Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Munculnya Kurikulum Moderasi Beragama, Apakah Menjadi Solusi?

Isu moderasi agama terus digaungkan hingga Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim mengungkapkan bahwa intoleransi merupakan salah satu dosa dalam pendidikan, maka dari itu Nadiem merancang kurikulum moderasi beragama untuk menghapus intoleransi tersebut.

Oleh : Refi Oktapriyanti (Mahasiswa FISIP Universitas Muhamadiyah Jakarta)

Isu moderasi agama terus digaungkan hingga Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim mengungkapkan bahwa intoleransi merupakan salah satu dosa dalam pendidikan, maka dari itu Nadiem merancang kurikulum moderasi beragama untuk menghapus intoleransi tersebut. Hal tersebut disampaikan dalam acara ‘Malam Peluncuran Aksi Moderasi Beragama’ yang diadakan oleh Kementrian Agama pada Rabu, 22 September 2021.

Kini, Kemendikbud-Ristek juga sedang merancang sebuah materi moderasi beragama dengan Kementrian Agama (Kemenag) dan nantinya akan disertakan dalam kurikulum sekolah penggerak.

Namun toleransi yang kini digaungkan telah keluar batas dari yang sudah dibatasi dalam islam, sehingga mencampur adukan aqidah dengan agama lainnya. Toleransi tersebut dapat dicontohkan seperti mengikuti ibadah agama lain, mengikuti perayaan agama lain, dan lain sebagainya.

Sebenarnya dosa pertama yang terdapat pada pendidikan sekarang bukanlah intoleransi, karena jelas islam itu adalah agama yang toleran. Justru, dosa pertama dalam pendidikan sekarang yaitu kurangnya memberikan pengetahuan dan pemahaman agama islam yang akhirnya terjadi krisis akidah. Sehingga membuat mereka salah paham dan menerima keyakinan lain yang bertentangan dengan islam.

Islam melarang menerima keyakinan yang bertentangan dengan islam, Imam asy-Syaukani dalam Tafsir Fath al-Qadîr menyatakan bahwa Abdu ibn Humaid, Ibnu al-Mundzir, dan Ibnu Mardawaih telah mengeluarkan riwayat dari Ibnu ‘Abbas bahwa orang Quraisy pernah berkata kepada Rasul Saw., “Andai engkau menerima tuhan-tuhan kami, niscaya kami menyembah Tuhanmu.”

Allah Swt menjawab itu dengan menurunkan firman-Nya, yaitu surah Al-Kafirun :

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

“Untuk kalian agama kalian dan untukku agamaku.” (QS Al-Kafirun [109]: 6).

Jadi sudah sangat jelas kita tidak membutuhkan sama sekali kurikulum moderasi beragama, karena itu hanyalah akan membuat rusaknya akidah kita sebagai umat islam. Yang dibutuhkan pendidikan sekarang yakni pendidikan dengan kurikulum islam, hanya dalam islam kurikulum pendidikan tersebut yang akan mencerdaskan umat sebagai penggerak pengubah peradaban. Karena yang diutamakan dalam kurikulum islam adalah penanaman akidah, akidah merupakan pondasi utama yang harus ada dalam diri umat.

Post a Comment for "Munculnya Kurikulum Moderasi Beragama, Apakah Menjadi Solusi?"