Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Krisis Palestina, Persoalan Umat Islam Seluruh Dunia

masalah Palestina adalah masalah kaum muslimin di seluruh dunia. Tidak bisa hanya diselesaikan oleh kelompok-kelompok tertentu atau orang Palestina sendiri. Oleh karena itu, di sinilah dibutuhkan kesatuan umat Islam dengan ikatan aqidah islamiyyah di bawah kepemimpinan Islam. Pemimpin kaum muslimin akan mengomandoi kekuatan umat Islam di seluruh dunia untuk membebaskan Palestina. Sebagaimana dicontohkan oleh Sultan Abdul Hamid II. Gagah berani menghadapi Yahudi laknatullah.

Oleh Verawati S. Pd (Pegiat Opini Islam)

"Barang siapa yang pada pagi hari hasratnya adalah selain Allah maka pada sisi Allah bukanlah apa-apa, dan barang siapa yang tidak peduli dengan urusan kaum muslimin maka dia bukan bagian dari mereka." Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Al Hakim dalam Al Mustadrak.

Hadis di atas adalah salah satu dalil yang memerintahkan kita agar memiliki sikap peduli terhadap sesama muslim. Tidak hanya muslim yang ada di sekitar kita, akan tetapi juga setiap muslim yang ada di setiap penjuru bumi salah satunya di negeri Palestina. Saat ini kondisi saudara-saudara kita di Palestina sedang mengalami penyerangan oleh Zionis Yahudi laknatullah. Penyerangan itu di mulai saat kaum muslim sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan dan menjelang perayaan idul fitri 1442 H.

Di saat kita di sini, sedang berbahagia merayakan hari raya idul Fitri mereka sedang bertarung nyawa mempertahankan kehormatan dan juga tanah suci Palestina. Bahkan diantara mereka ada yang mengungsi ke gua-gua. Ratusan terluka dan juga meninggal dunia.

MasyaAllah kita hidup di negeri yang aman. Masih bisa melaksanakan ibadah dengan tentram dan merayakan lebaran. Maka sejatinya kita tidak hanya memikirkan urusan pribadi semata, tetapi juga memikirkan saudara yang di Palestina. Sebab mereka adalah saudara sesama muslim.

Namun, faktanya memang terjadi pro kontra dalam perkara ini. Ada yang menyatakan dukungan penuh dan ada juga yang menyatakan bahwa urusan Palestina bukan urusan kita. Sehingga tidak usah ikut membela Palestina.

Diantara tokoh yang menyatakan bahwa urusan Palestina bukan urusan kita datang dari Hendropriyono. Sebagaimana dilansir oleh media SindoNews.com (19/05/2021), Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) Jenderal (Purn) AM Hendropriyono menyatakan Palestina dan Israel bukan urusan Indonesia, melainkan urusan mereka, bangsa Arab dan Yahudi.

Mungkin banyak diantara kita juga akan berpikir yang sama. Untuk apa kita memikirkan nasib warga Palestina? di negeri sendiri juga masih banyak persoalan yang membutuhkan penyelesaian. Maka dari itu ada baiknya kita mengetahui letak permasalahan yang sesungguhnya. Sehingga kita akan tepat dalam bersikap dan bertindak. Tentunya semua dilandasi oleh keyakinan bahwa sesama muslim adalah saudara dan seperti satu tubuh. Hal ini sebagai bentuk wujud keimanan kita kepada Allah SWT.

Pertama, bahwa di sana terdapat masjid Batulmaqdis, sebagai kiblat pertama umat muslim. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Baqoroh ayat 144 yang artinya

“Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan yang mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.”

Selain itu, masjid ini memiliki keutamaan sebagaimana hadis Nabi SAW “Salat di Masjidilharam lebih utama seratus ribu kali lipat dibandingkan salat di masjid lainnya, dan salat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama seribu kali lipat (dibanding salat di masjid lainnya), dan salat di masjid Baitulmaqdis (Masjidilaqsa) lebih utama lima ratus kali lipat (dibanding salat di masjid lainnya).” (HR Ath-Thahawi).

Kedua, bahwa tanah Palestina adalah tanah kaum muslimin. Palestina telah berada di bawah kekuasaan Islam saat dibebaskan oleh Khalifah Umar bin Khaththab ra. pada tahun 15 H. Beliaulah yang langsung menerima tanah tersebut dari Safruniyus di atas sebuah perjanjian yang dikenal dengan Perjanjian ‘Umariyah, yang di antara isinya berasal dari usulan orang-orang Nasrani, yaitu, “Agar orang Yahudi tidak boleh tinggal di dalamnya.” Kemudian, dibuka lagi oleh Shalahuddin al-Ayyubi pada hari bersejarah tahun 583 H, hari Jumat bertepatan dengan 27 Rajab, tanggal yang sama dengan malam Mikrajnya Nabi saw.

Ketiga, selama masa kehilafahan (pemerintahan Islam) Palestina selalu dijaga dan dilindungi dari orang-orang Yahudi. Bahkan Sultan Abdul Hamid II menolak dengan keras tawaran bantuan keuangan dari Pemuka Yahudi, Theodor herz, pada tahun 1901 M. Jika tawaran ini diterima konsekuensinya adalah orang-orang Yahudi boleh menempati tanah Palestina.

Namun, Inggris mendukung penuh perjuangan Yahudi untuk mendapatkan tanah Palestina. Terlebih ketika kehilafahan telah hancur pada tahun 1924 M. Yahudi dengan tanpa membayar sepeserpun bisa menduduki Palestina dan mulai melakukan pengusiran-pengusiran terhadap penduduk asli Palestina. Hingga yang tersisa hanya jalur Gaza dan tepi Barat sungai Yordan.

Mereka mengambil secara illegal tanah palestina. Jadi sesungguhnya yang menjadi Teroris adalah Yahudi. Mereka adalah perampok negara Palestina sesungguhnya dan warga Palestina adalah korban.

Inilah beberapa alasan kenapa kita harus memperhatikan dan menolong saudara-saudara kita di Palestina. Selain satu akidah, Palestina juga merupakan simbol kesucian dan kemuliaan umat Islam. Maka tak layak jika kita berpikir dan berprilaku acuh terhadap mereka. Bahkan jika mengaku sebagai bangsa yang bermartabat maka selayaknya negeri ini yang juga mayoritas muslim memberikan dukungan penuh dan juga mengirimkan tentara untuk membela Palestina.

Solusi Untuk Palestina

Nyatalah bahwa perampok yang sesungguhnya adalah Yahudi. Ibarat maling teriak maling, apabila Yahudi mengklaim bahwa mereka melakukan penyerangan atas nama bela diri. Sebab akar permasalahan terjadinya krisis Palestina adalah bercokolnya mereka di Palestina.

Tentu, bagi rakyat Palestina akan berjuang mempertahankan negara nya dan akan menolak untuk hidup berdamai dengan perampok. Pastilah kita pun akan melakukan dan bersikap yang sama. Kita tidak mau dijajah dan hidup berdampingan dengan Belanda sang penjajah. Maka para pejuang dulu rela mengorbankan nyawa demi meraih kemerdekaan.

Bagaimana menghilangkan Yahudi dari Palestina? Tentu sesuai dengan apa yang telah dilakukan oleh mereka. Mereka tidak mengenal perundingan. Sebab yang mereka kenal hanya perang. Puluhan resolusi yang dikeluarkan oleh PBB tidak ada satupun yang digubris. Oleh karenanya penyelesaian yang benar adalah sesuai dengan tuntunan Islam, yakni menghilangkan kedzaliman dengan cara jihad. Menerjunkan seluruh kekuatan umat muslim untuk membebaskan Palestina. Tidak cukup umat hanya mengirimkan doa dan obat-obatan saja. Sedangkan sumber penyakitnya tidak dihilangkan.

Jelas bahwa masalah Palestina adalah masalah kaum muslimin di seluruh dunia. Tidak bisa hanya diselesaikan oleh kelompok-kelompok tertentu atau orang Palestina sendiri. Oleh karena itu, di sinilah dibutuhkan kesatuan umat Islam dengan ikatan aqidah islamiyyah di bawah kepemimpinan Islam. Pemimpin kaum muslimin akan mengomandoi kekuatan umat Islam di seluruh dunia untuk membebaskan Palestina. Sebagaimana dicontohkan oleh Sultan Abdul Hamid II. Gagah berani menghadapi Yahudi laknatullah.

Wallahu’alam Bish-showab

Post a Comment for "Krisis Palestina, Persoalan Umat Islam Seluruh Dunia"