PTM 100% NGERI-NGERI SEDAP: ANTARA ASA DAN CEMAS

PTM PJJ Pendidikan

Pembelajaran tatap muka seakan angin segar yang berhembus di tengah segala himpitan hidup yang semakin sulit. Apalagi Pembelajaran Jarak Jauh yang diterapkan hampir dua tahun ini sangat berdampak baik bagi siswa, orang tua, dan tenaga pendidik. Siswa mengalami depresi hingga bunuh diri karena tugas yang menumpuk. Orang tua stress karena beban mendampingi anak daring dan tenaga pendidik juga mengalami kesulitan mengejar target pembelajaran sesuai dengan kurikulum.

Oleh : Deti Murni (Penulis Ideologis)

Pembelajaran tatap muka seakan angin segar yang berhembus di tengah segala himpitan hidup yang semakin sulit. Apalagi Pembelajaran Jarak Jauh yang diterapkan hampir dua tahun ini sangat berdampak baik bagi siswa, orang tua, dan tenaga pendidik. Siswa mengalami depresi hingga bunuh diri karena tugas yang menumpuk. Orang tua stress karena beban mendampingi anak daring dan tenaga pendidik juga mengalami kesulitan mengejar target pembelajaran sesuai dengan kurikulum.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengkritisi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen yang telah dilaksanakan di sekolah-sekolah. Beliau khawatir atas pmberlakuan kebijakan ini yang seiring dengan peningkatan kasus covid-19 varian omicron di ibu kota.

Komisioner KPAI Retno Listyarti menyebut masih banyak pertimbangan yang membuat PTM terbatas Januari belum siap.

Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan, semua siswa wajib melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada semester II tahun ajaran 2021/2022. Dengan demikian, orang tua atau wali peserta didik tidak lagi dapat memilih metode pembelajaran yang diinginkan.

Pemerintah harus terus menyiapkan perangkat agar prokes dikembalikan kepada kemampuan rakyat atau sekolah, maka aka nada kesenjangan dan tidak maksimal dijalankan.

Kebijakan PTM 100 persen ini disinyalir karena adanya learning loss akibat PJJ yang diterapkan selama pandemic. Ada bebarapa factor pendukung terjadinya learning loss ini diantaranya libur panjang, putus sekolah, dan ditutupnya pembelajaran tatap muka.

Apresiasi untuk kebijakan PTM ini, namun sangat disayangkan kebijakan ini tidak didukung dengan solusi tuntas dalam penangganan pandemic. Sementara virus ini masih terus mengintai manusia tak terkecuali anak didik yang akan mengikuti PTM 100 persen. Karena dari data di lapangan walaupun masyarakat yang telah mendapatkan vaksin lengkap sampai dosis kedua tidak menutup kemungkinan untuk tertular virus omicron ini.

Bahkan dari data terakhir kasus harian di DKI Jakarta corona virus varian baru omicron justru mengalamii peningkatan yang siknifikan dari hari kehari. Berkaca dari hal ini sehariusnya pemerintah mengambil solusi yang tuntas bukan solusi tambal sulam yang tidak menyelesaikan masalah.

Apabila kita telusuri secara mendasar sistem pendidikan sangat tergantung kepada ideologi yang dianut suatu negara. Kita dapat jelas mengindera ideologi Kapitalisme sedang merajai dunia saat ini dan pasti kebijakan pendidikan pun akan bermuara pada ideologi ini.

Dunia pendidikan tak luput menjadi sasaran para kapitalis, tak heran bila dunia pendidikan pun dijadikan ladang percobaan bisnis bagi para kapitalis. Sangat menyedihkan yang menjadi korban adalah generasi bangsa. Orientasi pendidikan yang salah arah, telah berkiblat pada materi. Sungguh tak mengherankan, para kapitalis tidak akan memikirkan dampak kepada generasi bangsa melainkan focus mereka adalah untung dan rugi. Dampaknya terciptalah sistem pendidikan yang sangat rapuh, tidak memiliki akar yang kuat untuk membentuk generasi apalagi dengan hadirnya pandemi.

Tidak sinkronisasi sistem satu dengan sistem lainnya, kebijakan yang tidak seiring-sejalan semakin keadaan. Semua sistem hanya terintegrasi untuk target ekonomi. Tidak ada lagi kebijakan nirlaba yang bertujuan untuk menyelamatkan karakter generasi dan penjagaan terhadap keselamatan warga. Semua mengerucut kepada tujuan yang satu yaitu materi.

Mengapa tidak mau mengambil Solusi Islam?

Dengan penduduk negeri yang mayoritas beragama Islam, mengapa tidak mau mengambil solusi penangan wabah yang ditawarkan Islam? Islam memiliki konsep dalam menangani wabah ini dengan solusi yang tuntas dan menyelesaikan masalah.

Rasullulah saw. Bersabda: “ Tha’un (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan dari Allah SWT untuk menguji hamba-hambanya dari kalangan manusia. Maka apabila kamu mendengar wabah ini berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari darinya.” (HR Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid).

Juga dalam Islam ada juga syariah yang mengatur pemisahan antara orang yang sakit dengan yang sehat, diantaranya Nabi SAW bersabda: “janganlah yang sakit dicampurbaurkan dengan yang sehat.” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

Bukankah kita mengaku umat Rasullulah, sudahkan kita melaksanakan apa yang beliau wasiatkan dengan kita. Mengapa kita tidak mau mengambil cara penangan wabah yang beliau contohkan. Wajar saja bila wabah ini tak kunjung usai ternyata kita sebagai insan masih jumawa menganggap mampu menyelesaikan semua problema kehidupan ini dengan aturan kita sendiri yang berlandaskan nafsu dan akal yang terbatas. Kita masih sombong, tidak mau mengambil aturan dari Sang Maha Sempurna untuk menyelesaikan semua masalah kehidupan kita. Tidakkah kita mau berpikir cerdas mengambil aturan dari manusia yang memiliki akal terbatas ataukah mengambil aturan dari Allah yang memiliki kemampuan tak terbatas.

Sungguh tidak pantas, apabila kita mengaku umat Muhammad tapi apa yang beliau wariskan kita campakkan.

Wallahu’alam bish-shawwaf

Sumber:

-https://www.republika.co.id/berita/r56ciw428/ptm-mulai-bergulir-100-ylki-ngeringeri-sedap

-https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/Rb1GEXIK-ptm-100-dibuka-januari-2022-kpai-masih-banyak-yang-harus-disiapkan

-https://www.tintasiyasi.com/2022/01/dag-dig-dug-atau-biasa-saja-ptm-100.html

COMMENTS

Name

afkar,5,agama bahai,1,Agraria,2,ahok,2,Analysis,50,aqidah,9,artikel,13,bedah buku,1,bencana,23,berita,49,berita terkini,228,Breaking News,8,Buletin al-Islam,13,Buletin kaffah,54,catatan,5,cek fakta,2,Corona,122,curang,1,Dakwah,42,demokrasi,52,Editorial,4,Ekonomi,185,fikrah,6,Fiqih,16,fokus,3,Geopolitik,7,gerakan,5,Hukum,90,ibroh,17,Ideologi,68,Indonesia,1,info HTI,10,informasi,1,inspirasi,32,Internasional,3,islam,192,Kapitalisme,23,keamanan,8,keluarga,49,Keluarga Ideologis,2,kesehatan,83,ketahanan,2,khi,1,Khilafah,287,khutbah jum'at,3,Kitab,3,klarifikasi,4,Komentar,76,komunisme,2,konspirasi,1,kontra opini,28,korupsi,40,Kriminal,1,Legal Opini,17,liberal,2,lockdown,24,luar negeri,47,mahasiswa,3,Medsos,5,migas,1,militer,1,Motivasi,3,muhasabah,16,Musibah,4,Muslimah,86,Nafsiyah,9,Nasihat,9,Nasional,2,Nasjo,12,ngaji,1,Opini,3548,opini islam,87,Opini Netizen,1,Opini Tokoh,102,ormas,4,Otomotif,1,Pandemi,4,parenting,4,Pemberdayaan,1,pemikiran,19,Pendidikan,110,Peradaban,1,Peristiwa,12,pertahanan,1,pertanian,2,politik,320,Politik Islam,14,Politik khilafah,1,propaganda,5,Ramadhan,3,Redaksi,3,remaja,7,Renungan,5,Review Buku,5,rohingya,1,Sains,3,santai sejenak,2,sejarah,70,Sekularisme,5,Sepiritual,1,skandal,3,Sorotan,1,sosial,65,Sosok,1,Surat Pembaca,1,syarah hadits,8,Syarah Kitab,1,Syari'ah,45,Tadabbur al-Qur’an,1,tahun baru,2,Tarikh,2,Tekhnologi,2,Teladan,7,timur tengah,32,tokoh,49,Tren Opini Channel,3,tsaqofah,6,tulisan,5,ulama,5,Ultimatum,7,video,1,
ltr
item
Tren Opini: PTM 100% NGERI-NGERI SEDAP: ANTARA ASA DAN CEMAS
PTM 100% NGERI-NGERI SEDAP: ANTARA ASA DAN CEMAS
PTM PJJ Pendidikan
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEg-oZEgllf1mLRUAwNtIFx29d3PWIdZKQSCMRo_ZtEWkpTp-vrkAuc_un3ii15ScaPEv1twhSUpnAItHdCUEzg5_NdQK2WEvhUFMq6dZ7ohirOy7864oe39F3AkynzB2cpi0ON7JS0sI2aVa1DkDk2YE4dbFcEt_ZCCuIaUcAMAhLh-wWRG8bzBNvtR=s16000
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEg-oZEgllf1mLRUAwNtIFx29d3PWIdZKQSCMRo_ZtEWkpTp-vrkAuc_un3ii15ScaPEv1twhSUpnAItHdCUEzg5_NdQK2WEvhUFMq6dZ7ohirOy7864oe39F3AkynzB2cpi0ON7JS0sI2aVa1DkDk2YE4dbFcEt_ZCCuIaUcAMAhLh-wWRG8bzBNvtR=s72-c
Tren Opini
https://www.trenopini.com/2022/02/ptm-100-ngeri-ngeri-sedap-antara-asa.html
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/2022/02/ptm-100-ngeri-ngeri-sedap-antara-asa.html
true
6964008929711366424
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy