Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pemuda Butuh Navigasi untuk Bermigrasi ke Politik Alternatif

wajib bagi pemuda Islam paham politik Islam, agar bisa menghadapi tantangan kekinian yang bisa membelokkan mereka dari perubahan hakiki. Dengan keyakinan yang kokoh, mereka akan menjadi pemuda tangguh agen perubahan menuju tingginya peradaban,

Oleh: Ummu Aman (Komunitas Menulis Setajam Pena)

Pemuda dari masa ke masa merupakan ujung tombak perubahan. Dengan segala potensinya, mengambil peran penting terhadap segala peristiwa yang terjadi pada eranya. Tak terkecuali gejolak perubahan politik yang mendasari tatanan kehidupan yang akan melahirkan peradaban. Maka opini yang berkembang saat ini terkait politik kekinian tidak bisa dilepaskan dari pemahaman dan sikap politik pemuda.

Akhir-akhir ini Lembaga Indikator Politik Indonesia melakukan survei pemahaman politik dikalangan pemuda. Dilansir dari republika.co.id (21/3/2021), Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, masih banyak anak muda yang tidak toleran dalam hal politik, dibandingkan intoleransi pada praktik ritual sosial keagamaan.

Sebanyak 36 persen pemuda merasa keberatan jika nonmuslim menjadi presiden, 27 persen menyatakan tidak keberatan dan tergantung (28 persen). Sementara itu, 36 persen merasa tidak keberatan jika nonmuslim menjadi gubernur, jadi bupati/wali kota (35 persen), ada 29 persen yang keberatan, 30 persen dan 32 persen tergantung. Namun, 62 persen anak muda justru tidak keberatan jika nonmuslim membangun tempat ibadah di sekitar tempat tinggalnya. Ada 16 persen yang keberatan dan 18 persen menyatakan tergantung.

Survei tersebut menunjukkan, anak muda masih galau antara perlunya perubahan politik dan ketidak fahaman terhadap sistem politik alternatif. Bukan rahasia lagi, banyak korupsi dan manipulasi yang lahir dari politik sekuler. Realita yang terindra ini membuat mereka menyadari ada sesuatu keadaan yang harus berubah.

Namun sayangnya pemuda belum benar-benar paham terhadap konsep dan arah perubahan politik yang hakiki, yaitu politik alternatif yang mampu menggantikan politik yang tidak ideal saat ini. Segala kebijakan yang mewarnai kehidupan masyarakat dan negara bermuara dari kebijakan politik, yang tidak bisa dilepaskan dari politisi dan partai. Meski para pemuda menganggap politisi dan partai tidak mampu mengatasi persoalan, namun masih berharap penyempurnaan praktik demokrasi menjadi solusi.

Disinilah urgensi navigasi politik yang benar, yang akan mampu menjadi panduan bagi para pemuda untuk menuju perubahan dengan mengacu pada politik alternatif. Yaitu politik Islam yang bersumber dari aqidah Islam.

Pada sistem sekuler saat ini politisi dan partai politik menjadi alat untuk mencapai kekuasaan. Jadi jelas dari aktivitas politik sekuler tidak akan membawa kemaslahatan bagi umat. Umat tidak dapat berharap adanya kemuliaan dan kesejahteraan dalam segala aspek kehidupan. Setiap agenda perubahan sering kali hanya sebuah pencitraan.

Orientasi politik sekuler bukan urusan rakyat dan kesejahteraannya. Keberadaan rakyat dalam politik sekuler adalah sebagai pendongkrak suara untuk mencapai tujuan dan melanggengkan kekuasaan. Tidaklah heran kalau dalam politik sekuler banyak praktek culas yang menyengsarakan rakyat.

Dengan watak jahatnya, politik sekuler telah membuat umat jenuh dan mereka butuh alternatif. Politik Islam dimaknai sebagai aktivitas riayatul su'unil umah, memelihara dan melayani kepentingan umat. Seluruh aktivitas politik berpijak pada ketetuan syarak, dan berorientasi pada ketaatan dan keridhoan Allah subhanahu wata'ala. Aktivitas politik memiliki ruh ikhlas bukan materi atau kekuasaan. Berlomba lomba dalam kebaikan yang akan berbuah kemaslahatan.

Maka, wajib bagi pemuda Islam paham politik Islam, agar bisa menghadapi tantangan kekinian yang bisa membelokkan mereka dari perubahan hakiki. Dengan keyakinan yang kokoh, mereka akan menjadi pemuda tangguh agen perubahan menuju tingginya peradaban, semisal mushab bin Umair atau Ali ra.

"Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhannya, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.” (Terjemah QS Al-Kahfi [18]: 13)

Wallahua'lam bishowab.

Post a Comment for "Pemuda Butuh Navigasi untuk Bermigrasi ke Politik Alternatif"