Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Valentine Day, Kemaksiatan Yang Terpelihara

Perayaan valentine oleh sebagian kaum muslim memang sungguh memprihatinkan. Jelas jelas menyalahi syariat, masih saja dilakukan. Banyak dari mereka yang berdalih selama tetap sholat sah aja pacaran, atau ikutan v-day. Yang penting tetap percaya sama Allah. Disinilah yang harus diluruskan.

Oleh : Triana Dewi P, S.Pd, Pemerhati Masalah Remaja

February identik dengan bulan penuh cinta katanya. Entah sejak kapan, bulan kedua dalam kalender Masehi ini dinobatkan sebagai bulan cinta. Apalagi kalau bukan karena Valentine day. Banyak pemuja cinta beraksi untuk menunjukkan ketertarikan pada pasangan. Terutama nih bagi mereka yang terkena virus merah jambu tapi belum dapat surat ijin menikah.

Bunga, coklat, dan pernak perniknya jadi hadiah yang paling banyak diberikan. Maka tidak mengherankan supermarket atau toko bunga laris manis. Selain itu kondom juga banyak peminatnya. Secara, v-day bukan sekedar pelampiasan cinta tapi nafsu syahwat juga. Duh ngeri banget!

Inilah saat yang dinanti banyak penganut pacaran untuk meluapkan perasaan. Meskipun statusnya belum sah yang penting tidak jomblo. Punya pasangan adalah sebuah kebanggaan. Berarti sudah laku. Asal bisa berduaan merayakan hari berkasih sayang sudah cukup bagi mereka.

Mereka seolah lupa bahwa kebahagiaannya adalah semu belaka. Dosa seolah tak ingin diingat ingat. Meskipun dosanya dilupakan, tetap aja tertulis di lauhul Mahfudz bro and sist. Kebahagiaan karena sudah punya gandengan meskipun belum ijab sah jadi alasan utama. Soal nanti akan diminta pertanggungjawaban jadi urusan buncit.

Ada yang hanya sekedar meluapkan cinta dengan memberi hadiah. Namun tak sedikit juga yang rela kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Bahkan tak akan bisa tergantikan dengan apapun. Tapi, sepertinya itu bukannya soal yang besar. Yang penting bahagia meskipun menerjang dosa.

Apa iya mereka tak tahu hukum merayakan valentine? Rasa rasanya ga mungkin deh. Ditengah era digitalisasi, kemudahan mengakses informasi menjadi tak terbendung. Apalagi dengan bantuan Google, pasti bakalan nemu hukum merayakan hari kasih sayang itu gimana dalam Islam. Sudah pada Googling belum nih? Atau sudah cari tahu ke ustadz atau ustadzah gitu?.

Bagi kalian yang tertarik sama perayaan v-day, pernah ga sih mikir dulu? Bukankah Allah memberi kita akal buat berpikir. Sebelum kalian bertindak ada baiknya berpikir dahulu. Karena aktifitas yang kita lakukan pasti ada akibatnya. Be smart gaes!

Makan aja bisa membuat kita kenyang. Tapi apa iya, semua makanan kita lahap? Kan ga juga. Pasti mikir dululah, ni makanan beracun apa ga, halal atau haram, layak dimakan apa ga?. Nah itu baru urusan makan. Maka seyogyanya juga kita mesti mikir dulu sebelum melakukan sesuatu termasuk jadi pelaku perayaan valentine.

Bro and sist, bagi kalian yang bilang kan cuma perayaan, masa ya ga boleh?. Masalahnya bukan di perayaannya doang. Kalian harusnya mikir, merayakan valentine itu boleh apa ga dalam agama kita?. Apa pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad atau para sahabat beliau?. Jawabannya enggak kan?!

Valentine day bukanlah perayaan yang disyariatkan. Sudah tahu belum bagaimana sejarahnya valentine? Emang kalian sebagai umat muslim apa mau memperingati hari kematian seorang pastor?. Kalau umat lain mau merayakan karena bagian dari keyakinan mereka ya sah-sah saja. Tapi kita kan beda keyakinan, jelas ga layak dong kalau pada ikutan.

Islam tidak pernah memberikan persetujuan bagi kaum muslim untuk terlibat perayaan agama lain. Hati hati bisa mengancam akidah. Wuih, bahaya banget kan ya. Makanya jangan sok atuh ikut ikutan doang, cari tahu dulu boleh ga nih menurut pandangan Islam?.

Jika kita dengan sukarela menjadi orang yang terlibat di dalam perayaan tersebut, maka sia sia sudah aktifitas yang dilakukan. Kenapa? Karena Rasulullah SAW pernah bersabda : "Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud no. 4031. Nah, ga diakui sebagai umat Rasulullah ketika kita melakukan aktifitas yang berlawanan dengan yang dibawa Rasul. Masih mau?

Perayaan valentine oleh sebagian kaum muslim memang sungguh memprihatinkan. Jelas jelas menyalahi syariat, masih saja dilakukan. Banyak dari mereka yang berdalih selama tetap sholat sah aja pacaran, atau ikutan v-day. Yang penting tetap percaya sama Allah. Disinilah yang harus diluruskan.

Sebagai seorang muslim seharusnya ketaatan kita itu secara menyeluruh. Kalau Allah melarang berarti ga boleh dilakukan. Begitu juga sebaliknya, jika Allah memerintahkan maka sudah seharusnya taat dan ga pakai mikir. Termasuk melakukan sebuah ritual yang tidak pernah diperintahkan boleh Allah, yaitu ikutan v day. Ada dalilnya kita boleh mengungkapkan kasih sayang kepada pasangan ga halal? Pakai zina lagi. Sadarlah.

Jauhnya umat dengan Islam membuat umat muslim seakan asing dengan agamanya. Hingga rela beraktifitas dengan sesuatu yang tak ada dalam ajaran Islam. Sekularisme telah membawa kaum muslim tidak paham dengan ajaran agamanya sendiri. Jadilah orang muslim dan orang kafir melakukan hal yang sama, mirisnya umat muslim yang terseret dalam keyakinan umat agama lain.

Sistem sekularisme sukses menjadikan umat muslim tak mengenal islam. Inilah yang menjadi tujuan orang kafir agar Islam terlempar jauh kehidupan umatnya. Berbagai perayaan digelar dengan sengaja agar umat muslim turut serta didalamnya. Parahnya perayaan tak sekedar perayaan, tapi ada latar belakang terhadap sebuah keyakinan agama tertentu.

Keberadaan negara yang menerapkan sistem buatan manusia telah mencetak kaum muslim yang anti terhadap ajaran agamanya sendiri. Sistem pemisahan kehidupan dari agama telah terbukti tidak bisa menjaga umat. Oleh karena itu keberadaan sistem Islam memanglah sangat dibutuhkan. Hanya sistem islamlah yang akan menjaga akidah umat agar tetap lurus.

Post a Comment for "Valentine Day, Kemaksiatan Yang Terpelihara"