Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Umat Butuh Perubahan Yang Hakiki

sikap yang dilakukan oleh seorang Khalifah ialah dengan melockdown total wilayah yang terkena wabah. Selama lockdown, tidak boleh adanya pelonggaran sama sekali hanya karena faktor ekonomi dan lainnya. Sementara itu, rakyat akan diberikan pemenuhan kebutuhan baik itu makanan, pakaian, obat-obatan dan lainnya. Dan apabila kondisi negara sedang krisis ekonomi atau kondisi Baitul mal sedang kosong, maka negara tidaklah berlepas tangan. Akan tetapi akan terus berupaya untuk menjalankan tanggung jawabnya. Negara akan mengusahakan pinjaman secepatnya dan memberlakukan pungutan pajak bagi rakyat yang mampu. Dari sini nampaklah kemuliaan kaum muslimin jika hidup dalam daulah Islam. Semoga umat muslim segera menyadari dan mengambil sistem Islam untuk diterapkan dalam kehidupan.

Oleh : Gita Agustiana, S.Pd. (Penulis Ideologis)

Kebobrokan sistem kapitalis demokrasi semakin dirasakan oleh umat. Terlebih ketika masa pandemi sekarang ini. Penanganan pandemi yang tidak solutif membuat rakyat kian tidak percaya dengan penguasa. Terbukti pada setiap kebijakan pemerintah yang belum membuahkan hasil. Bahkan, Indonesia disebut sebagai negara yang paling buruk dalam menangani covid-19. Hal ini berdasarkan analisis yang ditulis oleh Bloomberg dalam laporan ketahanan terhadap Covid-19. Dilihat dari kualitas fasilitas kesehatan, cakupan vaksinasi, kematian, proses perjalanan hingga pelonggaran perbatasan. Akan hal tersebut seharusnya pemerintah mengevaluasi kembali akan kebijakan yang ditetapkan. Seperti pada kebijakan PPKM sekarang ini. Ditengah PPKM level 4 yang masih berlanjut, pemerintah malah membolehkan 34 TKA masuk Indonesia. PPKM berlanjut tapi restoran, mall dan wisata tetap dibuka. Sementara rakyat diintimidasi dan dibatasi dalam mencari nafkah. Seringkali ditemukan mereka berhadapan dengan aparat untuk mempertahankan dagangannya.

Akan hal inilah membuat masyarakat putus asa terhadap penguasa. Dampaknya, banyak masyarakat yang tidak mau patuh dan mendengarkan setiap informasi dari pihak pemerintah. Bahkan, seringkali kita temui masyarakat yang masih tidak percaya dengan Covid-19. Inilah yang membuat pandemi tidak kunjung usai. Salah satu faktornya adalah ketidaksolidan antara penguasa dan rakyat dalam memutus rantai virus Covid-19 ini.

Ironisnya, ketidakpercayaan rakyat masih bersolusikan pada demokrasi. Bahwa, hal ini bisa diselesaikan hanya dengan mengganti semua kedudukan pemerintahan. Seperti apa yang dilakukan oleh presiden Tunasia, Kais Saied. Priseden Tunisia yang baru dilantik tersebut memberhentikan perdana menteri, parlemen dan lembaga eksekutif atas dasar ketidakmampuan mereka didalam menangani pandemi virus Corona. Padahal jelas, ini merupakan bentuk kudeta untuk membunuh lawan-lawan politiknya.

Beginilah gambaran demokrasi-kapitalisme, tidak ada ketulusan didalamnya. Kekuasan hanya untuk kepentingan kelompoknya. Rakyat dalam demokrasi hanya dijadikan tumbal dalam politik demokrasi. Berharap kesejahteraan hidup dalam demokrasi tentulah ilusi. Faktanya, setelah merdeka Indonesia telah berganti 7 periode pemerintahan. Namun, setiap pemerintahanya belum bisamemperbaiki keadaan yang ada, malah memperburuk segala sesuatunya.

Demikian jelas, umat sudah saatnya keluar dari jalur demokrasi. Sebab demokrasi bukanlah berasal dari Islam. Sistem kufur yang menjadikan kewenangan membuat hukum berada ditangan manusia. Sehingga tidak heran jika ditemukan banyak kezoliman atas dasar kekuasaan. Sedangkan dalam Islam, kedaulatan mutlak berada ditangan syariah. Allah SWT berfirman :

اِنِ الْحُكْمُ اِلَّا لِلّٰهِ

Menetapkan hukum itu hanyalah milik Allah. (TQS. Yusuf [10]).

Seorang pemimpin (Khalifah) dalam Islam tidak boleh menggunakan kewenangannya hanya untuk kepentingan dirinya ataupun kepentingan kelompoknya. Karena semua sikap dan tindakannya haruslah berlandaskan pada hukum syara. Ketika pada masa pandemi, Khalifah mengambil solusi yang berasal dalam Islam yaitu dengan memberlakukan lockdown secara total. Seperti diriwayatkan dalam hadits berikut ini:

.إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

Artinya: "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari)

Maka sikap yang dilakukan oleh seorang Khalifah ialah dengan melockdown total wilayah yang terkena wabah. Selama lockdown, tidak boleh adanya pelonggaran sama sekali hanya karena faktor ekonomi dan lainnya. Sementara itu, rakyat akan diberikan pemenuhan kebutuhan baik itu makanan, pakaian, obat-obatan dan lainnya. Dan apabila kondisi negara sedang krisis ekonomi atau kondisi Baitul mal sedang kosong, maka negara tidaklah berlepas tangan. Akan tetapi akan terus berupaya untuk menjalankan tanggung jawabnya. Negara akan mengusahakan pinjaman secepatnya dan memberlakukan pungutan pajak bagi rakyat yang mampu. Dari sini nampaklah kemuliaan kaum muslimin jika hidup dalam daulah Islam. Semoga umat muslim segera menyadari dan mengambil sistem Islam untuk diterapkan dalam kehidupan.

Referensi :

https://m.republika.co.id/berita/qx4ys9382/as-desak-presiden-tunisia-kembali-ke-jalur-demokrasi

https://m.tribunnews.com/nasional/2021/07/31/tanggapan-pemerintah-setelah-indonesia-disebut-negara-terburuk-di-dunia-dalam-menangani-covid-19?page=2

Post a Comment for "Umat Butuh Perubahan Yang Hakiki"