Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tak Ada Ajaran kekerasan dalam Islam

Miris sekaligus prihatin dengan kondisi negeri hari ini, tak ada angin dan tak ada hujan kembali terjadi kasus tindakan kekerasan, kejadian pagi Minggu aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar tentu saja telah mencederai rasa kemanusiaan dan merusak tatanan persatuan anak bangsa.

Oleh: Khadijah Nelly, M.Pd. | Akademisi dan Pemerhati Masalah Keumatan

Miris sekaligus prihatin dengan kondisi negeri hari ini, tak ada angin dan tak ada hujan kembali terjadi kasus tindakan kekerasan, kejadian pagi Minggu aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar tentu saja telah mencederai rasa kemanusiaan dan merusak tatanan persatuan anak bangsa. Atas kejadian aksi bom bunuh diri tersebut, Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, KH Ahmad Mukri Aji mengutuk keras. Menurut KH Ahmad Mukri Aji, bom bunuh diri merupakan aksi tak manusiawi., apalagi ada 14 korban yang mengalami luka akibat peristiwa tersebut (Radar Bogor, 29/3/21).

Ya, sungguh tindakan bom bunuh diri tersebut adalah perbuatan brutal, tindakan tidak berkeprimanusiaan dan tak manusiawi. Apapun motifnya, apapun niatnya, bom bunuh diri tidak dibenarkan, apalagi pelaku yang bersangkutan mati, kemudian kurang lebih 14 orang menjadi korban.

Tentu saja tindakan tersebut harus dikutuk oleh semua umat beragama. Karena, dalam agama Islam kita harus saling asa, saling asuh, saling menyayangi, dan menghormati. Jangankan di sebuah waktu dan tempat yang damai, bahkan dalam perang saja merusak rumah ibadah agama apapun dilarang dalam Al-quran, apalagi dengan niat menghilangkan nyawa orang-orang sipil jelas tak diperbolehkan dalam Islam. Alasan apapun, tindakan itu melanggar ajaran Islam dan mencoreng ajaran agama Islam.

Maka sudah saatnya untuk masing-masing tokoh agama harus memberikan pemahaman kepada seluruh umatnya tentang bahaya yang namanya aksi intoleransi, kekerasan hingga aksi menghilangkan nyawa sesama anak bangsa yang tak berdosa. Perlunya tindakan persuasif dari seluruh kalangan terutama negara dan pihak berwajib, untuk memberikan edukasi pada warga masyarakat, bahwa seluruh agama itu tidak mengajarkan kejahatan kemanusiaan, ini sangat bahaya, jadi semua para harus tokoh menyatu untuk membuat barisan dalam menjaga ketertiban dan kesatuan bangsa.

Tentu dalam hal ini perlu sinergitas bersama baik tokoh agama dan pemerintah di berbagai lapisan pusat, daerah sampai ke desa dan RW serta RT, sehingga semua pihak harus berbuat maksimal. Kejadian seperti ini sangat mengancam, sehingga umat harus bergandengan tangan, mulai dari bupati, walikota, dengan seluruh unsur muspidanya, dan seluruh organisasi Islam menyatu jangan ada perbedaan. Sangat diharapkan kepada siapa saja, dari kejadian ini tidak ada framing negatif terhadap agama tertentu apalagi menuduh bahwa Islam mengajarkan kekerasan dan pengrusakan.

Kalaupun pelaku adalah seorang Muslim, itu hanyalah oknum yang hanya akan merusak citra Islam. Indonesia negeri damai, tak ada ajaran jihad dalam kondisi damai. Negeri ini dikuasai dan dirusak oleh sistem kapitalis sekuler, sangat tak masuk logika jika yang diserang adalah tempat ibadah dan warga sipil yang tak berdosa.

Seyogianya dan berharap pada negara agar dapat menjaga kedamaian negeri dan aparat keamanan dapat segera mengusut kasus ini dengan tuntas hingga ke akarnya. Pun, negara harus serius dalam menyelesaikan kasus ini agar tak selalu saja berulang. Jangan sampai dengan kejadian ini, kembali Islam yang menjadi tertuduh hingga mengakibatkan islamophobia di tengah-tengah masyarakat semakin akut.

Sebab dalam perspektif Islam sendiri tidak ada ajarannya yang mengajarkan kekerasan, apalagi merusak keutuhan negara. Islam yang dibawa nabi Muhammad SAW merupakan ajaran yang rahmat bagi seluruh alam. Sepanjang sejarah peradaban manusia malah sistem Islamlah yang menyatukan umat dalam satu kepemimpinan baik muslim maupun non muslim. Beraneka ragam suku, agama, budaya, berkumpul tanpa ada diskriminasi dalam kepemimpinan Islam.

Kehidupan yang sejahtera, damai, adil, makmur dan tentram dirasakan tidak hanya muslim namun juga non muslim. Jadi atas dasar apa kemudian di negeri ini Islam dan ajarannya selalu dipersoalkan bahkan distigmatisasi sebagai ajaran teroris dan radikal serta ajaran yang akan mengancam keutuhan bangsa dan negara. Justru sistem aturan yang diadopsi bangsa inilah yaitu kapitalis sekulerisme-demokrasi yang jelas-jelas mengancam kedaulatan bangsa ini dan merusak segala lini tatanan kehidupan bernegara di negeri ini.

Sebagai negeri yang sudah merdeka lebih dari 75 tahun maka saatnya negeri ini berbenah, membuka mata, pikiran bahwa fokus persoalan bangsa adalah bagaimana menjadikan bangsa ini besar, berdaulat, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Namun jika masih mengadopsi sistem kapitalis-sekuler-demokrasi tentu tidak akan di dapatkan.

Islam adalah ajaran yang sempurna yang berasal dari Sang Pencipta seluruh alam semesta. Menerapkannya dalam aspek individu, masyarakat dan negara adalah wujud ketakwaan seorang Muslim. Sebab cintanya pada Rasulullah Muhammad akan menjadikan seorang Muslim wajib mencontoh sebagaimana Rasulullah menerapkan Islam dalm sleuruh aspek kehidupan.

Hanya dengan kembali pada Islam dalam mengatur kehidupan maka akan dicapai negara yang besar, akan diraih kebahagiaan, kebaikkan dan keberkahan bagi seluruh umat. Jadi stop melakukan tudingan dan stigma terhadap Islam yang sangat tidak berdasar sama sekali. Sebab Islam telah terbukti dan teruji mampu mengurus kehidupan selama ratusan abad lamanya, sedangkan sistem kapitalis-sekuler hanya terbukti merusak dan membuat bangsa diambang kehancuran.

Wallahu alam

Post a Comment for "Tak Ada Ajaran kekerasan dalam Islam"