Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dengan Ruh Dan Darah, Bebaskan Masjidil Aqsha

Saudara kita di Palestina dengan ruh, dengan darah mempertahankan Masjidil Aqsha. Lalu dimana kita?Dimana pemimpin kaum muslim? Dimana kalian semua? Saudara kita menangis, terluka dan tersiksa oleh kebengisan Yahudi.

Oleh : Ummu Fillah

Di 10 hari terakhir Ramadhan 1442 H, tepatnya 26 Ramadhan saudara muslim kita di Palestina di bombardir dengan tembakan saat beribadah di Masjidil Aqsha. Lailatul Qadar begitu syahdu dirasa. Tak ada makan sahur, yang ada batu sebagai senjata mempertahankan diri.

Peristiwa ini bukan pertama kalinya. Bermula tahun 1917 M dari kedatangan Yahudi yang menjadi tamu di tanah Palestina. Kemudian hendak membelinya untuk dijadikan negara baru bernama Israel. Tapi keinginannya hanyalah mimpi buruk tatkala Sultan Hamid II tidak mengijinkan Yahudi membelinya walau sejengkal. Karena Palestina adalah tanah milik kaum muslim. Milik kita semua umat Islam.

Peristiwa ini semakin menjadi dendam dalam darah daging Yahudi dan menghancurkan Khilafah Islamiyah. Pelan tapi pasti Yahudi berhasil meruntuhkan Negara kesatuan Khilafah Islamiyah di tangan Mustafa Kemal Ataturk pada 1924 M.

Umat Islam kehilangan perisai. Setiap kejahatan kemanusian apapun propagandanya, Islamlah yang jadi korban.

Umat Islam telah disekat dengan nasionalisme. Merasakan penderitaan saudara di negeri seberang hanya dengan kecaman dan retorika saja. Sudah tak dirasa sakit yang kian mengiris hati. Dimana rasa kemanusiaan?Dimana perdamaian?Dimana Toleransi? Entahlah.Apakah kita masih menjadi umat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam?Ditunggu Rasulullah di telaga Kautsar? Teringat sabda Rasulullah "salah seorang diantara kalian tidaklah sempurna beriman(dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri."(HR. Bukhari dan Muslim).

Saudara kita di Palestina dengan ruh, dengan darah mempertahankan Masjidil Aqsha. Lalu dimana kita?Dimana pemimpin kaum muslim? Dimana kalian semua? Saudara kita menangis, terluka dan tersiksa oleh kebengisan Yahudi.

Jangan biarkan Palestina dan Masjidil Aqsha berada dalam kehinaan. Karena ini juga kehinaan terhadap kaum muslim seluruh dunia.

Terbebasnya Palestina dari Yahudi adalah tanda umat Islam telah bersatu.

Bersatulah kaum muslim. Agar Islam menjadi rahmatan lil a'lamin. Memimpin kembali dunia yang telah lama terkoyak-koyak,tersekat dengan nasionalisme.

Bir ruh, dengan ruh. Bid daam, dengan darah. Nafdiika ya Aqsha, bebaskan Masjidil Aqsha.

Allahu Akbar.

#savepalestina

Post a Comment for "Dengan Ruh Dan Darah, Bebaskan Masjidil Aqsha"