Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Nasib tragis komedian yang menjadikan agama sebagai bahan olokan

Tertangkapnya komedian choki pardede karena tersandung kasus narkoba, bisa merupakan cara Allah untuk mengungkap keburukan orang tersebut.

Oleh : Emmy Emmalya ( Pegiat Literasi )

Tertangkapnya komedian choki pardede karena tersandung kasus narkoba, bisa merupakan cara Allah untuk mengungkap keburukan orang tersebut.

Coki Pardede ditangkap oleh pihak berwajib atas dugaan penyalahgunaan narkoba. Ia ditangkap di kawasan Tangerang Selatan, Rabu, 1 September 2021 (galamedia.com. 4/09/21)

Selama ini choki dikenal dengan seorang komedian yang sering menjadikan agama sebagai bahan olokan. Seperti olokan dia tentang masakan dari bahan makanan yang diharamkan oleh Islam dicampur dengan bahan yang dihalalkan dalam Islam.

Ocehannya sungguh tak pantas dan terkategori penistaan agama. Ocehan ini sering dia lontarkan tapi dia lolos dari delik hukum padahal jelas-jelas dia melecehkan agama Islam.

Hari ini, dia merasakan akibatnya dari kecongkakannya karena sering melecehkan hukum-hukum Allah. Dia bahkan mengaku tak mengakui adanya pencipta manusia dan alam semesta.

Kesombongan manusia takan bertahan lama dan ternyata sekarang terungkap dia berani berbicara seperti itu karena dia mengkonsumsi barang haram yang bernama sabu.

Pantas saja dia berani mengoceh seperti orang yang tak dikarunia akal. Karena secara fitrah, manusia pada dasarnya mengakui adanya sang pencipta.

Alangkah bodohnya jika manusia tidak mengakui adanya sang pencipta padahal jejak-jejak ciptaan-Nya berserakan disekitar manusia. Silih bergantinya kehidupan, ada yang meninggal ada yang lahir, bergantinya siang dan malam, bahkan kejadian yang berada diluar dugaan manusia, tidakkah itu cukup menjadi bukti bahwa pencipta itu ada ?

Dengan adanya tanda-tanda ciptaan-Nya seharusnya manusia mengimani adanya pencipta ? Bukan malah menjadi atheis. Kekacauan dan kesengsaraan hidup hari ini bukan karena agama diterapkan dalam kehidupan tapi karena manusia menerapkan hukum yang tidak bersandar pada hukum pencipta manusia dan alam semesta.

Maka wajar jika kehidupan manusia saat ini jauh dari kesejahteraan dan kebahagiaan karena mereka telah membuang agama untuk mengatur kehidupan manusia.

Maka hanya manusia yang bodoh dan tak menggunakan akal saja yang berkesimpulan semua kebobrokan dan kesengsaraan hari ini disebabkan Tuhan tidak perduli pada manusia sehingga berkesimpulan tidak perlu beragama.

Mirisnya, pemikiran seperti ini banyak diikuti oleh kaum milenial saat ini sehingga mereka mendambakan hidup tanpa aturan dan cenderung tak mau terikat dengan aturan agama.

Orang semacam choki ini memang pantas untuk dihukum dengan hukuman setimpal, pertama, dia menista agama. kedua, dia menjadi pengonsumsi barang haram yang melanggar aturan negara apalagi agama.

Padahal semua makhluk di dunia ini ada masa berakhirnya tidak akan hidup selamanya, bahkan dunia pun akan berakhir dengan bertiupnya sangkakala, sebagaimana firman Allah Swt dalam Al-Qur'an surat An-Naml ayat 87 :

وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِيْ الصُّوْرِ فَفَزِعَ مَنْ فِيْ السَّمٰوٰتِ وَمَنْ فِى الْاَ رْضِ اِلَّا مَنْ شَآءَ اللّٰهُ ۗ وَكُلٌّ اَتَوْهُ دٰخِرِيْنَ

"Dan (ingatlah) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, maka terkejutlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri."

Pada hari itu tak kan ada manusia yang berlaku sombong semua akan ketakutan dan berada dalam situasi yang sangat mencekam. Jangankan kiamat, gempa kecil saja manusia sudah kocar-kacir ketakutan.

Miris, dalam kondisi pandemi saat ini, seharusnya manusia bisa lebih berpikir, untuk melawan makhluk yang tak kasat mata saja yaitu virus Covid-19 tak berdaya tapi masih saja berani bermaksiat bahkan memperolok-olok Tuhan yang menciptan virus itu sendiri.

Kalau masih saja ada yang mengatakan bahwa Sang pencipta itu tidak ada dan tak percaya akan adanya hari Kiamat, maka itulah gambaran sebodoh-bodohnya manusia bahkan derjatnya lebih rendah daripada binatang.

Camkanlah wahai manusia hari pembalasan itu ada, jangan sekali-kali menyalahi aturan-Nya apalagi memperolok-olok hukum-hukum-Nya. Jika masa itu datang maka tak akan ada lagi kesempatan untuk bertaubat. Wallahu'alam bishowab

Post a Comment for "Nasib tragis komedian yang menjadikan agama sebagai bahan olokan"