Larangan Mudik Cegah Penyebaran Covid, Efektifkah ?

larang mudik tak efektif cegah covid

Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa tibalah hari yang di nanti seluruh umat islam. Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam. Hari itu sering disebut sebagai hari kemenangan dan seluruh umat Islam menyambutnya dengan suka cita Sudah menjadi kebiasaan umat Islam di Indonesia setiap menjelang lebaran ada tradisi mudik atau pulang kampung bagi mereka yang merantau jauh dari kampung halaman. Moment ini yang paling di nanti karena mungkin hanya setahun sekali bisa kumpul dengan sanak saudara semua. Begitu pun tahun ini meski masih di masa pandemi tapi keinginan bertemu dengan keluarga sangatlah di harap.

Oleh : Yanik Inaku ( Anggota Komunitas Setajam Pena )

Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa tibalah hari yang di nanti seluruh umat islam. Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam. Hari itu sering disebut sebagai hari kemenangan dan seluruh umat Islam menyambutnya dengan suka cita Sudah menjadi kebiasaan umat Islam di Indonesia setiap menjelang lebaran ada tradisi mudik atau pulang kampung bagi mereka yang merantau jauh dari kampung halaman. Moment ini yang paling di nanti karena mungkin hanya setahun sekali bisa kumpul dengan sanak saudara semua. Begitu pun tahun ini meski masih di masa pandemi tapi keinginan bertemu dengan keluarga sangatlah di harap.

Namun lebaran kali ini pemerintah mengeluarkan sebuah kebijakan yang memicu pro kontra di masyarakat. Alasannya karena kondisi pandemi Covid-19 membuat pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan larangan mudik Lebaran 2021.Pemerintah resmi melarang mudik Lebaran 2021 terhitung sejak 6 Mei hingga 17 Mei. Peraturan itu ditetapkan pemerintah lewat Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Covid-19 selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan kebijakan larangan mudik yang diterapkan pemerintah memang masih memiliki kekurangan. Namun, ia mengatakan aturan yang berlaku dari 6 Mei hingga 17 Mei tersebut tetap harus diterapkan. Kendati demikian, kebijakan larangan mudik ini tetap diperlukan demi menekan penyebaran virus corona. "Pemerintah menyadari dalam penerapan kebijakan peniadaan mudik tidak sepenuhnya sempurna namun demikian kebijakan peniadaan mudik tetap dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku," kata Wiku dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (12/5) CNN.Indonesia

Meski ada kebijakan pelarangan tersebut namun banyak yang mencoba mencari celah agar bisa lolos dari penyekatan. Banyak masyarakat yang masih nekat melakukan perjalanan mudik. Bahkan beberapa rombongan motor pemudik nekat menerabas pos penyekatan. Kebijakan pemerintah melarang mudik tidak dipatuhi publik berakibat serangan terhadap aparat. Kondisi ini diperburuk dengan mentalitas korup petugas yang mencari celah mengambil pungli

Saat ini banyak masyarakat yang masih bertanya-tanya apa yang menjadi alasan mudik dilarang tetapi tempat wisata dan mall diizinkan buka meskipun tetap ada pembatasan, bahkan diperbolehkannya WNA masuk ke Indonesia di saat negaranya sedang mengalami lonjakan yang cukup tinggi penyebaran covid. Bukankah ini kebijakan yang hanya berpihak pada keuntungan saja tanpa mengindahkan lagi tentang penyebaran covid. Ketidakjelasan basis pembuatan kebijakan bisa menghilangkan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah dan terhadap aturan.

Kebijakan dzalim dalam sistem Kapitalisme

Kebijakan pelarangan mudik ini nyata - nyata menghilangkan kemaslahatan publik dan menyakiti perasaan publik. Bagaimana tidak, di saat masyarakat ingin mudik dilarang dengan dalih untuk mencegah penyebaran covid tapi justru pemerintah mengundang wisatawan India untuk datang ke Indonesia padahal disana sedang tinggi kasus covid. Belum lagi WNA china yang juga mulai berdatangan. Lagi - lagi rakyatlah yang jadi korban dengan kebijakan yang plin plan. Kebijakan larangan mudik ini akan merugikan banyak pihak. Selama aturan yang dipakai adalah dari sistem kapitalis, dapat dipastikan tidak akan mampu menyelesaikan masalah. Karena aturan atau kebijakan yang diambil akan selalu dilandaskan pada untung rugi atau berdasar kepentingan tertentu. Inilah bukti Kegagalan sistem sekuler membuat kebijakan yang semestinya memberi maslahat bagi semua rakyat.

Kebijakan dalam Islam

Islam adalah agama yang sempurna. Menjadi pemimpin itu adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban. Pemimpin adalah pelindung dan pengayom bagi rakyatnya. Begitu pula dalam kebijakan kali ini seharusnya pemerintah lebih memperhatikan rakyatnya. “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya" (HR. Bukhori ).

Oleh karena itu saat ini diperlukan sistem yang dapat menyelesaikan secara tuntas. Hanya sistem Islam yang memandang rakyat sebagai tanggung jawabnya. Dengan sistem Islam semua aturan yang diterapkan akan membawa kemaslahatan bagi umatnya.

wallahu'alam bi showab

COMMENTS

Name

afkar,5,agama bahai,1,Agraria,1,ahok,2,Analysis,50,aqidah,8,artikel,13,bedah buku,1,bencana,21,berita,47,berita terkini,228,Breaking News,8,Buletin al-Islam,13,Buletin kaffah,54,catatan,5,cek fakta,2,Corona,122,curang,1,Dakwah,42,demokrasi,52,Editorial,4,Ekonomi,177,fikrah,4,Fiqih,12,fokus,2,Geopolitik,6,gerakan,5,Hukum,86,ibroh,17,Ideologi,68,Indonesia,1,info HTI,10,informasi,1,inspirasi,32,Internasional,3,islam,192,Kapitalisme,23,keamanan,8,keluarga,39,Keluarga Ideologis,2,kesehatan,76,ketahanan,2,khi,1,Khilafah,287,khutbah jum'at,3,Kitab,3,klarifikasi,4,Komentar,76,komunisme,2,konspirasi,1,kontra opini,24,korupsi,39,Legal Opini,17,liberal,2,lockdown,24,luar negeri,46,mahasiswa,3,Medsos,5,migas,1,militer,1,Motivasi,3,muhasabah,16,Musibah,4,Muslimah,77,Nafsiyah,8,Nasihat,9,Nasional,2,Nasjo,12,ngaji,1,Opini,3368,opini islam,86,Opini Netizen,1,Opini Tokoh,102,ormas,4,Otomotif,1,Pandemi,4,parenting,3,Pemberdayaan,1,pemikiran,19,Pendidikan,105,Peradaban,1,Peristiwa,10,pertahanan,1,pertanian,2,politik,314,Politik Islam,13,Politik khilafah,1,propaganda,5,Ramadhan,3,Redaksi,3,remaja,7,Renungan,5,Review Buku,5,rohingya,1,Sains,3,santai sejenak,2,sejarah,67,Sekularisme,5,Sepiritual,1,skandal,3,Sorotan,1,sosial,62,Sosok,1,Surat Pembaca,1,syarah hadits,8,Syarah Kitab,1,Syari'ah,44,Tadabbur al-Qur’an,1,tahun baru,2,Tarikh,2,Tekhnologi,2,Teladan,7,timur tengah,31,tokoh,49,Tren Opini Channel,3,tsaqofah,6,tulisan,5,ulama,5,Ultimatum,7,video,1,
ltr
item
Tren Opini: Larangan Mudik Cegah Penyebaran Covid, Efektifkah ?
Larangan Mudik Cegah Penyebaran Covid, Efektifkah ?
larang mudik tak efektif cegah covid
https://1.bp.blogspot.com/-VTAmXL4mg0o/YKZPkVrl4UI/AAAAAAAAMgI/d_vMOcWU-fwArIbG8T8yExo8A03_03jbwCLcBGAsYHQ/w640-h428/PicsArt_05-20-06.59.22_compress83.webp
https://1.bp.blogspot.com/-VTAmXL4mg0o/YKZPkVrl4UI/AAAAAAAAMgI/d_vMOcWU-fwArIbG8T8yExo8A03_03jbwCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h428/PicsArt_05-20-06.59.22_compress83.webp
Tren Opini
https://www.trenopini.com/2021/05/larangan-mudik-cegah-penyebaran-covid.html
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/2021/05/larangan-mudik-cegah-penyebaran-covid.html
true
6964008929711366424
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy