Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Varian Baru dari Eropa di depan Mata. Jangan Terlena!

Varian baru Covid-19 dari Inggris bernama B117 rasanya jauh tak akan sampai ke negeri kita. Apalagi kala itu belum ditemukan varian tersebut ketika sudah tersebar ke berbagai negara. Namun siapa sangka, Eropa yang letaknya jauh dari Asia Tenggara ternyata tidak susah menempuhnya. Hingga varian baru itu pun sekarang sudah di depan mata. Lantas apa yang bisa dilakukan untuk menanggulanginya?

Oleh : Lilik Yani

Varian baru Covid-19 dari Inggris bernama B117 rasanya jauh tak akan sampai ke negeri kita. Apalagi kala itu belum ditemukan varian tersebut ketika sudah tersebar ke berbagai negara. Namun siapa sangka, Eropa yang letaknya jauh dari Asia Tenggara ternyata tidak susah menempuhnya. Hingga varian baru itu pun sekarang sudah di depan mata. Lantas apa yang bisa dilakukan untuk menanggulanginya?

Dilansir dari CNBC Indonesia - Indonesia kebagian juga virus Covid-19 varian B117. Ada 6 kasus Corona B117 yang ditemukan di mana kasus pertama pada Selasa (2/3/2021).

Kasus ini dibawa dari pekerja migran Indonesia yang baru pulang dari Arab Saudi. Keduanya berada di Karawang usai sempat isolasi dan akhirnya negatif COVID-19. Beberapa hari berselang,

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan temuan empat kasus baru Corona B117.

Tersebar di empat provinsi, satu kasus di Palembang, Sumatera Selatan, diidentifikasi pada 11 Januari. Satu kasus di Kalimantan Selatan ditemukan pada 6 Januari, kasus lainnya di Kalimantan Timur, Balikpapan, ada di 12 Februari, dan kasus terakhir ditemukan di Medan, Sumatera Utara, di 28 Januari.

"Keempatnya ini sudah tes positif genome sequencing-nya positif strain baru dari UK. Tapi mereka sudah sembuh dan sudah keluar," kata Budi Gunadi Sadikin.

Meski demikian jangan bersantai dan menganggap aman-aman saja. Karena tidak ada yang menjamin apakah virus varian baru tersebut sudah menyebar? Bukankah lebih baik untuk antisipasi agar kejadian lama tak terulang kembali.

Jangan Meremehkan Hadirnya Varian Baru

Covid-19 yang dulu diremehkan. Kini sudah satu tahun lewat belum ada solusi tuntas untuk mengatasinya. Lalu hadir varian baru yang lebih ganas dan lebih cepat penyebarannya. Saat belum ditemukan, kita santai, karena merasa Eropa jaraknya jauh dari kita. Namun kenyataannya, sudah ada 6 orang terdeteksi Covid varian baru. Meski sudah dinyatakan sembuh, apakah ada jaminan aman jika saat positip tidak menyebarkan kepada orang sekitar yang berinteraksi dengannya.

Sebenarnya bagaimana cara penyebaran Corona B117? Dalam kesempatan terpisah, dokter spesialis penyakit dalam dr Kathi Swaputri SpPD Primaya Hospital Bekasi Utara menyebut cara penyebaran Corona B117 hingga saat ini sama seperti jenis varian sebelumnya.

Menghirup percikan ludah atau droplet dari pasien saat batuk atau bersin.

Kontak erat dengan orang yang sudah terinfeksi (bersentuhan, berjabat tangan, dan berbicara dengan jarak dekat tanpa menggunakan masker).

Kontak dengan benda-benda yang terkontaminasi virus Corona dan menyentuh area hidung, mata, dan mulut tanpa cuci tangan dengan sabun terlebih dahulu.

dr Kathi menjelaskan varian Corona B117 sudah menyebar ke setidak nya 37 negara termasuk Florida, California, dan Colorado. "Dengan semakin tidak terkontrolnya COVID-19, maka akan ada kecenderungan virus tersebut bermutasi," ujar dr Kathi.

Perlu kita waspadai bahwa varian baru Corona sangat cepat penyebarannya. Jadi jangan merasa aman lalu kita menyepelekan masalah itu.

Kita pahamkan dalam diri bahwa tidak ditemukan Corona varian baru bukan berarti tidak ada. Karena makhluk kecil itu tak tampak mata, perlu pemeriksaan akurat untuk mendeteksinya. Artinya perlu biaya tidak sedikit untuk memeriksanya. Maka sekali lagi, jangan dianggap remeh.

Tentunya tidak mau jika terulang kasus lama. Saat Covid-19 diremehkan dan dianggap seperti lu biasa. Apa yang terjadi? Covid-19 menjatuhkan banyak korban hingga ribuan jiwa melayang tak berdaya.

Kini sudah lewat satu tahun, makhluk yang dulu diremehkan kehadirannya justru bertahan lama. Berbagai kebijakan dibuat dan diterapkan namun tak menampakkan hasil sesuai yang didamba. Masihkah kita mau mengulang hal sama? Apalagi varian baru ini lebih cepat penyebarannya.

Mengapa sih Corona B117 lebih cepat menular? Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menyebut mutasi terjadi pada bagian spike virus. Hal ini mempermudah virus untuk masuk lebih cepat ke sel manusia.

"Kita melihat bahwa mutasi ini karena terjadi dari bagian spike virus tadi yang menyebabkan virus tadi menjadi lebih mudah masuk ke dalam sel sasaran sehingga penularannya menjadi lebih cepat dibandingkan dengan varian yang lama," kata dr Nadia.

Jika itu penyebabnya maka masihkah kita bersantai dan mengganggap varian baru tak akan datang ke negeri kita. Bukankah bersiap siaga lebih baik dibanding jika sudah menyerang kita bingung mengendalikannya?

Bagaimana Pemerintah Islam memandang masalah ini?

Yang perlu dipahami bahwa dalam Islam, nyawa seorang muslim sangat berharga. Bahkan lebih berharga dibanding dunia seisinya. Jadi ketika ada wabah atau pandemi, meski masih jauh berada. Namun perlu waspada. Apalagi jika sudah ada korban terdeteksi virus yang membahayakan tersebut.

Pemerintah Islam akan sigap mengatasi wabah sebelum menyebar luas. Lockdown atau karantina dengan tegas diterapkan. Warga luar tak boleh masuk ke wilayah wabab. Warga yang di dalam tidak boleh ada yang keluar. Itu benar-benar diterapkan. Jadi tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus betul-betul dilakukan.

Jika ada kelonggaran seperti negara yang menerapkan kapitalis liberalis maka jangan heran jika virus bukannya terkendali namun justru menyebar luas.

Mengapa hal itu terjadi? Karena ada kelonggaran ketika menjalankan lock down. Jika ada kepentingan yang berkaitan dengan perbaikan ekonomi, maka sisi manfaat yang diambil. Mengutamakan keselamatan roda ekonomi yang dipikirkan. Jika itu yang diutamakan, jangan heran jika virus terap bertahan tak mau pulang.

Virus merasa nyaman tinggal di negara kita karena seakan sudah disediakan tempat nyaman untuk tumbuh kembang. Adanya kerumunan, adanya kluster, adanya banyak pelanggaran tak menerapkan protokol kesehatan. Maka jangan heran jika korban terus berjatuhan karena sudah tak tahan serangan virus Corona.

Namun pemerintah Islam karena meriayah kepentingan umat, maka prioritas yang diutamakan adalah kesejahteraan umat. Jadi segala upaya ditempuh demi menyelamatkan nyawa umat. Meski varian baru diprediksi masih jauh sekali pun. Jika memang varian itu ada dan bisa membahayakan umat, maka segala cara akan ditempuh oleh pemerintah Islam demi menjaga keselamatan umat yang menjadi amanahnya.

Wallahu a'lam bish shawwab

Surabaya, 10 Maret 2021

Post a Comment for "Varian Baru dari Eropa di depan Mata. Jangan Terlena!"