Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Solusi Hakiki Untuk Palestina

Palestina tak pernah berhenti membara. Sejak puluhan tahun lalu, Israel menduduki Palestina, membuat kekacauan, menebarkan teror dan berusaha merebut tanah Palestina. Kita akan menyadari bahwa lambat laun, wilayah Palestina kian menyempit. Umat Islam di Palestina pun kian sedikit.

Palestina tak pernah berhenti membara. Sejak puluhan tahun lalu, Israel menduduki Palestina, membuat kekacauan, menebarkan teror dan berusaha merebut tanah Palestina. Kita akan menyadari bahwa lambat laun, wilayah Palestina kian menyempit. Umat Islam di Palestina pun kian sedikit.

Hal itu membuat Israel semakin menunjukkan arogansinya, sehingga serangan demi serangan yang brutal terus mereka luncurkan. Bahkan, mereka berani memasuki masjid al Aqsha, mengganggu ketenangan kaum muslim dalam melakukan ibadah.

Tidak berhenti, mereka pun menghujani muslim Palestina dengan rudal dan bom hingga menewaskan ratusan orang, termasuk wanita dan anak-anak. Meski begitu, kaum muslim di Palestina tak pernah menyerah. Mereka terus berjuang untuk mempertahankan tanah Palestina.

Namun, tentu kita harus memahami bahwa masalah di Palestina bukan sekadar tanggung jawab muslim Palestina saja. Umat Islam adalah bersaudara. Layaknya saudara, maka harus bisa saling memberikan dukungan, perlindungan dan pertolongan antara satu dengan yang lain.

Rasulullah Saw mengibaratkan kaum muslim bagaikan satu tubuh, artinya muslim yang satu harus mampu merasakan apa yang dialami oleh muslim yang lain. Penderitaan, perihnya ujian, beratnya perjuangan saudara muslim di Palestina, harus mampu dirasakan oleh kita sebagai sesama muslim.

Kita bisa menyaksikan kaum muslim di berbagai dunia ikut bersimpatik atas apa yang menimpa saudaranya di Palestina. Berbagai dukungan, do'a dan bantuan logistik terus diberikan. Terkhusus muslim di Indonesia, yang selalu terdepan dalam mendukung Palestina.

Hanya saja, apakah dengan memberikan bantuan logistik itu sudah cukup? Apakah dengan melakukan do'a bersama untuk keselamatan mereka itu sudah cukup?

Tentu saja tidak ... mereka butuh lebih dari itu. Sebab, apa yang mereka alami bukanlah sekadar bencana kelaparan ataupun bencana alam. Mereka sedang berada dalam penjajahan. Setiap saat, serangan rudal dan bom senantiasa mengancam ketenangan.

Sebagian umat Islam ada yang berharap penyelesaian masalah Palestina pada organisasi internasional seperti OKI dan PBB. Lantas apakah kedua organisasi ini bisa diharapkan?

Komite Eksekutif Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengadakan pertemuan luar biasa pada tingkat menteri luar negeri (menlu), Ahad (16/5/2021). Pertemuan virtual ini diketuai oleh Arab Saudi dalam rangka mengecam agresi Israel terhadap Palestina.

Dalam pertemuan tersebut, OKI membuat beberapa pernyataan yang di antara isinya adalah memberikan dukungan pada Palestina dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk bertindak cepat mengakhiri kebiadaban Israel terhadap rakyat Palestina.

Pernyataan OKI mengenai dukungan terhadap Palestina dan kecaman terhadap Israel tentu satu hal yang positif. Hanya saja, apakah akan menjadi solusi jika hanya sebatas narasi? Sebab, narasi itu sudah kerap disampaikan ketika Israel melakukan serangan. Dan tetap saja, tak memiliki pengaruh apa-apa.

Bagaimana dengan PBB? Sejak PBB membuat garis resolusi untuk mewujudkan solusi dua negara pada 1967, kita tak bisa lagi berharap pada PBB. Kita harus betul-betul menyadari bahwa tanah Palestina merupakan tanah kaum muslim. Mengambil solusi dua negara artinya mengakui pendudukan Israel di tanah Palestina.

Jika tak bisa berharap pada solusi dari OKI dan PBB, bagaimana solusi yang sebenarnya?

Semestinya, sebagai sebuah organisasi Islam internasional, OKI memiliki peran yang sangat signifikan dalam penyelesaian masalah Palestina. Namun jika hanya terus bermain narasi, tidak akan pernah mewujudkan kemerdekaan bagi Palestina.

Persoalan utama di Palestina adalah adanya entitas Yahudi yang merebut tanah umat Islam Palestina dengan dukungan Sang Adidaya, Amerika. Maka solusi atas persoalan ini adalah menghilangkan entitas Israel dari Bumi Palestina.

Bagaimana caranya? Tentu harus dengan pengiriman militer. Militer gabungan negara-negara muslim anggota OKI sudah lebih dari cukup untuk membuat Israel kewalahan. Namun, solusi ini tak pernah diambil oleh negara-negara OKI maupun PBB.

Jika kita menengok pada sejarah peradaban Islam yang gemilang, maka kita akan menemukan contoh bagaimana sikap pemimpin kaum muslim menghadapi kecongkakan musuh. Tidak banyak memberikan narasi, cukup dengan solusi hakiki.

Sebagaimana Salahuddin al Ayyubi yang telah berhasil merebut Yerussalem yang sebelumnya telah diduduki pasukan Salib. Tidak hanya itu, ia pun mampu menpertahankan tanah tersebut yang coba direbut kembali oleh pasukan salib.

Kita pun bisa melihat apa yang dilakukan Khalifah Harun ar Rasyid terhadap Nakfur, Raja Romawi yang menyalahi kesepakatan dengan Khilafah Abbasiyah. Sang Khalifah pun membalas surat Nakfur dengan kertas atau kulit yang dipakai Nakfur, yaitu ditulis di belakangnya,

“Dari Harun ar-Rasyid, Amirul Mukminin, kepada Nakfur, Anjing Romawi. Jawabannya seperti yang kamu lihat, bukan seperti yang kamu dengar.”

Surat itu pun dikirim bersama dengan pasukan Khilafah. Pada saat itu, Harun ar-Rasyid memimpin pasukannya hingga sampai di Kota Heraklius, sehingga terjadilah peperangan dan menjadi momentum penaklukan yang gemilang.

Demikianlah sikap penguasa muslim yang seharusnya, menjadi pembebas Palestina. Kita tentu merindukan pemimpin seperti Salahuddin al Ayyubi dan Harun ar Rasyid. Namun pemimpin seperti mereka hanya akan lahir dalam negara yang menerapkan seluruh aturan Islam, termasuk dalam berpolitik dan bernegara. Wallahu a’lam.

penulis: Vera Khairunnisa

Post a Comment for "Solusi Hakiki Untuk Palestina"