Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kotak Pandora Papers Terbuka, Bukti Bobroknya Sistem Kapitalisme

Sejumlah orang yang memiliki pendapatan fantastis disebutkan dalam data pandora papers. Mulai dari pejabat, para pengusaha yang memiliki perusahaan raksasa dan artis. Mereka sengaja mengalihkan asetnya ke luar negeri untuk menghindari pajak dalam negeri masing-masing.

Oleh: Ummu Salman (Relawan Media)

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyatakan bahwa data Pandora Papers yang dirilis International Consortium of Investigative Journalis mengungkap skema penghindaran pajak yang dilakukan orang kaya global dan diduga merugikan negara-negara asal. (akurat.co, 9/10/2021)

Sejumlah orang yang memiliki pendapatan fantastis disebutkan dalam data pandora papers. Mulai dari pejabat, para pengusaha yang memiliki perusahaan raksasa dan artis. Mereka sengaja mengalihkan asetnya ke luar negeri untuk menghindari pajak dalam negeri masing-masing.

Tak dapat dipungkiri, dalam sistem kapitalisme, pajak memang adalah salah satu instrumen penting bagi pemasukan negara. Penghindaran pajak oleh mereka yang disebut crazy rich pemilik perusahaan raksasa memang sangat merugikan negara. Berbagai upaya dilakukan agar mereka membayarkan pajaknya. Di Indonesia sendiri, pernah dikeluarkan regulasi tentang tax amnesty/pengampunan pajak, guna mendapatkan pajak dari para pengusaha yang sekian lama mangkir dari pembayaran pajak. Sayangnya hasilnya tak seperti yang diharapkan. Jumlah perolehan pajak dari tax amnesty melesat jauh dari perkiraan.

Munculnya segelintir orang dengan pendapatan fantastis tersebut, tak lepas dari aturan dalam sistem kapitalisme, yang mengizinkan mereka untuk memiliki kekayaan publik atau kekayaan milik umum. Negara kemudian sekedar mendapatkan pajak dari perusahaan yang mengelola kekayaan milik umum tersebut. Ketika mereka para crazy rich itu mangkir dari pembayaran pajak, maka otomatis akan mempengaruhi pemasukan negara. Maka untuk memenuhi kekurangan pemasukan tersebut, rakyat kecil yang jumlahnya jauh lebih banyak dari para crazy rich tersebut harus menutupinya. Sudah menjadi rahasia umum, bermacam-macam bentuk pajak ditarik dari rakyat.

Inilah ketimpangan atau kesenjangan yang nyata antara si kaya dan si miskin. Adanya penguasaan asset publik/SDA oleh segelintir orang, pelanggaran hukum sekuler yang berlaku saat ini berupa cara penghindaran pajak dan adanya kelompok elit (penguasa-politikus) yang menggunakan kekuasaan untuk menumpuk kekayaan. Lagi-lagi rakyat yang harus menjadi korban. Semua ini penyakit bawaan sistem kapitalisme dan akan terus terbuka kotak pandora kejahatan lain jika terus mempertahankan sistem ini.

Pajak Menurut Islam

Sistem Islam adalah sistem yang mengatur berbagai lini kehidupan termasuk dalam urusan negara. Dalam Islam, tidak akan terjadi ketimpangan antara si kaya dan si miskin sebagaimana yang terjadi dalam sistem kapitalisme.

Terkait persoalan pajak ini, dalam Islam tidak ada penarikan pajak bagi harta individu. Setiap individu muslim, hanya diwajibkan untuk membayar zakat jika harta mereka telah memenuhi nishab dan haulnya. Kemudian pajak juga bukan instrumen utama bagi pemasukan negara. Pajak hanyalah pungutan yang bersifat sementara pada saat kondisi kas negara sedang kosong. Itupun tidak semua warga negara dikenai wajib pajak. Mereka yang membayar pajak hanyalah orang-orang kaya saja. Peruntukannya pun hanya untuk membiayai proyek yang sifatnya urgen dan vital yang harus disediakan oleh negara untuk kemaslahatan rakyat. Jika telah terpenuhi, maka penarikan pajak akan dihentikan.

Kemudian, kekayaan milik umum tidak diizinkan dimiliki individu. Hal tersebut terlarang karena jika individu menguasai kekayaan milik umum, maka akan menghalangi orang lain yang juga punya hak yang sama untuk menikmati kekayaan alam tersebut. Maka Islam menetapkan bahwa pengelolaan kekayaan milik umum diserahkan kepada negara yang mana hasilnya nanti akan dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk pemenuhan berbagai kebutuhan dasar mereka seperti kesehatan, pendidikan dan keamanan. Juga untuk membiayai berbagai fasilitas umum yang merupakan kebutuhan bersama. Dengan aturan seperti ini, tidak akan muncul orang-orang yang memiliki kekayaan fantastis yang merupakan hasil dari memiliki dan mengelola kekayaan publik.

Dan yang lebih penting lagi, Islam membangun mental manusia agar mereka tidak menjadi penumpuk harta. Allah berfirman dalam surah At Taubah ayat 34-35 yang artinya: "Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih". “(Ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka Jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”

Wallahu 'alam bishawab

Post a Comment for "Kotak Pandora Papers Terbuka, Bukti Bobroknya Sistem Kapitalisme"