Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

SEABAD TANPA KHILAFAH, UMAT MAKIN RINDU KEBAIKAN DAN KEMULIAAN ISLAM

3 Maret, merupakan hari bersejarah bagi kaum muslimin. Yakni hari di mana kaum muslimin kehilangan mahkota. Yang menyebabkan kaum muslim tercerai - berai yang kemudian hilanglah kekuatan ukhuwah Islamiyyah. Yang akhirnya, umat Islam bagai anak ayam kehilangan induknya, merana dan mengalami kemerosotan di segala bidang.

Oleh : M Azzam Al Fatih | Penulis dan aktivis Dakwah

3 Maret, merupakan hari bersejarah bagi kaum muslimin. Yakni hari di mana kaum muslimin kehilangan mahkota. Yang menyebabkan kaum muslim tercerai - berai yang kemudian hilanglah kekuatan ukhuwah Islamiyyah. Yang akhirnya, umat Islam bagai anak ayam kehilangan induknya, merana dan mengalami kemerosotan di segala bidang.

Seperti yang terjadi saat ini, Bagaimana kaum muslimin tidak berdaya tatkala Islam, ulama, dan ajarannya dipersekusi. Kalaupun ada, itu hanya sisa -sisa keimanan, yang marah ketika didzalimi. Namun pada kenyataannya kaum muslimin tidak berdaya. Adakah, yang dapat menghentikan kedzaliman terhadap ulama? Adakah yang dapat membela ajaran Islam khilafah di kriminalisasi? Adakah pula menolong kaum muslimin yang terus dihantui dengan slogan radikalisme, ekstremis, dan terorisme. Padahal jelas,bahwa Islam sama sekali mengajarkan apa yang dimaksud di atas.

3 Maret, sejarah kaum muslimin yang tidak akan terlupakan. Sejarah kelam akibat runtuhnya kekhilafahan Islam, yang menjadi payung besar umat Islam seluruh dunia. Payung besar yang diruntuhkan oleh antek Inggris Mustofa Kamal Attaturk laknatullah. Yang kemudian menobatkan diri sebagai Presiden pertama Republik Turki. Mustofa Kamal Attaturk, yang menghapuskan segala kebaikan menjadi keburukan, keislaman menjadi kekufuran, dan keadilan menjadi kedzaliman. Dia pula yang membuat kebodohan manusia dengan menutup ijtihad. Yakni dengan menghapus bahasa Arab yang menjadi penting dalam menggali hukum sesuatu yang baru.

Padahal, khilafah yang bubarkan telah nyata membuat kehidupan manusia lebih bermartabat. Yakni memposisikan manusia lebih mulia dari binatang yang sangat sesuai Fitroh manusia. Manusia yang lebih menggunakan akalnya daripada nafsunya. Sehingga dapat memilih perbuatan yang baik daripada yang buruk. Terlebih, menempatkan Wahyu illahi daripada nafsu manusia.

Institusi Islam, khilafah. telah mewujudnya peradaban yang gemilang. Yakni kehidupan yang menentramkan dan membahagiakan untuk seluruh manusia, tanpa memandang Islam, kriten, maupun Yahudi. Semua mendapat perlakuan yang sama. Hal ini disampaikan oleh tokoh barat, yakni Jhonatan bloom dan Sheila Blair dalam Dalam bukunya berjudul Islam A Thousand year of Faith ( year of University, London 2002).

Pendapat tokoh barat tersebut sangat wajar, sebab peradaban yang dibangun Sistem khilafah telah terbukti memberikan jaminan bagi manusia. Segala torehan emas telah diwujudkan baik bidang infrastruktur maupun bidang keilmuan.

Bangunan rumah sakit telah dibangunnya begitu megah seperti Rumah Sakit Al-Nuri. 2Rumah sakit ini merupakan rumah sakit yang pertama kali dibangun umat Islam. Ia didirikan pada tahun 706 M oleh Khalifah Al-Walid bin Abdul Al-Malik dari Dinasti Umayyah.

Saat kepemimpinan Khalifah Nuruddin Zinki pada tahun 1156 M, rumah sakit ini diperluas dan diperbesar. Ia dilengkapi dengan peralatan paling modern dan tenaga dokter serta perawat yang profesional. Tidak hanya itu jaminan tenaga medis pun didapatkan. (https://www.hidayatullah.com/spesial/ragam/read/2014/12/16/35211/empat-rumah-sakit-peninggalan-kejayaan-islam.html)

Dalam bidang pendidikan, Sudah sangat terkenal dengan menorehkan prestasi gemilang. Menciptakan para ilmuwan tersohor yang hingga saat ini masih menjadi rujukan para ilmuwan, sebut saja Ibnu Sina. Ibnu Sina atau yang juga dikenal sebagai Avicenna merupakan salah satu ilmuwan besar Islam yang terkenal di dunia. Ibnu Sina adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan dokter yang hidup pada 980-1037. Ibnu Sina menguasai beberapa cabang ilmu seperti kedokteran, fisika, astronomi, hingga filsafat.

Muhammad bin Mūsā al-Khawārizmī atau yang dikenal dengan Al-Khawarizmi merupakan seorang ahli matematika, astronomi, astrologi, dan geografi asal Persia yang hidup pada 780 M-850 M. Al-Khawarizmi dikenal dengan penemuannya berupa sistem penomoran 1-10 yang digunakan hingga saat ini.

Abul Qasim Khalaf ibn al-Abbas az-Zahrawi atau Al-Zahrawi merupakan seorang fisikawan dan ahli bedah yang hidup pada 936 - 1013 M di Andalusia. Al Zahrawi dikenal akan karyanya berjuduk Al-Tasrif yang merupakan kumpulan praktik kedokteran. Al-Tasrif berisi berbagai topik mengenai kedokteran, termasuk di antaranya tentang gigi dan kelahiran anak. Az Zahrawi akhirnya dijuluki bapak bedah.

Selain itu masih banyak ilmunya - ilmunya terkenal yang hingga kini masih menjadi rujukan para ilmuwan.

Maka wajar, jika kaum muslimin rindu terhadap peradaban agung tersebut. Sehingga mengekpresikan dengan berjuang agar peradaban itu terulang, Meski kembalinya peradaban agung ini telah dijanjikan oleh Allah SWT.A

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَـيَسْتَخْلِفَـنَّهُمْ فِى الْاَ رْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ  ۖ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِى ارْتَضٰى لَهُمْ وَلَـيُبَدِّلَــنَّهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ اَمْنًا  ۗ يَعْبُدُوْنَنِيْ لَا يُشْرِكُوْنَ بِيْ شَيْـئًــا  ۗ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ

wa'adallohullaziina aamanuu mingkum wa 'amilush-shoolihaati layastakhlifannahum fil-ardhi kamastakhlafallaziina ming qoblihim wa layumakkinanna lahum diinahumullazirtadhoo lahum wa layubaddilannahum mim ba'di khoufihim amnaa, ya'buduunanii laa yusyrikuuna bii syai-aa, wa mang kafaro ba'da zaalika fa ulaaa-ika humul-faasiquun

"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS. An-Nur 24: Ayat 55)

Sebagaimana orang yang rindu terhadap orang yang dicintai, tentu akan mengobatinya dengan mengupayakan semaksimal mungkin. Walau ada rintangan, hambatan, dan tantangan. Begitu juga rindu akan kebaikan - kebaikan buah dari diterpakannya syariah Islam secara kaffah dalam naungan Daulah khilafah Islamiyyah.

Para perindu, akan mengupayakan semaksimal mungkin. pikiran ia curahkan, apalagi tenaga, waktu, dan Harta tidak akan pernah di hitung. Ghiroh dakwah semakin tinggi, tekadnya pun tidak bisa terbendung lagi. Para perindu peradaban akan Istiqomah membongkar dan menumbangkan sekulerisme kapitlisme. Sumber segala sumber kerusakan manusia. Tekad membaranya bagai syuhada yang rindu dengan perjumpaan sang Kholiq.

Demikianlah, seabad tanpa khilafah membuat umat makin rindu terhadap kebaikan dan kemuliaan Islam. Kesengsaraan dan kedzaliman akibat imperialisme Kapitalis membuat umat makin sadar. bahwa tidak ada kemaslahatan di sistem kufur. Tidak ada perbaikan berarti dan penyelamatan manusia dari kerusakan dunia dan akhirat. Hanya dengan sistem sistem islamlah segala kebaikan dan kemuliaan hidup akan tercapai.

Wallahua'lam bishowwab

Seribu gunung, 6 Maret 2021. Dini hari.

Post a Comment for "SEABAD TANPA KHILAFAH, UMAT MAKIN RINDU KEBAIKAN DAN KEMULIAAN ISLAM"