Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

RAMADHAN KEMBALI DALAM SUASANA PANDEMI

Momen Ramadhan adalah momen yang paling ditunggu oleh kaum muslim karena ada satu kebiasaan yang ditunggu yaitu mudik lebaran. Bertemu sanak keluarga dikampung melepas kerinduan. Tapi momentum ini kembali tidak bisa dilakukan kaum Muslim khususnya di Indonesia tahun ini karena pelarangan mudik (tapi bukan pulang kampung) diakibatkan kembali meningkatnya pasien terpapar covid di dunia yaitu di India (terpapar flu spanyol) mencapai 20 juta angka kematian.

Oleh : Yuli ummu Ihsan (Pemerhati Masalah Umat)

Momen Ramadhan adalah momen yang paling ditunggu oleh kaum muslim karena ada satu kebiasaan yang ditunggu yaitu mudik lebaran. Bertemu sanak keluarga dikampung melepas kerinduan. Tapi momentum ini kembali tidak bisa dilakukan kaum Muslim khususnya di Indonesia tahun ini karena pelarangan mudik (tapi bukan pulang kampung) diakibatkan kembali meningkatnya pasien terpapar covid di dunia yaitu di India (terpapar flu spanyol) mencapai 20 juta angka kematian.

Salah satu kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi kembali melonjak terpapar covid yaitu menutup pintu2 mudik mulai dari tgl 6-17 Mei yang biasanya diwaktu itu penumpang mudik melonjak naik drastis juga di pusat pembelanjaan. Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Marullah Matali menyatakan, Pemprov DKI akan mengurangi jumlah pintu masuk ke Pasar Tanah Abang.

"Hari ini ada beberapa titik di Pasar Tanah Abang, tadi sudah kita sepakati, di Pasar Tanah Abang yang kira-kira lebih dari 20 pintu nanti akan kita ringkas jadi beberapa pintu strategis yang nanti akan ditugaskan beberapa pasukan kita untuk menjaga sirkulasi," kata Marullah (Liputan6.com)

Pengunjung Berburu Baju Lebaran yang membuat ledakan masyarakat meningkat

TNI-Polri menjaga Ketat Pasar Tanah Abang hingga Polisi menggunakan pengeras suara untuk menghimbau protokol kesehatan kepada pengunjung Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta, Minggu (2/5/2021). Petugas gabungan memperketat penjagaan di pintu masuk Blok A dan B Pusat Grosir Tanah Abang guna mencegah kerumunan pengunjung. (merdeka.com)

Berdasarkansurat edaran yang dkeluarkan Satgas Penangangan Covid-19 Nasional, nomor:13/2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 H, selama periode 6-17 Mei yang disepakati oleh seluruh Pemerintahan daerah dan Provinsi di Indonesia ini membuat Masyarakat resah dengan aturan ini karena mulai dari transportasi Udara, Laut dan darat yg melintasi perbatasan ditutup.

Dari beberapa yang dibolehkan, mereka diberikan persyaratan wajib memiliki surat izin perjalanan (SIP) dan surat izin keluar/masuk (SIKM) dalam periode yang dimaksud, yang ditanda tangan basah dari pimpinan atau kepala tempat domisili.

Larangan mudik ini seprtinya tdk berlaku dipusat pembelanjaan sebagaimana kita melihat pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Demi mendongkrak perekonomian, masyarakat didorong untuk berbelanja baju meski larangan mudik ditetapkan. Sehingga wajar saja pusat perbelanjaan penuh.

Fenomena ini tentu terjadi karena pengaturan yang lebih mementingkan urusan ekonomi tapi nyawa rakyat seakan dilalaikan oleh Penguasa ini mengaggap virus tdk penting

Sistem ini pula lah yang menjadikan peran negara hanya sebatas regulator. Hanya berusaha membangkitkan ekonomi dan mensejahterakan rakyat, nyatanya hanya ilusi. Karena dari situlah pintu privatisasi SDA oleh korporasi multinasional terbuka lebar. Dan semua itu membuat umat tak mendapatkan kebermanfaatannya. Inilah yang menyebabkan kemiskinan semakin akut di negara kelas ketiga.

Tentu kondisi ini tak akan kita temukan dalam sistem islam. Sistem yang langsung turun dari pencipta, membuat aturannya memuliakan manusia. Nyawa tentulah yang utama dan kesejahteraan bukan lagi mimpi di siang bolong.

Post a Comment for "RAMADHAN KEMBALI DALAM SUASANA PANDEMI"