Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Fakta Dibalik Miss Queen

Tidak adanya aturan tegas yang yang melarang aktivtas L96T menambah peluang berkembangnya di tengah masyarakat , mirisnya kebiasaan buruk itu hanya dinilai sebagai penyimpangan seksual bukan kejahatan . padahal sesungguhnya aktivitas itu dapat menghancurkan komunitas manusia, mengkaburkan nasab (garis keturunan ) juga mendatangkan penyakit yang mematikan (HIV/AIDS). Transgender adalah salah satu kejahatan Yang sudah lama tersebar dan menjadi budaya di beberapa negara Eropa, selain bertentangan dengan fitrah manusia juga yang amat sangat bertentangan dengan budaya Nusantara apalagi ajaran Islam.

Oleh: Asham Ummu Laila (Relawan Opini, kec. Lainea, Prov. Sulawesi Tenggara)

Ajang kompetisi Miss Queen Indonesia 2021 yang dimenangkan oleh seorang Millen Cyrus alias Muhammad Millendaru Prakasa yang berhasil mengalahkan 17 kontestan lainnya. Miss Queen Indonesia 2021 , merupakan konteks kecantikan bagi para transgender yang di selenggarakan di Bali. Kompetisi tersebut Menuai tanggapan dari wakil ketua Umum Pimpinan pusat (PP) Persatuan Islam (Persis) Ustaz Jeje Zaenudin menyatakan acara tersebut bukannya menunjukan kemajuan dan kebebasan, tetapi menunjukan kebablasan atas kebebasan dan peradaban yang jungkir balik (Republika, 4/10/2021)

Mungkinkah keberhasilan kegiatan Miss Queen menuju gelanggang Internasional itu, menunjukan pemerintah dan masyarakat muslim Indonesia hari ini tidak tahu atau mungkin lupa bahwa prilaku kompetisi Miss Queen ini merupakan penyimpangan dari fitrah manusia yang pernah juga terjadi di masa umat Nabi Luth dahulu. yang menyebakan sang Penguasa Dunia membinasakan para pelakunya dengan membalikan tanah dan melempari mereka dengan batu-batu dari neraka.

Sangat disayangkan kalau peringatan sang pencipta ini tidak mendorong mereka untuk insaf dan bertaubat hanya karena dalih kebebasan bertingkah laku dan hak asasi manusia (HAM). Sesungguhnya penyebab penyimpangan perilaku ini semakin marak dan berani karena mereka merasa bebas menentukan perilakunya tanpa campur tangan aturan sang pencipta. Ya, inilah kebebasan ala sekularime paham yang menafikan peran agama dalam kehidupan. Agama tidak lagi dijadikan patokan apalagi pegangan hidup , mereka justru lebih senang mengambil ide kebebasan . Padahal secara fitrah Allah SWT menciptakan manusia berpasang-pasangan.

Tidak adanya aturan tegas yang yang melarang aktivtas L96T menambah peluang berkembangnya di tengah masyarakat , mirisnya kebiasaan buruk itu hanya dinilai sebagai penyimpangan seksual bukan kejahatan . padahal sesungguhnya aktivitas itu dapat menghancurkan komunitas manusia, mengkaburkan nasab (garis keturunan ) juga mendatangkan penyakit yang mematikan (HIV/AIDS). Transgender adalah salah satu kejahatan Yang sudah lama tersebar dan menjadi budaya di beberapa negara Eropa, selain bertentangan dengan fitrah manusia juga yang amat sangat bertentangan dengan budaya Nusantara apalagi ajaran Islam.

Karena itu, harus segera diatasi . Untuk mengatasinya tidaklah cukup dalam skala individu melainkan peran negara tentunya sangat diharapkan sebagai pelindung dan pengayom seluruh masyarakat dan untuk itu kita tidak bisa berharap pada sistem sekuler yang mengadopsi kebebasan yang justru melahirkan L96T sebagai salah satu wujud eksistensi dari sistem yang diterapkan hari ini.

Berbeda dengan sistem Islam yang mengharamkan perilku ini dan melaknat para pelakunya. Allah SWT telah menegaskan bahwa fitrah penciptaan manusia hanya dua jenis yaitu pria dan wanita (Qs. Al-Hujurat :13). Karena itu jenis kelamin seseorang apakah pria atau wanita adalah ketetapan yang tidak bisa ditolak karena ia bagian dari qodho (ketetapan) Allah SWT, dan manusia tidak punya hak untuk mengubahnya dengan melakukan operasi kelamin (transgender) hanya karena ia merasa lebih nyaman menjadi wanita atau pria.

Upaya mengubah jenis kelamin termasuk bagian dari upaya mengubah ciptaan Allah SWT dan hal itu dilarang keras didalam Islam. Allah SWT berfirman dalam QS.An-Nisa :119. Kemudian diperjelas dari Abdullah bin Mas’ud r.a. Rasulullah SAW bersabda “Allah Azza Wa Jalla melaknat para wanita yang menato, dan minta ditato, demikian pula para wanita yang mencabut alisnya dan merenggangkan giginya agar jadi lebih cantik. Allah Azza Wa Jalla melaknat mereka yang mengubah-ubah ciptaan Nya.”(HR. Mutafaqun Alaih ).

Karena itu Islam juga memberikan sanksi sesuai syariat bagi yang melakukan pelanggaran. Dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas ra, barkata Rasulullah Saw bersabda : “barang siapa yang kalian dapati melakukakan perbuatannya kaum Luth, maka bunuhlah keduanya.” (HR. Imam yang lima kecuali Nasa’i ). Sanksi Islam , merupakan penerapan sanksi yang dapat membuat jerah pelakunya sekaligus sebagai penebus kesalahannya di akherat kelak. Ini berlaku bagi seluruh masyarakat yang berada dalam naungan negara yang menerapkan sistem Islam yang kaffah (sempurnah). Sehingga dijamin memberi efek jerah dan akan dapat memberikan perlindungan terhadap generasi manusia khususnya dari ancaman L96T. Wallahu’alam Bishawab..

Post a Comment for "Fakta Dibalik Miss Queen"