Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Virus Merah Jambu Menjangkiti Kalangan Putih Abu-Abu

menjaga pandangan merupakan kunci utama agar terhindar dari serangan virus merah jambu. Islam tidak melarang jatuh cinta pada lawan jenis karena perasaan cinta adalah fitrah dari Allah subhanahu wata’ala. Namun, cinta harus diekspresikan sesuai syariat islam bukan dengan pacaran. “Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Terjemah QS. Al-Isra: 32)

Oleh: Nuzul Hijrah Safitri, S.Pd., M.Hum (Praktisi Pendidikan)

Dari mana datangnya lintah? Dari sawah turun ke kali. Dari mana datangnya cinta? Dari mata turun ke hati. Tidak dapat disangkal bahwa cinta berawal dari pandangan. Sehingga, muncullah istilah cinta pada pandangan pertama. Namun, cinta yang biasa disebut virus merah jambu ini bisa membahayakan apabila menjangkiti remaja putih abu-abu yang cenderung labil dan masih mencari jati diri. Dilansir dari Kompas.com (21/11/2020), seorang siswi SMA kelas XII di Tana Toraja, Sulawesi Selatan ditemukan tewas gantung diri di pohon jambu akibat putus cinta. Kejadian tragis ini menunjukkan bahwa remaja yang sudah terjangkit virus merah jambu akan menjadi budak cinta (bucin). Sehingga, mereka akan rela melakukan apa pun demi cinta atau “menghamba pada kekasih”. Lalu, ketika cinta harus kandas di tengah jalan, ada yang memilih jalan kematian.

Dalam menanggapi hal tersebut, psikolog klinis Veronica Adesla mengatakan perilaku bunuh diri di usia remaja ini erat kaitannya dengan gangguan Major Depressive Disorder (MDD) dimana orang tersebut mengalami depresi ditandai dengan perasaan putus asa, mood yang tidak semangat, dan merasa hidupnya tidak bermakna sehingga berpikiran untuk mengakhiri hidup (Ijn.co.id,30/11/2020).

Bagi kaum remaja yang sedang kasmaran, tanggal 14 Februari menjadi saat yang ditunggu-tunggu untuk merayakan Valentine’s Day atau biasa disebut hari kasih sayang. Momen ini dianggap sebagai hari untuk menunjukkan kasih sayang pada orang yang disayangi dengan saling bertukar hadiah berupa cokelat atau bunga. Namun, tidak jarang dalam perayaan Valentine’s Day dijadikan ajang melakukan seks bebas demi pembuktian cinta. Hal ini menunjukkan bahwa kaum remaja dapat berperilaku amoral ketika sudah terserang virus merah jambu.

Bahaya Virus Merah Jambu di Kalangan Putih Abu-Abu

Virus merah jambu ini berbahaya dan dapat menyerang tiga organ tubuh vital manusia. Pertama, otak, wajah orang yang disukai itu akan selalu berada di benak. Tentu saja akan mengganggu konsentrasi dan aktivitas karena selalu teringat dan terbayang-bayang sosoknya. Kedua, mata, dapat menjadikan remaja buta karena tidak dapat membedakan mana yang haq dan bathil. Rela melakukan apa saja demi cinta yang belum halal. Ketiga, hati, dapat melemahkan sistem pertahanan iman. Menuruti godaan setan untuk berdua-duaan dengan yang bukan mahram hingga berujung hubungan di luar pernikahan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya “Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena sesungguhnya setan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.” (HR. Ahmad 1/18, Ibnu Hibban [lihat Shahih Ibnu Hibban 1/436)

Cara Jitu Menangkal Virus Merah Jambu

Dalam perspektif Islam, ada beberapa upaya yang dilakukan untuk menangkal virus merah jambu ini agar kaum remaja tidak terjerumus dalam perzinahan atau pacaran.

Pertama, menjaga pandangan. Dalam islam, baik laki-laki maupun perempuan dianjurkan untuk menundukkan pandangannya. Di dalam sebuah hadist, Rasulullah Shallallahu alihi wa sallam bersabda, yang artinya “Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak keturunan Adam bagiannya dari zina. Dia mengetahui yang demikian tanpa dipungkiri. Mata bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan (yang diharamkan)….” (HR. Bukhari no. 6243 dan Muslim no. 2657. Lafadz hadist di atas milik Muslim). Hadist tersebut menjelaskan bahwa Allah Subhanahu wata’ala memberikan perintah untuk menjaga pandangan agar manusia selalu sadar, fokus dan terhindar dari kemaksiatan. Salah satunya yaitu terjebak dalam hubungan yang haram atau pacaran.

Kedua, meningkatkan iman dan takwa dengan menjaga salat lima waktu, membaca Al-qur’an, berpuasa dan berzikir di waktu pagi dan petang. Iman membangkitkan kesadaran bagi pemeluknya ketika hendak melakukan maksiat atau durhaka kepada Allah Subhanahu wata’ala. “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, Maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” (QS.Al-A’raaf: 201)

Ketiga, membekali diri dengan ilmu agama. Dengan memiliki ilmu agama, kaum remaja dapat mengetahui tata cara pergaulan menurut syariat islam dan membentuk kepribadian yang lebih baik.

Keempat, berpegang teguhlah pada Al-qur’an dan As-sunnah. Sesungguhnya Al-qur’an dan sunnah menjadi pedoman hidup umat muslim dalam beragama agar senantiasa berada di jalan kebenaran. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya “Aku tinggalkan di tengah-tengah kalian dua hal, kalian tidak akan tersesat setelah (kalian bepergian teguh pada) keduanya, Kitabullah dan Sunnahku.” (HR. At-Thabrani)

Dengan demikian, menjaga pandangan merupakan kunci utama agar terhindar dari serangan virus merah jambu. Islam tidak melarang jatuh cinta pada lawan jenis karena perasaan cinta adalah fitrah dari Allah subhanahu wata’ala. Namun, cinta harus diekspresikan sesuai syariat islam bukan dengan pacaran. “Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Terjemah QS. Al-Isra: 32)

Wallahu a’lam bisshawab

Post a Comment for "Virus Merah Jambu Menjangkiti Kalangan Putih Abu-Abu"