Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Islamofobia Mengorbankan Nyawa Muslim

Sudah berapa banyak rasa sakit yang terus dirasakan kaum muslim. Luka lama belum sembuh, tetapi luka-luka baru terus bermunculan. Belum juga usai sudah ada lagi kabar tak mengenakan yang menimpa saudara muslim kita di bagian barat. Ternyata belum puas para pembenci Islam menularkan islamofobia untuk menindas umat muslim. Islamofobia yang telah menjangkit kembali terulang yang mana telah merenggut nyawa Muslim di Kanada.

Oleh : Mita Nur Annisa (Pemerhati Sosial)

Sudah berapa banyak rasa sakit yang terus dirasakan kaum muslim. Luka lama belum sembuh, tetapi luka-luka baru terus bermunculan. Belum juga usai sudah ada lagi kabar tak mengenakan yang menimpa saudara muslim kita di bagian barat. Ternyata belum puas para pembenci Islam menularkan islamofobia untuk menindas umat muslim. Islamofobia yang telah menjangkit kembali terulang yang mana telah merenggut nyawa Muslim di Kanada.

Seperti yang dilansir oleh Bisnis.com (08/06/2021), Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau dalam sebuah konferensi pers di Chelsea, Quebec, Kanada, Jumat (19/6/2021) mengatakan, seorang pengemudi dengan sengaja menyerang satu keluarga dengan alasan karena mereka muslim, sehingga menewaskan empat orang dan melukai serius seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun.

Serangan itu dikecam sebagai “tindakan kebencian yang tak bisa diungkapkan”, selain bersikap islamofobia atau istilah kejiwaan untuk ketakutan dengan pemeluk agama Islam.

Para korban yang berasal dari anggota keluarga yang sama dipukul dengan benda keras pada Minggu (6/6/2021) malam ketika mereka menunggu untuk menyeberang jalan di kota London, sekitar 200 km (124 mil) barat daya Toronto.

Polisi mengatakan para korban adalah dua wanita berusia 77 dan 44 tahun, seorang pria berusia 46 tahun dan seorang gadis berusia 15 tahun.

Seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun juga terluka parah dan sedang dalam pemulihan di rumah sakit. Akan tetapi otoritas setempat tidak merilis nama-nama korban.

“Ada bukti bahwa ini adalah tindakan terencana dan dimotivasi oleh kebencian. Diyakini para korban ini, menjadi sasaran karena mereka adalah muslim,” kata Inspektur Layanan Polisi London, Paul Waight saat konferensi

Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang serangan islamofobia di provinsi-provinsi di seluruh Kanada dan seruan yang meluas kepada pihak berwenang untuk mengatasi rasisme, kekerasan yang dimotivasi oleh kebencian oleh kelompok sayap kanan.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan insiden itu "mengerikan" dan menggambarkan sebagai "tindakan kebencian". Dia menyampaikan rasa simpatinya pada orang-orang yang dicintai para korban, termasuk anak laki-laki yang selamat. “Kepada komunitas muslim di London dan muslim di seluruh negeri, ketahuilah bahwa kami mendukung Anda. Islamofobia tidak memiliki tempat di komunitas kami. Kebencian ini berbahaya dan tercela dan itu harus dihentikan,” cuit Trudeau.

Kecaman yang disuarakan tidak dapat menghentikan kekerasan terhadap muslim akibat islamofobia. Sehingga butuh tindakan yang nyata. sejatinya islamofobia adalah hal yang sengaja Barat tanamkan dalam benak umat untuk menjauhkan pandangan Islam dari manusia. Karena nilai-nilai Islam yang dipegang erat dan aturan Islam mereka pandang sebagai penghambat. Maka dari itu segala upaya mereka lakukan agar cahaya Islam tidak terpancarkan. Dengan memberikan informasi yang salah di tengah publik sehingga mindset yang diperoleh pun keliru.

Bentuk islamofobia yang mereka suarakan ialah seperti diskriminasi terhadap pelaksanaan ibadah umat, pelarangan cadar, penguburan nilai-nilai Islam di tengah umat, sampai pembantaian. Hal itu dilakukan Barat agar umat jauh dari kemuliaan. Bahkan sekularisme merupakan upaya Barat untuk menjauhkan umat dari agamanya sendiri, sehingga umat merasa asing dengan agamanya. Maka dari itu tidak akan pernah bisa sistem hari ini memberikan kebaikan, malah hanya menghadirkan kerusakan-kerusakan. Alhasil hal yang mustahil untuk umat muslim diberikan perlindungan dan keadilan karena pada dasarnya hari ini umat muslim menjadi sasaran empuk antek Barat.

Berbeda dengan Islam. Islam adalah satu-satunya agama yang memberikan penghargaan amat tinggi pada darah dan jiwa manusia. Allah SWT menetapkan pembunuhan satu nyawa tak berdosa sama dengan menghilangkan nyawa seluruh umat manusia:

مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي اْلأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا

Siapa saja yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, seakan-akan dia telah membunuh seluruh manusia (TQS al-Maidah [5]: 32).

Dalam kepemimpinan Islam yakni khilafah. Khilafah merupakan junnah atau perisai bagi umat dari musuh-musuh Islam. Kepemimpinan Islam juga menjamin terjaganya agama dan nyawa baik itu muslim ataupun nonmuslim.

Karenanya hanya kepemimpinan Islam yang dapat mengatasi segala bentuk kekerasan serta menghilangkan islamofobia yang makin tertanam dalam benak umat manusia. Termasuk dapat mengembalikan kemuliaan Islam dan kehormatan kaum muslim. Maka mari bersama mewujudkannya dengan berjuang mendakwahkan Islam kaffah.

Wallahu a’lam bish-showab.

Post a Comment for "Islamofobia Mengorbankan Nyawa Muslim"