Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Solusi Untuk Palestina Tidak Hanya Sekedar Kecaman

Serangan Israel di penghujung Ramadan terhadap jamaah tarawih masjid Al Quds dan pengusiran terhadap warga syaikh jarrah mendapat reaksi dari berbagai negara. Berbagai kecaman dan kutukan untuk Israel bergelora dipenjuru dunia. Sebagaimana diketahui, bentrokan berdarah antara polisi Israel dan warga Palestina yang ada di Masjid Al-Aqsa pecah. Bentrokan yang membuat ratusan orang terluka ini terjadi usai buka puasa.

Oleh: Rey Fitriyani

Serangan Israel di penghujung Ramadan terhadap jamaah tarawih masjid Al Quds dan pengusiran terhadap warga syaikh jarrah mendapat reaksi dari berbagai negara. Berbagai kecaman dan kutukan untuk Israel bergelora dipenjuru dunia. Sebagaimana diketahui, bentrokan berdarah antara polisi Israel dan warga Palestina yang ada di Masjid Al-Aqsa pecah. Bentrokan yang membuat ratusan orang terluka ini terjadi usai buka puasa.

Sedikitnya 178 warga Palestina mengalami luka-luka dalam bentrokan dengan polisi Israel di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, pada Jumat (7/5) malam waktu setempat. Polisi Israel menggunakan peluru karet dan granat kejut terhadap warga Palestina yang melemparkan batu ke arah mereka.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (8/5), bentrokan ini pecah saat kemarahan memuncak di kalangan warga Palestina terkait potensi penggusuran sejumlah keluarga Palestina dari rumah-rumah mereka yang tanahnya diklaim oleh para pemukim Yahudi yang menggugat ke pengadilan.(detiknews)

Tidak ketinggalan OKI dan PBB juga mengecam serangan yang dilancarkan Israel terhadap warga Palestina tersebut. Namun serangan yang sudah banyak menelan korban jiwa khususnya umat muslim semacam ini tidak layak jika hanya direspon dengan sekedar kecaman dan mustahil juga diselesaikan dengan resolusi baru oleh PBB. Banyak pihak mempertanyakan peran PBB dan OKI dalam menyelesaikan kekerasan berdarah yang terjadi di Palestina.

Kenyataannya PBB tak berperan apa-apa kecuali hanya mengecam saja. Meski organisasi itu mengklaim sebagai organisasi pembawa perdamaian, nyatanya perdamaian itu hanyalah jargon kosong. Justru deklarasi PBB pada 1948 yang menyatakan negara Israel “resmi” berdiri di atas tanah Palestina inilah yang menjadi pemicu penjajahan dan pendudukan Israel atas tanah Palestina.

Organisasi Kerja sama Islam (OKI) juga tidak memberi dampak apa-apa bagi Palestina. Ada tidaknya OKI tak berpengaruh sama sekali atas kebebasan rakyat Palestina.

Persoalan Palestina sejatinya berakar pada berdirinya Israel di bumi para Nabi. Israel mencuri Palestina dari pemiliknya, yaitu kaum muslim. Perampasan tanah Palestina oleh Israel dengan dukungan Inggris, AS, dan PBB membuat keberadaan warga Palestina semakin terkikis. Jadi, keberadaan negara Israel yang didukung oleh Barat itulah yang menjadi pangkal persoalan Palestina dan krisis Timur Tengah. Inilah yang harus dipahami umat muslim bahwa Palestina tidak akan selesai hanya dengan kecaman, kutukan, bantuan kemanusiaan, atau obat-obatan. Sebab, yang sesungguhnya terjadi adalah penjajahan dan pendudukan Israel atas Palestina. Dengan demikian, selama negara Israel berdiri, persoalan Palestina tidak akan selesai.

Sungguh ironis negeri-negeri muslim yang awalnya satu wilayah dalam kepemimpinan Daulah Khilafah Utsmani sekarang telah menjadi kepingan kepingan kecil. Hal ini diakibatkan dampak dari perjanjian Sykes-Picot yang telah menghancurkan kesatuan umat islam.

Ditambah sekat nasionalisme yang telah bercokol di negri negri islam, sehingga membuat terkikisnya ikatan akidah Islam di antara kaum muslim. Meskipun sebagian negeri Islam menaruh perhatiannya pada Palestina, tapi mereka tetap lemah di hadapan musuh Islam. Sungguh, sekat nasionalisme telah mengoyak ukhuwah di antara umat muslim dunia. Sekat nasionalisme juga membuat negri negri muslim sibuk dengan urusannya masing-masing. Bahkan negeri-negeri muslim yang mengelilingi Palestina, nyatanya diam membatu. Lihatlah bagaimana Mesir yang berbatasan langsung dengan Gaza, malah menutup perbatasan dengan alasan nasional state.

Maka, solusi atas masalah tersebut adalah dengan mengusir Israel dari wilayah Palestina.

Untuk itu umat islam harus serius dan sungguh-sungguh untuk memperjuangkan kembalinya Khilafah ‘ala minhaj an-Nubuwwah. Karena hanya dengan Khilafahlah Palestina bisa dibebaskan dan dimerdekakan secara nyata.

Disamping itu seruan pembebasan dan pertolongan terhadap Al-Quds tidak lengkap kecuali dengan kaum muslim membuang sekat-sekat nasionalisme buatan Barat. Lalu menyerukan persatuan umat Islam dalam bingkai Khilafah, bergerak bersama Khalifah dan seluruh tentara kaum muslimin, berjihad membersihkan Israel dari Al-Quds dan bumi Palestina. Agar hal ini bisa terlaksana, umat membutuhkan seorang khalifah, pemimpin seluruh kaum muslim. Rasulullah saw. telah bersabda :

“Imam (Khalifah) adalah perisai, di belakangnya kaum Muslim berperang dan berlindung.” (HR Muslim)

Khalifah akan menyiapkan kekuatan tentara muslim yang membela kehormatan agamanya dan melindungi saudaranya. Serta

memerdekakan Palestina hingga benar-benar merdeka, sehingga rakyat Palestina mendapatkan kemerdekaan yang sejati.

WalLahu a’lam bi ash-shawab

Post a Comment for "Solusi Untuk Palestina Tidak Hanya Sekedar Kecaman"