Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

AFGHANISTAN DAN KEKAYAAN ALAM YANG TERSIMPAN

Cadangan mineral yang terdapat di negara yang terkurung daratan di Asia Selatan dan Asia Tengah ini menjadikan Afghanistan rebutan bagi negara maju lainnya. Kekayaan alam yang belum sempat dieksploitasi seperti logam, tembaga, dan emas serta logam langka seperti lithium yang menyebabkan negara Afghanistan selalu dalam jajahan. Tak bisa dielakkan, sumber daya alam yang seharusnya bisa dimanfaatkan dan dinikmati untuk kesejahteraan rakyat Afghanistan sampai saat ini masih tersimpan. Karena pengelolaannya terkendala akibat perang yang terjadi selama puluhan tahun dan rakyat Afghanistan tetap dalam kemiskinan.

Oleh: Waryati (Pengamat Kebijakan Publik)

Afghanistan dengan kepemimpinan barunya di bawah kekuasaan Taliban nampaknya akan membangun kerja sama lebih intensif bersama China dan Rusia. Semenjak Amerika Serikat menarik pasukannya dari Taliban, ke dua negara tersebut telah membuka kedutaan mereka dan berkomunikasi teratur dengan perwakilan Thaliban.

"China selama ini memelihara kontak dan komunikasi dengan Taliban Afghanistan atas dasar menghormati sepenuhnya kedaulatan Afghanistan dan kehendak semua faksi di negara itu, dan memainkan peran konstruktif dalam mempromosikan penyelesaian politik masalah Afghanistan," kata juru bicara luar negeri China Hua Chunying, dilansir dari The Week, Rabu (18/8).

Hengkangnya pasukan Amerika Serikat (AS) rupanya menjadi celah negara Tirai Bambu, China untuk menancapkan pengaruhnya lebih dalam lagi berama kepemimpinan baru Taliban. Sebelumnya China telah bermitra dengan pemerintahan lama Presiden Ashraf Gani untuk mengembangkan lapisan tanah, namun berakhir dengan kegagalan.

China dengan kekuatannya memang telah lama mengincar Afghanistan untuk dikuasainya. Meskipun Afghanistan dinyatakan negara termiskin di dunia, namun ternyata Afghanistan memiliki kekayaan alam melimpah yang jika dimanfaatkan bisa menjadikannya negara paling kaya. Ilmuwan dan pakar keamanan yang mendirikan kelompok Ecological Futures, Rod Schoonover, mengatakan bahwa Afghanistan sebenarnya adalah satu wilayah yang paling kaya akan logam mulia tradisional dengan nilai cadangan mineral mencapai satu triliun dolar, dikutip dari radarsukabumi.com (21/8).

Tak heran jika China sigap memanfaatkan peluang runtuhnya pengaruh AS dari Afghanistan dan bersegera mengatur strategi baru dengan kepemimpinan Taliban. Kekayaan alam yang dimiliki Afghanistan rupanya menjadi magnet bagi China untuk menjalin hubungan lebih erat lagi dengan Thaliban, supaya bisa mendapatkan keuntungan besar dari kerjasama yang dijalin.

Cadangan mineral yang terdapat di negara yang terkurung daratan di Asia Selatan dan Asia Tengah ini menjadikan Afghanistan rebutan bagi negara maju lainnya. Kekayaan alam yang belum sempat dieksploitasi seperti logam, tembaga, dan emas serta logam langka seperti lithium yang menyebabkan negara Afghanistan selalu dalam jajahan. Tak bisa dielakkan, sumber daya alam yang seharusnya bisa dimanfaatkan dan dinikmati untuk kesejahteraan rakyat Afghanistan sampai saat ini masih tersimpan. Karena pengelolaannya terkendala akibat perang yang terjadi selama puluhan tahun dan rakyat Afghanistan tetap dalam kemiskinan.

Krisis yang dialami Afghanistan pada dasarnya adalah skenario yang dibuat negara barat akibat perebutan sumber daya alam. Masing-masing dari mereka ingin menguasai dan menciptakan konflik-konflik internal untuk menutupi penjajahan mereka. Sehingga fokus umat dipalingkan dari permasalahan yang sebenarnya. Dengan demikian, tujuan penjajahan dapat tertutupi dengan memanipulasi pendapat dunia bahwa pendudukan mereka di tanah Afghanistan atas nama perang melawan terorisme.

Untuk menyelamatkan umat dan sumber daya alam Afghanistan tentunya dibutuhkan kepemimpinan dan perubahan politik yang hakiki. Perubahan politik hanya bisa datang jika Islam diterapkan dengan sempurna. Dengan demikian, penjajahan di tanah Afghanistan bisa tercabut dari akarnya, baik intelejennya maupun kepentingan pembangunan infrastruktur mereka di tanah Afghanistan dapat dilenyapkan. Adapun jika Taliban memilih untuk membangun kembali kerjasama dengan pihak asing seperti China dan negara lainnya tanpa menempatkan politik Islam yang menjadi dasarnya, niscaya penjajahan atas bumi Afghanistan, kehancuran, perang saudara, dan kekacauan politik akan berlanjut.

Permasalahan utama umat Islam adalah pemulihan kembali Khilafah sebagai sistem negara yang akan mengatur serta melindungi umat dari segala bentuk penjajahan. Mencampur adukan yang haq dan bathil adalah langkah keliru dan menghasilkan kekacauan tiada henti, termasuk menyatukan sekularisme dan Islam.

Kembali pada Islam kaffah dan menerapkan Khilafah menjadi urgensi umat saat ini. Islam dengan sistem Khilafahnya akan mampu menyelamatkan umat dari kekacauan dan kehancuran yang terjadi di Afghanistan maupun negeri-negeri lainnya. Kekuatan dan kewibawaan kaum muslim akan hadir manakala umat bersungguh-sungguh ingin menegakkan Khilafah. Satu-satunya sistem yang benar dan sesuai metode nabi hanyalah Khilafah. Karena mengikuti kebenaran adalah kewajiban, sesunguhnya menerapkan syariat secara kaffah dengan Khilafah merupakan solusi tuntas atas permasalahan demi menyelamatkan bumi dan seisinya dari berbagai krisis yang diciptakan oleh manusia.

Wallahua'lam.

Post a Comment for "AFGHANISTAN DAN KEKAYAAN ALAM YANG TERSIMPAN"