Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Warga Palestina Berjanji Pertahankan Al-Quds dengan Darah dan Nyawa, Bagaimana Penguasa Muslim?

Gemuruh ikrar setia disampaikan 90 ribu warga Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsha. Mereka menyampaikan janji untuk menjaga keutuhan Al-Aqsha dan Palestina meski mempertaruhkan nyawa dan menumpahkan darah. (cuitan @Abdillahonom di Twitter, 9/5/2021). Luar biasa keberanian warga Palestina mempertahankan setiap jengkal wilayah kaum muslimin. Lantas, bagaiman dengan para penguasa Muslim?

Oleh: Rindyanti Septiana S.H.I (Pengamat Sosial dan Politik, Kontributor Web Muslimah)

Musuh-musuh Islam memang tak mengerti kata “menahan diri” untuk tidak memerangi kaum muslimin meski dalam kondisi menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Justru oerang terhadap Islam dan umatnya semakin digencarkan. Aksi penyerbuan polisi Israel atas puluhan ribu jamaah Masjid al-Aqsha sepanjang akhir pekan lalu telah menyebabkan sekitar 300 warga Palestina terluka.

Merujuk laporan media Palestina dan Israel, sebanyak 70 ribu hingga 90 ribu umat Islam melaksanakan shalat Jumat di Haram Al-Syarif, Masjid al-Aqsha dan kemudian melancarkan orasi atas perkembangan terkini. Setelah Maghrib, suasana memanas dan kepolisian Israel kemudian menyerbu Haram Al-Syarif dengan tembakan gas air mata dan peluru karet untuk membuarkan jamaah. Sedikitnya 205 warga Palestina terluka parah akibat kejadian itu. (7/5/2021)

Publik hanya melihat aksi kecaman dari para penguasa setiap negara. Kecaman demi kecaman yang ditujukan atas tindakan polisi Israel yang menembaki warga Palestina tidak akan pernah menghentikan mereka. Inilah sikap yang seolah peduli dengan kondisi Palestina, faktanya membiarkan kezaliman yang dilakukan Israel terhadap Palestina.

Hal yang sama pun dilakukan oleh PBB, hanya mendesak Israel membatalkan penggurusan paksa di Yerusalem Timur. Rupert Colville, juru bicara hak asasi manusia PBB menekankan Yerusalem Timur tetap menjadi bagian dari wilayah Palestina yang diduduki. Memindahkan penduduk sipil ke wilayah pendudukan adalah ilegal di bawah hukum internasional dan mungkin merupakan kejahatan perang. (republika.co.id, 10/5/2021)

Israel Jumawa, Amerika Serikat Penjaganya

Tidak berhentinya Israel memerangi penduduk Palestina tidak terlepas dari negara di belakangnya yang terus mendukung setiap tindakan negara tersebut. Publik dapat melihat begitu nyata keberpihakan Amerika Serikat terhadap Israel. Sampai-sampai Israel disebut sebagai “anak emasnya”.

Amerika telah menggunakan 39 kali veto untuk melindungi Israel dari resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengutuk atau mengecam tindakan atau sikapnya yang tak mengindahkan hak asasi orang Palestina. Begitu pun juga pemindahan kedutaan merupakan pengakuan simbolis Amerika bahwa Yerusalem ibu kota Israel. Sedangkan “pembenaran” atas pemukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, tak ayal lagi merupakan keberpihakan AS pada Israel. (dunia.tempo.co, 4/12/2019)

Menurut Peace Now, kelompok anti-pemukiman Israel , dewasa ini terdapat 385 pemukiman Yahudi yang didirikan dengan izin pemerintah Israel dan 97 bangunan atau pemukiman “liar”. Di Yerusalem Timur saja, terdapat 12 pemukiman baru dengan sekitar 200 ribu orang pemukim yang hidup dengan senjata api dan pengawalan tentara Israel. AS juga memberikan bantuan senilai $1-4 miliar pertahun pada Israel untuk membeli persenjataan produk-produk AS.

Bantuan itu merupakan cerminan situasi strategis AS di Timur Tengah mencegah perkembangan bagi musuh-musuh AS seperti Taliban, Al-Qaedah, Islamic State, Hizbullah yang bercita-cita menghancurkan AS. Seperti yang disampaikan Chuk Wald, tentara angkatan udara AS, “ Yang ingin merusak dan menghancurkan bantuan AS ke Israel. Mereka mengesampingkan menggunakan logika jahat. Kita harus memberikan Israel bantuan uang tanpa syarat. Itu menyelamatkan darah kita yang berharga, yaitu Amerika Serikat.” AS merupakan penjaga setia Israel, hingga Israel begitu jumawa dan berambisi untuk terus mencaplok wilayah Palestina.

Puluhan Ribu Warga Palestina Berikrar Pertahankan al-Aqsha

Gemuruh ikrar setia disampaikan 90 ribu warga Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsha. Mereka menyampaikan janji untuk menjaga keutuhan Al-Aqsha dan Palestina meski mempertaruhkan nyawa dan menumpahkan darah. (cuitan @Abdillahonom di Twitter, 9/5/2021). Luar biasa keberanian warga Palestina mempertahankan setiap jengkal wilayah kaum muslimin. Lantas, bagaiman dengan para penguasa Muslim?

Masihkah mereka sibuk melakukan berbagai perundingan dengan Israel untuk mencari solusi atas masalah Palestina? Atau hanya sekadar pidato basa-basi penuh dengan retorika dan ucapan kecaman yang ditujukan pada Israel? Padahal seharusnya sikap yang diberikan pada Israel karena telah merampas tanah Palestina ialah perangi dan usir.

Firman Allah SWT, yang artinya “Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian, menghinakan mereka serta akan menolong kalian atas mereka sekaligus melegakan hati kaum Mukmin.” (QS. At-Taubah [9] :14)

Allah SWT juga berfirman, yang artinya “Usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian.” (QS. Al-Baqarah [2] :191). Berdasarkan ayat di atas, maka Israel harus diperangi dan diusir dari Palestina. Namun, apakah hal itu bisa dilakukan oleh para penguasa di Dunia Islam? Tentu saja bisa jika mereka mau.

Namun rasa-rasanya sangat kecil kemungkinannya bahkan mustahil itu terjadi. Pasalnya tidak satu pun penguasa di negeri-negeri Islam saat ini yang menjadikan akidah dan syariah Islam sebagai asas dan standar dalam bernegara. Padahal jihad sebagai salah satu syariah Islam, merupakan satu-satunya cara mengusir siapa pun yang telah merampas tanah milik kaum Muslim, termasuk Israel.

Oleh karena itu, penyelesaian tuntas masalah Palestina tidak lain dengan mewujudkan kekuasaan Islam yang berlandaskan akidah dan syariah Islam. Itulah Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Khilafahlah satu-satunya harapan bagi Palestina dan satu-satunya pelindung umat yang hakiki. Melancarkan jihad terhadap siapa saja yang memusuhi Islam dan kaum Muslim.

Post a Comment for "Warga Palestina Berjanji Pertahankan Al-Quds dengan Darah dan Nyawa, Bagaimana Penguasa Muslim?"