Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

KAPITALISME MELAHIRKAN JIWA - JIWA YANG RAKUS TERHADAP DUNIA

Allah SWT yang maha kaya telah menciptakan bumi dan seisinya. Tanahnya yang sangat subur,tentu sangat cocok untuk lahan pertanian dan perkebunan yang kemudian menghasilkan berbagai macam hasil bumi. Ada yang berupa bahan makanan seperti padi, jagung, buah - buahan dan lainya. Lalu ada pula yang berupa bahan baku mentah seperti karet, kapas, dan lainya.

Oleh : M Azzam Al Fatih | Penulis dan aktivis dakwah

Allah SWT yang maha kaya telah menciptakan bumi dan seisinya. Tanahnya yang sangat subur,tentu sangat cocok untuk lahan pertanian dan perkebunan yang kemudian menghasilkan berbagai macam hasil bumi. Ada yang berupa bahan makanan seperti padi, jagung, buah - buahan dan lainya. Lalu ada pula yang berupa bahan baku mentah seperti karet, kapas, dan lainya.

Selain itu bumi juga mengandung berbagai macam sumber daya alam seperti emas, perak, batubara yang melimpah serta bahan bakar lainya yang dijadikan bahan kebutuhan pokok diera kemajuan.

Tidak cukup itu saja, Allah SWT yang maha kaya juga menciptakan lautan yang luasnya melebihi daratan. Misalnya di negeri berpenduduk muslim terbesar yang wilayahnya kira - kira 5.076.800 km² dari total wilayah keselurahan yakni 7.081.369 km². Tentu luas laut sedemikan menyimpan sumber kekayaan yang melimpah, salah satunya berbagai macam ikan. Hal ini dipertegas dengan maraknya pencurian ikan oleh kapal - kapal asing yang masuk diperairan negeri ini.

Kekayaan yang melimpah tersebut seharusnya dapat mewujudkan kehidupan yang mensejahterakan dan membahagiakan manusia. kesehatan terjamin dengan kwalitas baik, mewujudkan pendidikan yang berkualitas, dan segala hal kebaikan lainya.

Melihat kekayaan alam yang Allah SWT ciptakan seharusnya tidak ada lagi orang yang mati kelaparan, sakit yang tidak terlayani, orang tidur dikolong jembatan, dan sebagainya.

Sebab Allah SWT sendiri telah menjamin rezeki setiap manusia.

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

“Dan tidak satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan dijamin Allah rezekinya.” (QS. Hud ayat ke 6)

Ironisnya, kesejahteraan hidup tidak terwujud, Yang ada hanyalah kesengsaraan dan ketidakadilan. Faktanya angka kemiskinan menunjukkan kenaikan yang signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis data terkait kemiskinan di Indonesia, berdasarkan Survei Ekonomi Nasional September 2020.

Menurut data tersebut, presentase penduduk miskin pada September 2020 naik menjadi 10,19 persen, meningkat 0,41 persen pada Maret 2020 dan meningkat 0,97 persen pada September 2019. ( Kompas 15 February 2021)

Fakta kemiskinan ini juga dapat di tunjukkan semakin meningkatnya tuna wisma yang hidup di pinggiran toko, kolong jembatan, dan pinggiran jalan. Fakta lain terlihat berita disurat - surat kabar, misalnya bunuh diri karena ekonomi, meninggal karena tidak dapat periksa di rumah sakit, dan meningkatnya angka pengangguran.

Tentu hal ini menjadi pertanyaan besar, sebab kekayaan yang melimpah ruah namun kesejahteraan dan ketidakadilan tidak terwujud.

Jika diurai permasalahan demi permasalahan, maka penyebab utamanya tidak lain kesalahan dalam menentukan sistem untuk menjalankan roda pemerintahan. Yakni diterapkannya sistem Kapitalisme, sistem hasil buatan manusia yang dirancang kaum imperialis untuk menjajah negeri muslim. Sistem yang menganut sekulerisme, yakni memisahkan agama dari kehidupan. Urusan agama hanya mengatur urusan dengan pencipta, sedang untuk aturan kehidupan memakai aturan manusia.

Sekulerisme yang telah ditanamkan kepada rakyat sejak kecil membuatnya hanya berfikir bagaimana memperoleh materi untuk kehidupan. Maka maklum di era Kapitalisme ini materi menjadi tuhan. Artinya kehidupannya hanya mengumpulkan harta tanpa memikirkan halal dan haram, sebab asasnya manfaat. Wajar pula, jika di era kapitlisme ini korupsi, suap, penipuan, dan seabrek kejahatan terus meningkat. Akhirnya, manusia dipaksa untuk menjauh dari pencipta yang telah memberikan begitu banyaknya nikmat termasuk sumber daya alam.

Maka jelas, bahwa Kapitalisme telah melahirkan jiwa - jiwa yang rakus terhadap dunia. Mereka yang merasa kuat akan terus mengumpulkan harta kekayaan tanpa memikirkan halal haram dan saudara lainya. yang terpenting adalah menghasilkan keuntungan. Sedangkan lemah akan menjadi jongos dan budak para kaum Kapitalis, demi mendapatkan secuil rezeki segudang keringat. Artinya yang kuat akan terus mencengkeram demi kepuasan hawa nafsunya.

Maka, Kapitalisme tidak pantas dan tak layak untuk memimpin peradaban dunia. Karena telah menimbulkan berbagai keburukan dan Kerusakan terhadap dunia. Serta tidak yang Allah SWT kehendaki, yakni Sumber daya alam yang disediakan untuk seluruh makhluk hidup, terutama manusia agar dirinya terjaga dari ketaatannya.

Hanya sistem islamlah yang dapat mewujudkan kehidupan baik dan memberi jaminan kesejahteraan dan keadilan. Tidak merasa paling kuasa dan serakah menguasai kekayaan alam. Bahkan memberi kemanfaatan terhadap seluruh makhluk hidup.

Semua terwujud karena penerapan syariat Islam secara kaffah. Dari urusan pribadi hingga urusan pemerintahan, dari bangun tidur hingga tidur lagi. semua diatur dengan syariat Islam yang berasal dari sang Kholiq, Allah SWT.

Terlebihnya, sistem Islam dapat menjaga aqidah, ibadah, akhlaq setiap Muslim. Serta Ketotalitasan taqwa kepada Allah SWT. Kepekaan terhadap Kesulitan hidup saudara lainya dan menjadi bagian yang memberikn solusi.

Olehkarena itu, wajiblah seorang muslim untuk kembali menegakkan sistem Islam agar dapat memberikan solusi terbaik bagi seluruh manusia, bahkan seluruh makhluk hidup. Demi mewujudkan kehidupan yang mensejahterakan dan menentramkan.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذْ قَا لَ رَبُّكَ لِلْمَلٰٓئِكَةِ اِنِّيْ جَا عِلٌ فِى الْاَ رْضِ خَلِيْفَةً  ۗ قَا لُوْۤا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَآءَ  ۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَـكَ  ۗ قَا لَ اِنِّيْۤ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُ.

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi." Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 30)

Semoga sistem Islam yang Allah SWT janjikan segera tegak, agar kekayaan alam ini dapat dinikmati seluruh manusia dengan tidak menimbulkan kerusakan alam dan dapat menjadi wasilah ketaatan total kepada sang Kholiq, Allah SWT.

Wallahua'lam bishowwab.

Pegunungan seribu, 11, 03.2021.

Post a Comment for "KAPITALISME MELAHIRKAN JIWA - JIWA YANG RAKUS TERHADAP DUNIA"