukan dialam kapitalistik seperti saat ini, dipastikan dalam rangka ditawarkan untuk dibeli oleh para investor. Dan investor yang paling menjanjikan untuk menyumbangkan banyak keuntungan bagi pihak penjual adalah investor asing.

Dan Jamak difahami, jika sebuah tempat telah dikuasai oleh investor asing sebab mereka telah membeli lahan tersebut, maka penduduk negeri akan tersingkir secara sistematis, anak negeri harus membayar sejumlah uang untuk menikmati hasil pembangunan yang katanya untuk rakyat, nyatanya dijual kepada investor. Bukankah hal demikian adalah sebuah bentuk ketidakamanahan penguasa dalam mengurusi urusan rakyatnya ?.

Padahal fungsi utama penguasa dan kekuasaan adalah untuk melindungi kepentingan rakyatnya dengan cara memenuhi seluruh hajat hidup rakyatnya, bukan malah merampas harta milik rakyatnya atas nama pembangunan.

Dan sungguh sangat dzalim dan sangat berdosa pengusa yang menipu rakyatnya. Dan kekuasaannya tidak akan memberikan keberkahan bagi kehidupannya dan akan menyulitkannya kelak diakherat nanti.

Sabda Rasulullah Saw :

عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَا مِنْ عَبْدِ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً, يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ, وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ, إِلَّا حَرَّمَ اَللَّهُ عَلَيْهِ اَلْجَنَّةَ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya : "Dari Ma’qil Bin Yasâr Radhiyallahu anhu berkata, aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang hamba pun yang diberi amanah oleh Allâh untuk memimpin bawahannya yang pada hari kematiannya ia masih berbuat curang atau menipu rakyatnya, melainkan Allâh mengharamkan surga atasnya." [Muttafaq alaih].

Maka para penguasa yang berkuasa hari ini, harus memahami makna hadist diatas,. Apalagi jika ia adalah seorang muslim. Agar jangan menipu rakyat dengan berdalih pembangunan. Sebab nyatanya setiap pembangunan yang dilakukan membuat rakyat harus membayar hasil pembangunan tersebut. Sedangkan hasil pembangunannya malah dimiliki dan dikuasai oleh para investor (kapitalis/pemilik modal). Sebut saja, pembangunan jalan tol, Bendungan dan lain sebagainya, nyatanya dikuasai oleh para investor.

Walaupun sangat difahami, mengapa hal ini terjadi, yaitu sebab negeri ini tidak memiliki uang untuk melakukan pembangunan, akibatnya mengandalkan jurus berutang atas nama investasi, dengan mengundang para investor untuk membiayai proyek pembangunan yang dicanangkan. Sehingga masif terjadi penawaran berbagai macam potensi sumber daya alam negeri ini ke manca negara, mengobralnya dengan harga yang murah, yang tak sebanding dengan penderitaan yang harus ditanggung seumur hidup oleh rakyatnya sendiri.

Alhasil, banyak negara yang berminat untuk membeli sumber daya alam yang kita miliki. Lalu bagaimana nasib rakyat selanjutnya ?,. Tidak pernah masuk dalam daftar hitungan kecuali untuk diambil kekayaannya dan dimanfaatkan untuk kepentingan investor.

Sunggu sangat miris, inilah yang terjadi saat hidup ada dalam sistem sekuler kapitalisme. Sehingga para penguasa tidak faham dengan amanah kekuasaan yang sebenarnya yaitu melindungi segenap kepentingan rakyatnya dan memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya. Yang terjadi malah pengelolaan negeri didalam sistem sekuler kapitalisme layaknya seperti pengelolaan perusahaan. Padahal sejatinya pengelolaan perusahaan dan pengelolaan negara sungguh sangat berbanding terbalik.

Pengelolaan negara yang benar adalah pengelolaan negara seperti yang dicontohkan oleh Baginda Rasulullah Saw, para Khulafaur Rasyidin dan para Khalifah setelahnya. Dimana rakyat terpenuhi kebutuhannya dengan baik, hingga rakyat mencintai pemimpinnya dan pemimpinnya pun, sama mencintai rakyatnya. Hingga pemimpin tidak akan rela satupun rakyatnya menderita dan rakyat pun tidak akan rela pemimpinnya menderita. Dan ini adalah profil pemimpin yang jujur dan amanah dalam menjalankan fungsi kekuasaan. Sebab takutnya mereka pada hisab Allah SWT di Yaumil akhir nanti.

Sebab itu, selamanya kita tidak akan memiliki pemimpin yang amanah atau selamanya kita akan selalu memiliki pemimpin yang suka menipu rakyatnya, selama kita masih hidup dalam sistem sekuler kapitalisme. Terbukti dari pembangunan apapun yang dilakukan hanya berakhir dengan pengusiran warga dari tanah kelahirannya dan hasil pembangunan dinikmati oleh para investor. Sedangkan anak negeri hidup menjadi gelandangan dan pengemis, sebab uang ganti rugi yang diberikan, tak pernah mampu mencukupi kebutuhan hidup dan tidak cukup untuk menyambung hidup.

Maka sungguh sistem sekuler kapitalisme hanya menjadikan anak negeri menjadi para pengemis dan gelandangan saja. Sangat tidak manusiawi, tidak sesuai dengan fitrah manusia, tidak memuaskan akal dan tidak menentramkan jiwa.

Sebab itu, kita butuh kembali kepada sistem Islam kaffah. Sebab hanya sistem Islam kaffah saja yang mampu menciptakan para pemimpin yang jujur, amanah dan mencintai rakyatnya dan ia pun dicintai rakyatnya. Sebab sistem Islam kaffah akan membentuk kesadaran pada setiap pemimpin, bahwa kepemimpinan adalah amanah yang harus dijalankan dengan benar, sebab Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban kepemimpinannya diakherat kelak.

Wallahualam.


COMMENTS

Name

afkar,5,agama bahai,1,Agraria,2,ahok,2,Analysis,50,aqidah,9,artikel,13,bedah buku,1,bencana,23,berita,49,berita terkini,228,Breaking News,8,Buletin al-Islam,13,Buletin kaffah,54,catatan,5,cek fakta,2,Corona,122,curang,1,Dakwah,42,demokrasi,52,Editorial,4,Ekonomi,185,fikrah,6,Fiqih,16,fokus,3,Geopolitik,7,gerakan,5,Hukum,90,ibroh,17,Ideologi,68,Indonesia,1,info HTI,10,informasi,1,inspirasi,32,Internasional,3,islam,192,Kapitalisme,23,keamanan,8,keluarga,49,Keluarga Ideologis,2,kesehatan,83,ketahanan,2,khi,1,Khilafah,289,khutbah jum'at,3,Kitab,3,klarifikasi,4,Komentar,76,komunisme,2,konspirasi,1,kontra opini,28,korupsi,40,Kriminal,1,Legal Opini,17,liberal,2,lockdown,24,luar negeri,47,mahasiswa,3,Medsos,5,migas,1,militer,1,Motivasi,3,muhasabah,16,Musibah,4,Muslimah,86,Nafsiyah,9,Nasihat,9,Nasional,2,Nasjo,12,ngaji,1,Opini,3551,opini islam,87,Opini Netizen,1,Opini Tokoh,102,ormas,4,Otomotif,1,Pandemi,4,parenting,4,Pemberdayaan,1,pemikiran,19,Pendidikan,110,Peradaban,1,Peristiwa,12,pertahanan,1,pertanian,2,politik,320,Politik Islam,14,Politik khilafah,1,propaganda,5,Ramadhan,5,Redaksi,3,remaja,7,Renungan,5,Review Buku,5,rohingya,1,Sains,3,santai sejenak,2,sejarah,70,Sekularisme,5,Sepiritual,1,skandal,3,Sorotan,1,sosial,66,Sosok,1,Surat Pembaca,1,syarah hadits,8,Syarah Kitab,1,Syari'ah,45,Tadabbur al-Qur’an,1,tahun baru,2,Tarikh,2,Tekhnologi,2,Teladan,7,timur tengah,32,tokoh,49,Tren Opini Channel,3,tsaqofah,6,tulisan,5,ulama,5,Ultimatum,7,video,1,
ltr
item
Tren Opini: Sisi Lain Dibalik Kisruh Warga Wadas, Menolak Pertambangan
Sisi Lain Dibalik Kisruh Warga Wadas, Menolak Pertambangan
konflik wadas
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEg0NcW5kQ04tfYolM0WJAWOSM_8dN_QU0IR804-VY9X1p2Iriu3C3CyzNtgxADv4O6FmkTEUCY8SNuiEfKQZdBtvbi0DvFd_GiQ8KQbVaCWvBCtMkD6-2qrYkIeb_Yfq1SpxN_XY8yP3EubtIIFyBwuJAsDVi89zl5d5vo4D41ulFMvdXiUDUgwM8wB=s16000
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEg0NcW5kQ04tfYolM0WJAWOSM_8dN_QU0IR804-VY9X1p2Iriu3C3CyzNtgxADv4O6FmkTEUCY8SNuiEfKQZdBtvbi0DvFd_GiQ8KQbVaCWvBCtMkD6-2qrYkIeb_Yfq1SpxN_XY8yP3EubtIIFyBwuJAsDVi89zl5d5vo4D41ulFMvdXiUDUgwM8wB=s72-c
Tren Opini
https://www.trenopini.com/2022/03/sisi-lain-dibalik-kisruh-warga-wadas.html
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/2022/03/sisi-lain-dibalik-kisruh-warga-wadas.html
true
6964008929711366424
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy