Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bulir Air Mata Jatuh Mengingatmu, Wahai Nabi Yang Mulia

12 Rabiul Awal, tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW. Diperingati setiap tahunnya oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Sebuah momentum yang tidak hanya untuk mengingat bagaimana mulianya akhlak beliau SAW. Tidak juga sekadar mencukupkan diri dengan mendengarkan kisah perjuangannya. Tetapi ikut berjuang agar umat Islam mampu hidup damai, tidak ada lagi penderitaan yang mampu mengalirkan air mata dan darah dari tubuh umat Islam. Serta agar Nabi SAW tidak lagi dihina dan ajaran- ajaran Islam dilecehkan.

Penulis : Ummu Haura

Beberapa tahun lalu sempat viral video percobaan sosial yang menguras air mata. Video tersebut menanyakan kepada umat Islam, apa yang akan dikatakan atau dilakukannya jika bertemu Nabi Muhammad SAW. Setiap orang yang diberi pertanyaan tersebut memberi berbagai reaksi. Ada yang tak sanggup berkata, ada yang ingin mencium kaki Nabi Muhammad, dan hampir semuanya meneteskan air mata ketika pertanyaan itu dilontarkan. Hanya sebuah kalimat tanya yang sederhana, tapi membuat bulir air mata bergulir jatuh.

Dari video percobaan sosial tersebut, ada satu hal yang menarik. Jawaban dari seorang gadis kecil atas kalimat tanya yang sederhana tersebut. Tidak hanya membuat air mata bergulir tapi membuat akal berfikir atas jawaban gadis kecil tersebut. Ia berkata akan menceritakan kepada Nabi Muhammad SAW atas apa yang menimpa umat Islam sepeninggal Beliau SAW. Ia juga mengatakan bahwa apa saja yang dilakukan umat Islam namun tak kunjung menebar damai.

Tepat sekali pernyataan gadis kecil tersebut. Saat ini umat Islam tercerai berai, mengalami berbagai penderitaan, saling bermusuhan bahkan berperang antar sesama muslim. Air mata dan darah tak berhenti mengalir dari umat Islam. Bahkan Nabi Muhmmad SAW dihinakan berulang kali dengan berbagai cara. Umat Islam pun tak mampu berbuat apa- apa, sungguh memilukan.

12 Rabiul Awal, tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW. Diperingati setiap tahunnya oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Sebuah momentum yang tidak hanya untuk mengingat bagaimana mulianya akhlak beliau SAW. Tidak juga sekadar mencukupkan diri dengan mendengarkan kisah perjuangannya. Tetapi ikut berjuang agar umat Islam mampu hidup damai, tidak ada lagi penderitaan yang mampu mengalirkan air mata dan darah dari tubuh umat Islam. Serta agar Nabi SAW tidak lagi dihina dan ajaran- ajaran Islam dilecehkan.

Al Quran surat Al Baqarah ayat 208, yang artinya “Hai orang- orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan (kafah), dan janganlah kamu turuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.”

Islam bisa diterapkan secara menyeluruh jika ada sebuah institusi yang menaunginya, yaitu Khilafah Islamiyah. Khalifah, sebutan bagi pemimpin dalam sistem Khilafah akan melindungi, menjaga dan membela kehormatan umat Islam. Juga akan melindungi ajaran- ajaran Islam dari berbagai bentuk pelecehan dan penghinaan serta menghukum siapa pun yang melakukan hal tersebut. Termasuk pelecehan dan penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Imam (khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya”(HR. Al Bukhari).

Dalam hadits lain disebutkan bagaimana seorang khalifah bertanggung jawab menjadi pelindung bagi rakyatnya.

“Sesungguhnya seorang imam/ khalifah adalah perisai. Orang- orang berperang di belakangnya, dan menjadikannya pelindung/ tameng. Jika ia memerintahkan ketakwaan kepada Allah Azza wa Jalla dan berlaku adil, baginya terdapat pahala. Jika dia memerintahkan yang lainnya maka dia harus bertanggung jawab atasnya.” (HR. Muslim).

Maka sudah saatnya umat Islam bersegera mewujudkan kepemimpinan dan sistem pemerintahan yang sesuai ajaran Islam yaitu Khilafah Islamiyah. Inilah sebuah bentuk kecintaan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.

Seperti pertanyaan dalam video viral tersebut diatas, “Jika engkau bertemu Rasulullah SAW, apa yang akan engkau katakan atau lakukan?”

Allahumma Sholli ala Muhammad.

Wallahu’alam

Post a Comment for "Bulir Air Mata Jatuh Mengingatmu, Wahai Nabi Yang Mulia"