Ironi TKA Masuk Saat PPKM Darurat

kedatangan TKA China

Jika merujuk pada regulasi pembatasan mobilitas yang beredar terkait PPKM hanya berlaku secara domestik di wilayah Jawa-Bali saja. Artinya, mobilitas warga negara asing masih diberi kelonggaran. Akibatnya mata rantai penyebaran Covid-19 dengan berbagai varian yang datang dari luar Indonesia tidak bisa terputus penyebarannya. Wajar jika akhirnya implementasi PPKM tidak sesuai dengan harapan untuk menekan laju penularan. Hal ini membuktikan bahwa pemerintah tidak serius dalam memutus rantai penularan wabah .

Oleh : Nurul Afifah (Komunitas Aktif Menulis)

Sungguh Ironi ! Ditengah penerapan PPKM Darurat untuk menekan laju penularan wabah, 20 pekerja asing asal Tiongkok tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, Andi Darmawan Bintang dan Stakeholder Relations Manager, Angkasa Pura I, Iwan Risdianto. Mereka akan bekerja di PT Huadi Nikel untuk membangun smelter di Kabupaten Bantaeng, Sulsel. (Antaranews, 5/7/2021).

Merespon hal tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah melarang warga negara asing (WNA) masuk ke Indonesia selama penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM ) Darurat pada 3 hingga 20 Juli 2021 dengan alasan wisata atau bekerja. (Cnnindonesia, 4/7/2021).

Inkonsistensi aturan PPKM Darurat

Lagi dan lagi, pemerintah mempertontonkan inkonsistensi dalam sebuah kebijakan yang diterapkan. Di satu sisi rakyat dibatasi dalam melakukan berbagai kegiatan, di sisi yang lain pemerintah seolah memberi karpet merah pada warga negara asing.

Tentu belum lupa, pada bulan April 2021 saat terjadi tsunami Covid-19 varian delta di India dengan penularan yang begitu cepat, otoritas Indonesia, dalam hal ini Dirjen Imigraso dan Dirjen Perhubungan Udara, membiarkan flight carteran yang memuat ratusan WNA India ke Indonesia dengan masa karantina hanya 5 hari. Ini langkah keliru dan membahayakan. Pasalnya, terbukti kasus varian baru adalah kasus yang di impor, didapatkan dari mobilitas orang dan perjalanan internasional.

Jika merujuk pada regulasi pembatasan mobilitas yang beredar terkait PPKM hanya berlaku secara domestik di wilayah Jawa-Bali saja. Artinya, mobilitas warga negara asing masih diberi kelonggaran. Akibatnya mata rantai penyebaran Covid-19 dengan berbagai varian yang datang dari luar Indonesia tidak bisa terputus penyebarannya. Wajar jika akhirnya implementasi PPKM tidak sesuai dengan harapan untuk menekan laju penularan. Hal ini membuktikan bahwa pemerintah tidak serius dalam memutus rantai penularan wabah .

Sungguh memprihatinkan ! Rakyat selalu dipertontonkan dengan ketidakadilan dan inkonsistensi kebijakan. Akibatnya, kepercayaan pada pemerintah pudar lantaran kerap kali dihianati.

Konsekuensi Penerapan Sistem Kapitalis Liberal

Karut marut kebijakan yang kita lihat saat ini adalah konsekuensi dari penerapan Sistem Kapitalis Liberal dalam mengatur sendi kehidupan. Negara selalu memprioritaskan penyelamatan ekonomi, bukan penyelamatan nyawa dan kemaslahatan rakyat. Alhasil, aneka kebijakan yang dilahirkan dengan dalih untuk memutus mata rantai pandemi selalu tak sejalan dengan kebijakan lainnya yang bertujuan pemulihan ekonomi.

Jika sejak awal pemerintah mau mendengarkan para ahli untuk memberlakukan lockdown dalam menanggulangi pandemi, mungkin tidak akan separah ini.

Pemerintah enggan memberlakukan lockdown dengan dalih akan menghabiskan banyak anggaran dalam pemenuhan kebutuhan warga dan ekonomi akan rapuh. Inilah jika negara berasaskan Kapitalis, seluruh kebijakan diukur dengan untung rugi belaka.

Jika negara mau memberlakukan lockdown dan memenuhi kebutuhan rakyatnya sebenarnya bisa saja . Sebab, Indonesia sejatinya kaya akan sumber daya alam yang berlimpah. Namun jauh panggang dari api, kekayaan alam Indonesia yang melimpah ruah berada dalam dekapan negara asing dan swasta, disisi lain negara tersandera hutang.

Kembali pada Islam

Lockdown bukan hanya solusi yang ditawarkan para ahli untuk memutus wabah pandemi, namun juga solusi yang diberikan Islam . Lockdown adalah penguncian wilayah di tempat pertama terjangkitnya wabah. Kebijakan ini pernah diterapkan pada masa Rasulullah dalam menghadapi wabah penyakit kusta dan Khalifah Umar bin Khathab saat terjadi wabah tha'un di Syam.

Rasulullah saw bersabda, " Jika kalian mendengar wabah terjadi di suatu wilayah, jangan kalian memasuki wilayah itu. Sebaliknya, jika wabah terjadi di tempat kalian tinggal, janganlah kalian meninggalkan tempat itu." (HR. al-Bukhari).

Islam agama sekaligus ideologi yg sempurna, semua hal sudah diatur dan mampu memberi solusi atas semua permasalahan . Dengan demikian, satu-satunya solusi untuk mengakhiri segala permasalahan hari ini adala kembali pada Islam . Menerapkan Islam secara sempurna diberbagai sendi kehidupan. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah : 208 yang artinya, "Wahai orang-orang beriman ! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu."

Wallahu'alam

COMMENTS

Name

afkar,5,agama bahai,1,Agraria,2,ahok,2,Analysis,50,aqidah,9,artikel,13,bedah buku,1,bencana,23,berita,49,berita terkini,228,Breaking News,8,Buletin al-Islam,13,Buletin kaffah,54,catatan,5,cek fakta,2,Corona,122,curang,1,Dakwah,42,demokrasi,52,Editorial,4,Ekonomi,186,fikrah,6,Fiqih,16,fokus,3,Geopolitik,7,gerakan,5,Hukum,90,ibroh,17,Ideologi,68,Indonesia,1,info HTI,10,informasi,1,inspirasi,32,Internasional,3,islam,192,Kapitalisme,23,keamanan,8,keluarga,51,Keluarga Ideologis,2,kesehatan,83,ketahanan,2,khi,1,Khilafah,289,khutbah jum'at,3,Kitab,3,klarifikasi,4,Komentar,76,komunisme,2,konspirasi,1,kontra opini,28,korupsi,40,Kriminal,1,Legal Opini,17,liberal,2,lockdown,24,luar negeri,47,mahasiswa,3,Medsos,5,migas,1,militer,1,Motivasi,3,muhasabah,17,Musibah,4,Muslimah,87,Nafsiyah,9,Nasihat,9,Nasional,2,Nasjo,12,ngaji,1,Opini,3556,opini islam,87,Opini Netizen,1,Opini Tokoh,102,ormas,4,Otomotif,1,Pandemi,4,parenting,4,Pemberdayaan,1,pemikiran,19,Pendidikan,112,Peradaban,1,Peristiwa,12,pertahanan,1,pertanian,2,politik,320,Politik Islam,14,Politik khilafah,1,propaganda,5,Ramadhan,5,Redaksi,3,remaja,7,Renungan,5,Review Buku,5,rohingya,1,Sains,3,santai sejenak,2,sejarah,70,Sekularisme,5,Sepiritual,1,skandal,3,Sorotan,1,sosial,66,Sosok,1,Surat Pembaca,1,syarah hadits,8,Syarah Kitab,1,Syari'ah,45,Tadabbur al-Qur’an,1,tahun baru,2,Tarikh,2,Tekhnologi,2,Teladan,7,timur tengah,32,tokoh,49,Tren Opini Channel,3,tsaqofah,6,tulisan,5,ulama,5,Ultimatum,7,video,1,
ltr
item
Tren Opini: Ironi TKA Masuk Saat PPKM Darurat
Ironi TKA Masuk Saat PPKM Darurat
kedatangan TKA China
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYJHhbAAlPwZCdickCAgKPE6GNRNJEiFjWcT6rFjEF_pu61pil62GfyITmS-ezPQbPznNhrxaTdHVg0ZrFDHIVkfLRT30haBO5BCQXP7mHxsUhdLePN-8zJifBVTpYoY99PxJkECHnJEI/w640-h426/PicsArt_07-09-11.42.27_compress52.webp
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYJHhbAAlPwZCdickCAgKPE6GNRNJEiFjWcT6rFjEF_pu61pil62GfyITmS-ezPQbPznNhrxaTdHVg0ZrFDHIVkfLRT30haBO5BCQXP7mHxsUhdLePN-8zJifBVTpYoY99PxJkECHnJEI/s72-w640-c-h426/PicsArt_07-09-11.42.27_compress52.webp
Tren Opini
https://www.trenopini.com/2021/07/ironi-tka-masuk-saat-ppkm-darurat.html
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/2021/07/ironi-tka-masuk-saat-ppkm-darurat.html
true
6964008929711366424
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy