Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dibalik Gencatan Senjata Palestina Israel

Setelah 11 hari melakukan penyerangan ke jalur Gaza, akhirnya Israel mengajukan permohonan genjatan senjata. Artinya, mereka menyudahi hubungan dengan damai. Apakah benar adanya? Bisakah dipercaya?

Oleh : Ummu Fillah

Setelah 11 hari melakukan penyerangan ke jalur Gaza, akhirnya Israel mengajukan permohonan genjatan senjata. Artinya, mereka menyudahi hubungan dengan damai. Apakah benar adanya? Bisakah dipercaya?

Mari kita lihat.

Kesepakatan gencatan senjata yang dicapai antara Israel dan PalestIna dijalur Gaza terjadi pada Jum'at (21/5/2021)CNBC Indonesia.

Tetapi masih ada ketegangan di Yerusalem Timur, polisi Israel menyerbu kompleks Masjid Al Aqsha dan menembakan gas air mata ke arah warga Palestina setelah sholat Jum'at.

Betapa rapuhnya gencatan senjata yang disepakati dua negara bersiteru. Jaminan bahwa tidak ada lagi ketegangan disekitar kompleks Masjid Al Aqsha tidak terwujud.

Dalam kitab Asy-syakhshiyyah al-Islamiyyah juz 2 dijelaskan bahwa melakukan gencatan senjata antara Kaum Muslimin dengan orang kafir memang tidak dilarang, boleh hukumnya. Karena Rasulullaah SAW pernah melakukan hal ini dengan orang Quraisy pada tahun Hudaibiyah. Akan tetapi dibolehkannya gencatan senjata harus dilandasi kemaslahatan yang berkaitan dengan jihad atau penyebaran dakwah. Jadi bukan untuk alasan istirahat sejenak dari peperangan.

Pun dalam kitab Mafahim Siyasiy karya Syekh Abdul Qadim Zallum, dijelaskan bahwa gencatan senjata memang menjadi salah satu uslub penjajahan oleh negara-negara besar terhadap negara-negara jajahannya. Jadi sudah seharusnya kita tidak boleh terperdaya oleh tipu daya yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam. Dan hal ini terbukti, baru beberapa jam gencatan senjata ternyata Israel kembali menyerang.

Genjatan senjata ibarat sandera bagi rakyat Palestina. Bisa saja mereka mengingkari sewaktu-waktu.

Seruan solusi dua negara, bukan solusi mendasar kemerdekaan Palestina.

Bukan kemerdekaan yang sesaat.

Uni Emirat Arab yang memfasilitasi perdamaian tersebut tidak menghentikan kebiadaban Israel kepada rakyat Palestina.SERAMBINEWSCOM.DUBAI.(20/5/2021).

Genjatan senjata yang diusulkan UEA dan OKI semakin menegaskan tiada pembelaan yang sempurna terhadap saudara muslim di Palestina. Membiarkan Israel mengumpulkan kekuatan dan memulihkannya kembali setelah memborbardir PalestIna.

Menegaskan keengganan dunia Islam mengirimkan militernya untuk menghentikan pendudukan dan mengusir Israel dari bumi PalestIna.

PalestIna butuh militer untuk merealisasikan perdamaian dan keamanan.

Militer dilawan dengan militer. Hanya jihad lah solusi hakiki bagi PalestIna. Jihad yang dikomando oleh Kholifah.Bukan berbagi negara, bukan retorika, ataupun gencatan senjata.

Allahu a'lam bish showab.

Post a Comment for "Dibalik Gencatan Senjata Palestina Israel"