Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kamus Sejarah Masa Depan : Khilafah Menghapus Kapitalisme dan Komunisme

Seperti yang lagi viral di media, sebuah kamus sejarah menjadi sorotan publik karena tidak memuat profil pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy'ari. Kamus itu malah memuat sejumlah tokoh komunis seperti Henk Sneevliet, Raden Darsono Notosudirjo, Semaoen dan DN Aidit.

Oleh : Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Seperti yang lagi viral di media, sebuah kamus sejarah menjadi sorotan publik karena tidak memuat profil pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy'ari. Kamus itu malah memuat sejumlah tokoh komunis seperti Henk Sneevliet, Raden Darsono Notosudirjo, Semaoen dan DN Aidit.

Padahal kiprah NU dan Pendirinya KH Hasyim ,sang Ulama Besar, bagi negeri dan Islam sangat luar biasa. KH Hasyim Asy'ari misalnya menjadi pelopor Resolusi Jihad Bung Tomo dan Arek-Arek melawan Inggris.

Sebelum membacakan pidato perlawanan terhadap Inggris yang melegenda itu, Bung Tomo terlebih dahulu sowan kepada Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari, Rais Akbar NU pada saat itu. Bung Tomo meminta izin untuk membacakan pidato yang merupakan perwujudan dari resolusi jihad yang sebelumnya telah disepakati oleh para Ulama NU.

Tepat pada tanggal 21-22 Oktober 1945, KH Hasyim Asy'ari mengumpulkan wakil-wakil NU di seluruh Jawa dan Madura di Surabaya. Hasil pertemuan melahirkan keputusan bahwa melawan penjajah sebagai perang suci atau jihad yang dikenal dengan Resolusi Jihad. Kemudian puncak kemenangan 10 November dijadikan sebagai hari Pahlawan.

NU pun punya jasa besar terhadap perjuangan Islam berskala internasional. NU menyumbangkan peran agungnya dalam pembentukan Komite Khilafah. Komite ini diketuai oleh Wondosudirjo (terkenal dengan Wondoamiseno) dari Sarekat Islam dan Wakil Ketua KHA Wahab Hasbullah (Ulama Pendiri NU). Komite Khilafah ingin segera mengembalikan Khilafah ke posisi semulanya sebagai kekuatan politis pelindung dunia Islam.

Komite ini diperkuat dengan mengadakan Kongres Al-Islam ketiga di Surabaya bulan Desember 1924, yang antara lain memutuskan untuk mengirim delegasi ke Kongres Kairo, terdiri dari Surjopranoto (Sarekat Islam), Haji Fachrudin (Muhammadiyah) serta KHA Wahab dari kalangan tradisi (lihat artikel dalam Al-Wa'ie Mei 2012).

Berbeda dengan PKI yang punya catatan kelam di Indonesia, banyak Ulama, Kiai, Santri, Rakyat dan Tentara yang menjadi korban berdarah-darah dari kebiadaban komunisme di Indonesia. PKI telah dilarang di Indonesia. Bahaya latennya pun harus diwaspadai dan diantisipasi agar tidak bangkit lagi.

Selain Komunisme yang sudah terkenal di banyak negara menggunakan prinsip kekerasan dan benturan antar kelompok masyarakat (adu domba), kapitalisme juga merupakan ideologi yang merusak dunia ini.

Memang di Indonesia dan negara lainnya Komunisme telah hilang tetapi Kapitalisme muncul sebagai penjajah baru dalam bentuk ideologi. Di Indonesia daerah tambang dan usaha yang menguasai hajat hidup rakyat dikuasai perusahaan kapitalis.

Ini menyebabkan kekayaan alam negara dikuasai oleh sekelompok kecil kapitalis. Sedangkan puluhan hingga ratusan juta rakyat Indonesia terjebak dalam kemiskinan yang mereka alami secara struktural.

Jadi yang menjadi problem adalah komunisme dan kapitalisme sama-sama merusak Indonesia dan negara lainnya. Kalau ada permintaan penarikan kamus sejarah tersebut wajar karena komunisme tidak punya peran apa-apa, berbeda dengan Islam yang menjadi jiwa perjuangan tanpa kekerasan.

Hubungan Khilafah dengan Indonesia dan berbagai negeri Kaum Muslimin lainnya begitu melekat pada ingatan kita. Dan sesuai janji Allah dan Rasul-Nya, Khilafah akan tegak lagi pada masa depan.

Dalam waktu yang dekat InsyaAllah. Khilafah ketika tegak akan menyatukan semua negeri Kaum Muslimin dalam sebuah sistem kepemimpinan global. Khilafah akan menghilangkan ideologi Kapitalisme dan Komunisme yang menyelimuti dunia ini dengan kebohongan dan eksploitasi.

Khilafah akan menghilangkan kepemilikan individual terhadap hak milik negara dan rakyat (sehingga tidak akan ada kelas kapitalis) dan membiarkan masyakarat mendapatkan penghasilan yang halal dan layak tanpa dirampas oleh negara (tidak ada perampasan hak rakyat oleh partai komunis negara).

Karena Khilafah membagi kepemilikan sesuai prinsip Islam menjadi 3 jenis kepemilikan individu, negara dan umum (rakyat). Dan upaya yang Khilafah tanpa kekerasan atau adu domba dan tanpa memperkaya kelompok kapitalis tertentu.

Semua tentu perlu waktu dan proses. Kesadaran untuk menjalankan Sistem Islam secara totalitas (Kaffah) terus perlu didakwahkan ke semua lapisan masyarakat. Pembinaan dan opini tentang Islam harus terus digaungkan agar kebangkitan yang hakiki seperti dulu Khilafah memakmurkan dunia bisa terulang kembali. []

Bumi Allah SWT 10 Ramadhan 1442H / 22 April 2021 M

#DenganPenaMembelahDunia
#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Post a Comment for "Kamus Sejarah Masa Depan : Khilafah Menghapus Kapitalisme dan Komunisme"