Siap Hadapi Omicron, Islam Punya Solusi

solusi islami pandemi

Islam tidak akan mementingkan masalah ekonomi semata. Hal ini sebagaimana penyampaian Rasulullah saw., “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari).  Hadist itu jelas menyatakan bahwa keselamatan rakyat adalah hal paling utama. Ekonomi bisa dipulihkan kembali ketika wabah telah mampu di atasi, tetapi nyawa masyarakat yang melayang karena wabah, tak akan bisa di kembalikan akibat ketidak tegasan dalam mengambil keputusan yang tepat. Oleh karena itu, pemimpin seharusnya mengambil kebijakan tepat. Khalifah Umar bin Khaththab ra. mengambil hadis di atas sebagai landasan memegang kebijakannya untuk menutup pintu negeri Syam ketika terjadi wabah Thaun. Seyogianya para pemegang kebijakan mencontoh keputusan Khalifah Umar.

Oleh: Sulastri (Aktivis Muslimah Konsel)

Wabah Covid 19 belum benar-benar usai, faktanya justru virus ini bermutasi dengan berbagai varian baru yang disinyalir lebih cepat berkembang, bahkan lebih berbahaya. Akankan negeri ini mampu menghadapinya?

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan, sistem kesehatan nasional saat ini telah siap menghadapi lonjakan kasus akibat varian Omicron. Namun, ia menekankan langkah preventif dari kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci utama untuk menekan laju penularan.

“Perlu saya tegaskan sekali lagi, bahwa pemerintah memastikan sistem kesehatan kita hari ini sudah cukup siap untuk menghadapi Omicron ini,” ujar Luhut saat konferensi pers usai rapat terbatas evaluasi PPKM pada Ahad (Republika.co.id 16/1).

Malah kata Luhut, kapasitas rumah sakit beserta fasilitas dan obat-obatannya telah disiapkan sejak dini.

Dilaporkan bahwa kesiapan kita menghadapi Omicron ini sudah sangat terkendali tetapi tetap dengan kehati-hatian. Mulai dari vaksinasi terus digencarkan. Kemudian, obat dan rumah sakit telah disiapkan. Semua yang dibutuhkan untuk itu kita sudah siapkan. Jadi, jauh lebih siap dari kejadian pada Juni tahun lalu," kata Luhut (Kompas.com 3/1/22).

Pernyataan ini entah menjadi angin segar atau justru menjadi kekhawatiran baru di tengah masyarakat. Pasalnya, kesiapan ini seharusnya dibarengi dengan sikap tegas dari penguasa untuk menghalau perjalanan antar negara yang menjadi momok penyebaran virus tersebut.

Virus ini, ternyata telah banyak ditemukan diberbagai negara dengan penyebaran yang signifikan. Bahkan, di Indonesia sendiri virus farian baru ini telah menelan dua korban. Seperti di beritakan KOMPAS.com - Virus corona varian Omicron kini telah resmi memakan korban di Indonesia. Dua pasien yang terinfeksi Covid-19 varian Omicron diumumkan meninggal dunia pada hari ini, Sabtu (22/1/2022).

Jumlah masyarakat yang terjangkit Covid-19 pun terus bertambah. Tercatat sejak 16 Desember 2021 sampai dengan 22 Januari 2022 sudah terdapat 1.161 kasus konfirmasi Omicron di Tanah Air.

Namun lagi -lagi pemerintah masih belum tegas mengambil langkah menutup pintu perjalanan luar negeri, padahal penyebaran Omicron utamanya adalah dari luar negeri.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menjelaskan, langkah penutupan pintu masuk atau keluar RI baru bisa diterapkan, setelah dilakukan kajian secara menyeluruh terlebih dahulu.

"Karena penutupan pintu akan terkait dengan aspek kesehatan, hubungan luar negeri, penerbitan visa, dan lain-lain," ujarnya, kepada Kompas.com, Sabtu.

Alasan kerugian ekonomi jelas merupakan alasan terkuat, mengapa pemerintah tidak berani tegas menutup pintu perjalanan luar negeri. Tidakkah kita belajar dari pengalaman sebelumnya, ketika pandemi mulai merebak dan mulai masuk di Indonesia. Demi perputaran roda ekonomi, kebijakan lalu-lalang dalam dan ke luar negeri masih terus dilakukan. Tidak terkecuali pariwisata, bahkan promosinya sangat gencar. Walhasil, kasus infeksi virus Corona makin meningkat. Hingga akhirnya setiap hari kita harus menyaksikan ratusan orang terpapar hingga meregang nyawa.

Melihat pesatnya penyebaran Omicron, seyogianya kita tidak boleh sekadar memaksimalkan vaksinasi ketiga, atau mengandalkan protokol kesehatan yang sudah digalakkan, meskipun hal itu juga sangat penting. Namun, apalah artinya ketika kedisiplinan itu hanya untuk diterapkan kepada masyarakat, sementara penyebaran terpesat justru datang dari perjalanan luar negeri.

Usaha yang paling tepat menangani masalah ini adalah dengan menutup rapat pintu penyebaran secara total. Pintu utama masuknya virus ini melalui pelaku perjalanan luar negeri, maka perlu upaya memberhentikan lalu-lalang dalam dan ke luar negeri.

Memang, kebijakan tegas ini akan berakibat buruk bagi ekonomi Indonesia. Apalagi pertumbuhan ekonomi negeri ini baru saja beranjak naik. Tentu keputusan penutupan total pintu ke dalam dan luar negeri adalah pilihan sulit. Belum lagi orientasi pemegang kebijakan masih sebatas kepentingan ekonomi. Namun, jika negeri ini ingin selamat dari serangan Omicron, pilihan keputusan itu sangat penting.

Islam tidak akan mementingkan masalah ekonomi semata. Hal ini sebagaimana penyampaian Rasulullah saw.,

“Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari).

Hadist itu jelas menyatakan bahwa keselamatan rakyat adalah hal paling utama. Ekonomi bisa dipulihkan kembali ketika wabah telah mampu di atasi, tetapi nyawa masyarakat yang melayang karena wabah, tak akan bisa di kembalikan akibat ketidak tegasan dalam mengambil keputusan yang tepat. Oleh karena itu, pemimpin seharusnya mengambil kebijakan tepat. Khalifah Umar bin Khaththab ra. mengambil hadis di atas sebagai landasan memegang kebijakannya untuk menutup pintu negeri Syam ketika terjadi wabah Thaun. Seyogianya para pemegang kebijakan mencontoh keputusan Khalifah Umar.

Jadi, seorang pemimpin tidak boleh mementingkan masalah ekonomi semata saat wabah sedang mengintai rakyat. Sosok pemimpin juga harus mengerahkan usaha sungguh-sungguh dalam menangani pandemi. Bukan hanya mengoptimalkan salah satu langkah saja, seperti hanya fokus pada vaksinasi, melainkan harus mementingkan segala aspek.

Wallahualambishawab

COMMENTS

Name

afkar,5,agama bahai,1,Agraria,2,ahok,2,Analysis,50,aqidah,9,artikel,13,bedah buku,1,bencana,23,berita,49,berita terkini,228,Breaking News,8,Buletin al-Islam,13,Buletin kaffah,54,catatan,5,cek fakta,2,Corona,122,curang,1,Dakwah,42,demokrasi,52,Editorial,4,Ekonomi,185,fikrah,6,Fiqih,16,fokus,3,Geopolitik,7,gerakan,5,Hukum,90,ibroh,17,Ideologi,68,Indonesia,1,info HTI,10,informasi,1,inspirasi,32,Internasional,3,islam,192,Kapitalisme,23,keamanan,8,keluarga,49,Keluarga Ideologis,2,kesehatan,83,ketahanan,2,khi,1,Khilafah,287,khutbah jum'at,3,Kitab,3,klarifikasi,4,Komentar,76,komunisme,2,konspirasi,1,kontra opini,28,korupsi,40,Kriminal,1,Legal Opini,17,liberal,2,lockdown,24,luar negeri,47,mahasiswa,3,Medsos,5,migas,1,militer,1,Motivasi,3,muhasabah,16,Musibah,4,Muslimah,86,Nafsiyah,9,Nasihat,9,Nasional,2,Nasjo,12,ngaji,1,Opini,3548,opini islam,87,Opini Netizen,1,Opini Tokoh,102,ormas,4,Otomotif,1,Pandemi,4,parenting,4,Pemberdayaan,1,pemikiran,19,Pendidikan,110,Peradaban,1,Peristiwa,12,pertahanan,1,pertanian,2,politik,320,Politik Islam,14,Politik khilafah,1,propaganda,5,Ramadhan,3,Redaksi,3,remaja,7,Renungan,5,Review Buku,5,rohingya,1,Sains,3,santai sejenak,2,sejarah,70,Sekularisme,5,Sepiritual,1,skandal,3,Sorotan,1,sosial,65,Sosok,1,Surat Pembaca,1,syarah hadits,8,Syarah Kitab,1,Syari'ah,45,Tadabbur al-Qur’an,1,tahun baru,2,Tarikh,2,Tekhnologi,2,Teladan,7,timur tengah,32,tokoh,49,Tren Opini Channel,3,tsaqofah,6,tulisan,5,ulama,5,Ultimatum,7,video,1,
ltr
item
Tren Opini: Siap Hadapi Omicron, Islam Punya Solusi
Siap Hadapi Omicron, Islam Punya Solusi
solusi islami pandemi
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEj63uguHnKRMA3ZcMtvo7HqM06xPlFtYONF-2slMH2UpdGWncuy3H_ujCIbljUPqc_GifVImupNEQw6ii6J89VEDc42Wvha9GW42NMhEWj_5N4BNIL_cx1qR3yPYnFilHTWYsjhrmuFhtvcOAS9QiS7Zg3QjdIZ7cCrhvz59ktOllYgT9fNYwKYJ2jq=s16000
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEj63uguHnKRMA3ZcMtvo7HqM06xPlFtYONF-2slMH2UpdGWncuy3H_ujCIbljUPqc_GifVImupNEQw6ii6J89VEDc42Wvha9GW42NMhEWj_5N4BNIL_cx1qR3yPYnFilHTWYsjhrmuFhtvcOAS9QiS7Zg3QjdIZ7cCrhvz59ktOllYgT9fNYwKYJ2jq=s72-c
Tren Opini
https://www.trenopini.com/2022/02/siap-hadapi-omicron-islam-punya-solusi.html
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/2022/02/siap-hadapi-omicron-islam-punya-solusi.html
true
6964008929711366424
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy