Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Khilafah Melindungi Ahlu Dzimmi dan Melarang Terorisme

ketika Khilafah telah tiada dan Kapitalisme menggenggam erat dunia. Terorisme menjadi subur (baik murni aksi teror mau pun rekayasa intelijen) dan menimpa Muslim dan Non Muslim. Ada juga terorisme yang dilaksanakan oleh negara semisal penjajahan AS terhadap Irak, Israel terhadap Palestina, dll. Ini menyebabkan jutaan nyawa kaum Muslimin melayang.

Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Islam agama yang mulia dan tak pernah mengajarkan umatnya untuk melakukan aksi terorisme. Banyak sekali dalil dalam agama Islam yang menunjukkan bahwa Islam peduli dengan keamanan dan keselamatan jiwa manusia.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَشَارَ إِلَى أَخِيهِ بِحَدِيدَةٍ فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَلْعَنُهُ حَتَّى وَإِنْ كَانَ أَخَاهُ لأَبِيهِ وَأُمِّهِ

“Barangsiapa mengacungkan senjata tajam kepada saudaranya, maka para malaikat akan melaknatnya sampai dia meninggalkan perbuatan tersebut, walaupun saudara tersebut adalah saudara kandung sebapak dan seibu.” (HR. Muslim, no. 2616)

Selain itu, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يُشِيْرُ أَحَدُكُمْ إِلَى أَخِيْهِ بِالسِّلاَحِ فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِى أَحَدُكُمْ لَعَلَّ الشَّيْطَانَ يَنْزِعُ فِي يَدِهِ فَيَقَعُ فِي حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ

“Janganlah seseorang diantara kalian mengacungkan senjata kepada saudaranya karena sesungguhnya kalian tidak tahu bisa jadi setan merenggut (nyawanya) melalui tangannya sehingga mengakibatkannya masuk ke lubang api neraka.” (HR. Bukhari, no. 7072; Muslim, no. 2617)

Mengenai kedua hadis diatas, Al Imam Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, “Dalam hadits ini mengandung larangan terhadap segala hal yang bisa mengantarkan kepada bahaya, walaupun bahaya tersebut belum pasti terjadi, baik hal itu dilakukan dengan serius maupun bercanda”. (Fath Al-Bari, 13: 25)

Bukan sekedar bercanda, Islam pun dengan tegas mengatakan bahwa membunuh seorang manusia tanpa alasan yang haq (yang dibenarkan Syariah Islam) sama dengan membunuh seluruh manusia di dunia ini.

Allah SWT berfirman dalam Alquran surat al-Maidah ayat ke-32:

مِنۡ اَجۡلِ ذٰ لِكَ ‌ ۚكَتَبۡنَا عَلٰى بَنِىۡۤ اِسۡرَآءِيۡلَ اَنَّهٗ مَنۡ قَتَلَ نَفۡسًۢا بِغَيۡرِ نَفۡسٍ اَوۡ فَسَادٍ فِى الۡاَرۡضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيۡعًا ؕ

"Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil bahwa barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia.

Maka jelaslah Islam tak pernah meridhoi aksi terorisme. Sepanjang sejarah Khilafah Islam, Kaum Muslimin tidak pernah meneror sesama Muslim apalagi terhadap Non Muslim. Warga Non Muslim yang bersedia hidup dalam naungan Khilafah mendapatkan jaminan keamanan yang luar biasa.

Khilafah patuh terhadap hadist-hadist tuntunan Rasulullah SAW.

Di antaranya hadis riwayawat Imam Abu Daud, bahwa Nabi Saw bersabda;

أَلَا مَنْ ظَلَمَ مُعَاهِدًا أَوِ انْتَقَصَهُ أَوْ كَلَّفَهُ فَوْقَ طَاقَتِهِ أَوْ أَخَذَ مِنْهُ شَيْئًا بِغَيْرِ طِيبِ نَفْسٍ فَأَنَا حَجِيجُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Ketahuilah, bahwa siapa yang menzalimi seorang mu’ahad (non-Muslim yang berkomitmen untuk hidup damai dengan umat Muslim), merendahkannya, membebaninya di atas kemampuannya atau mengambil sesuatu darinya tanpa keridhaan dirinya, maka saya adalah lawan bertikainya pada hari kiamat.”

Dalam hadis lain riwayat Imam Thabrani disebutkan bahwa Nabi Saw pernah bersabda;

مَنْ آذَى ذِمِّيًا فَقَدْ آذَانِيْ، وَمَنْ آذَانِيْ فَقَدْ آذَى اللهِ

“Barangsiapa menyakiti seorang zimmi (non Muslim yang tidak memerangi umat Muslim), maka sesungguhnya dia telah menyakitiku. Dan barang siapa yang telah menyakitiku, maka sesungguhnya dia telah menyakiti Allah.”

Warga Non Muslim selain mendapatkan jaminan keamanan juga mendapatkan layanan kesehatan dan pendidikan gratis. Selain itu, jika bersengketa dengan pejabat negara boleh berperkara di Pengadilan Mahkamah Madzhalim yang dalam sejarah banyak Warga Non Muslim memenangan perkara. Semisal kasus kepemilikan baju besi yang dimenangkan kafir dzimmi beragama Yahudi atas Khalifah Ali Bin Abi Thalib ra.

Ini berbeda dengan zaman ketika Khilafah telah tiada dan Kapitalisme menggenggam erat dunia. Terorisme menjadi subur (baik murni aksi teror mau pun rekayasa intelijen) dan menimpa Muslim dan Non Muslim. Ada juga terorisme yang dilaksanakan oleh negara semisal penjajahan AS terhadap Irak, Israel terhadap Palestina, dll. Ini menyebabkan jutaan nyawa kaum Muslimin melayang.

Negara-negara imperialis ini tidak pernah disebut sebagai negara teroris. Jika ingin agar aksi terorisme segera hilang, kaum Muslimin harus memiliki satu pemimpin global dalam sistem Khilafah sehingga berbagai aksi teror bisa segera dihilangkan dan kedamaian menyelimuti dunia. []

Bumi Allah SWT, 29 Maret 2021

#DenganPenaMembelahDunia
#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Post a Comment for "Khilafah Melindungi Ahlu Dzimmi dan Melarang Terorisme"