Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Minta Kenaikan Tunjangan di Tengah Pandemi, Dimana Empati Terhadap Rakyat?

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bandung mengusulkan kenaikkan tunjangan perumahan dan transportasi. Bahkan tunjangan tersebut mencapai 100% besarnya dibandingkan tunjangan tahun sebelumnya. Besar tunjangan transportasi dinaikkan sebesar 100% atau mencapai 34 juta/bulan. Sedangkan tunjangan untuk perumahan mencapai 50 juta/bulan dari sebelumnya 20 juta

Oleh : Ilma Mahali Asuyuti (Pelajar SMP)

Miris. Itulah yang saya rasakan sebagai masyarakat Kabupaten Bandung. Bagaimana tidak? Disaat masyarakat Kabupaten Bandung tengah mengalami kesulitan ekonomi akibat dampak Covid - 19, Wakil Rakyat di DPRD Kabupaten Bandung disibukan dengan melaksanakan proyek renovasi gedung dengan menghabiskan dana miliaran rupiah dan melakukan rapat di hotel mewah di Kota Bandung.

Bahkan sampai saat ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bandung mengusulkan kenaikkan tunjangan perumahan dan transportasi. Bahkan tunjangan tersebut mencapai 100% besarnya dibandingkan tunjangan tahun sebelumnya. Besar tunjangan transportasi dinaikkan sebesar 100% atau mencapai 34 juta/bulan. Sedangkan tunjangan untuk perumahan mencapai 50 juta/bulan dari sebelumnya 20 juta. (opininews.com, 27/9/2021)

Ditengah pandemi saat ini, ekonomi masyarakat semakin sulit. Namun, mengapa justru anggota dewan meminta naik tunjangan? dimana empati mereka terhadap rakyat?

Sungguh, penerapan sistem Kapitalisme-Sekuler saat ini, dimana agama tidak boleh ikut campur dalam kehidupan membuat para pejabat hanya memikirkan diri mereka sendiri. Mereka hanya memikirkan keuntungan dan kebahagiaan duniawi.

Berbeda dengan Sistem Islam. Di dalam Islam, sungguh menjadi pejabat negara adalah amanah dari Allah, yang akan dimintai pertanggungjawaban kelak. Dengan hal itu, para pejabat negara tentu akan melaksanakan amanah tersebut dengan sebaik mungkin, karena takut jika mereka dzalim akan dihisab di akhirat kelak. Maka kepentingan rakyat tentu diutamakan.

Oleh karena itu, mari kita sadari bahwa kondisi yang karut marut saat ini karena ketiadaan Khalifah (pemimpin kaum Muslim) dan Khilafah sebagai sistem Islam yang akan mengubah kondisi keterpurukan ini.

Imam Bukhori, An-Nasa'i dan imam ahmad meriwayatkan sebuah hadits bahwa

"Imam atau khalifah adalah perisai atau junnah dan umat berlindung dibelakangnya dari kemadhorotan, kedzoliman, ketidak adilan dan mereka (khalifah) bertanggung jawab atas kepemimpinannya dihadapan Alloh" (H.R Imam Bukhori, An-Nasa'i dan Imam Ahmad).

Wallohu 'alam bishshowab

Post a Comment for "Minta Kenaikan Tunjangan di Tengah Pandemi, Dimana Empati Terhadap Rakyat?"