Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ramadhan, Momen Datangkan Pertolongan Allah

Ramadhan Kariim. Kaum muslim menyambutnya dengan suka cita dan penuh syukur. Berusaha melakukan kebaikan sekecil apapun, karena janji Allah SWT untuk membalasnya dengan pahala berlipat ganda. Ramadhan bulan penuh keberkahan, kemuliaan dan ampunan. Di dalamnya turun Al Quran dan terdapat lailatul qadar yang lebih baik dari 1000 bulan.

Oleh : Ummu Neysa

Ramadhan Kariim. Kaum muslim menyambutnya dengan suka cita dan penuh syukur. Berusaha melakukan kebaikan sekecil apapun, karena janji Allah SWT untuk membalasnya dengan pahala berlipat ganda. Ramadhan bulan penuh keberkahan, kemuliaan dan ampunan. Di dalamnya turun Al Quran dan terdapat lailatul qadar yang lebih baik dari 1000 bulan.

Tapi mirisnya, Di pelupuk mata kedzaliman terhadap kaum muslim merajalela. Lelah mata, hati dan pikiran melihatnya. Mulai dari kebutuhan perut. Bahan pokok melonjak naik, ekonomi lesu, usaha kecil banyak tutup, kebutuhan hidup semakin tinggi, dan pengangguran semakin banyak.

Kriminalitas juga menjamur. Nyawa kaum muslim melayang akibat penanganan covid-19 yang setengah hati, begal, pembunuhan, pemerkosaan, narkoba, miras dan sebagainya. Kemaksiatan dilegalkan. Lihatlah miras dibuat Perpresya, LGBT dibuat e-KTP nya. riba menjadi tulang punggung APBN, perzinahan dilokalisasi dan sebagainya. Akhirnya masyarakat menjadi ambyar.

Keburukan, terpampang nyata ketika penguasa pengambil kebijakan tak menjadikan syari’atNya sebagai pegangan. Karena sistem sekuler demokrasi diterapkan di negeri ini. Hukum Allah dikangkangi, ajaran Islam dikriminalisasi, ulamanya ditangkapi, momen hari besarnya dibatasi, dan sebagainya.

Apalagi jika menengok ke negeri seberang. Awan hitam penderitaan yang memilukan tak kunjung usai. Baik di benua Eropa, Asia, Afrika maupun Afrika. Minoritas di negerinya, menjadikan mayoritas sewenang-wenang terhadap muslim. Sinisme dan intimidasi acapkali dialami muslim. Cap teroris, fundamentalis, radikalis dilekatkan pada muslim. Penggunaan label Islam seperti hijab, niqab, jenggot dan lainnya dilecehkan dan diserang. Aura Islamophobia mewarnai kehidupan muslim.

Ramadhan, Bulan Untuk Mengetuk Pintu Langit

Rasulullah SAW bersabda :

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال, قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ثلاث لا تُردّ دعوتهم: الصائم حتى يُفطر، والإمام العادل، ودعوة المظلوم

Artinya : Dari Abu Hurairah Radhiallahu anhu ia berkata, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Ada tiga golongan yang tidak ditolak doanya, orang berpuasa sampai berbuka, pemimpin yang adil dan orang yang dizalimi.” (Riwayat Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Orang yang berpuasa do’anya makbul. Karena menghiasi hari-harinya dengan ketaatan pada Allah SWT. Baik sedekah, zakat, shalat, dzikir dan lain sebagainya. Jadi ramadhan momentum terbaik untuk mengadukan penderitaan dan kezaliman sistem sekuler demokrasi kepada Allah SWT. Agar Allah SWT mendatangkan pertolonganNya. Membuka jalan bagi kaum muslim untuk berlepas dari sistem sekuler demokrasi yang batil ini.

Tapi tak cukup do’a. Kaum muslim harus membuka akal dan hati bahwa sistem sekuler demokrasi lah yang menjadi pangkal penderitaan, kesengsaraan, kerusakan saat ini. Berazzam untuk mengakhiri sistem batil ini. Berusaha taat Allah SWT dalam seluruh aspek kehidupan. Serta ikhtiar mewujudkan sistem Islam yang menerapkan syari’atNya secara kaffah. Dengan ini Islam rahmatan lil ‘alamin akan segera melingkupi kaum muslim.

Wallahu a’lam bish-shawab

Post a Comment for "Ramadhan, Momen Datangkan Pertolongan Allah"