Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengapa Dinar Dirham Dikriminalisasi?

Dinar Dirham adalah koin yang terbuat dari emas perak. Kita tahu emas merupakan logam mulia yang harganya bertahan terus menerus sampai dimasa sekarang ini, emas dan perak (dinar dirham) tidak akan terkena inflasi dan juga tidak akan pernah kadaluwarsa dan tidak akan bisa dipalsukan.

Oleh: Rismayana (Aktivis Muslimah)

Dalam beberapa pekan ini publik dihebohkan dengan penangkapan Zain Saidi, pendiri pasar muamalah oleh Bareskrim Mabes Polri di daerah Depok Jawa Barat. Zain ditetapkan sebagai tersangka terkait terjadinya transaksi di pasar muamalah Depok dengan menggunakan koin dinar dirham (emas dan perak), penangkapan tersebut menurut Bareskrim Mabes Polri tertanggal 2/2/2021, Zain Saidi dijerat 2 pasal sekaligus yaitu pasal 9 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP dan pasal 33 UU Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang. Tersangka bisa terancam hukuman penjara paling lama 15 tahun (sindonews.com, 04/02/2021).

Ada apa sebenarnya dibalik penangkapan Zain Saidi?

Ini jelas adanya campur tangan rezim Sekuler, di mana mereka sudah terjangkit penyakit Islamofobia akut. Alasan penangkapannya bukan hanya untuk menertibkan pelanggaran administrasi, khususnya dalam melakukan transaksi dinar dirham. Ini sebenarnya merupakan bagian dari kriminalisasi ajaran Islam, di mana sebelumnya juga terjadi kriminalisasi tentang seragam jilbab yang baru-baru ini terjadi di Padang (Sumatera Barat) yang disahkan oleh 3 menteri.

Terkait tindakan yang dilakukan aparat terhadap penangkapan pegiat pasar muamalah Zain Saidi tersebut cenderung diskriminatif. Apalagi terdapat informasi penangkapan ini dikaitkan dengan adanya ide khilafah. Padahal ide wakaf nasional yang dilakukan pemerintah baru-baru ini merupakan bagian dari syariat Islam dan khilafah.

Apa itu Dinar Dirham?

Dinar Dirham adalah koin yang terbuat dari emas perak. Kita tahu emas merupakan logam mulia yang harganya bertahan terus menerus sampai dimasa sekarang ini, emas dan perak (dinar dirham) tidak akan terkena inflasi dan juga tidak akan pernah kadaluwarsa dan tidak akan bisa dipalsukan.

Nabi Muhammad Saw bersabda. "Akan datang kepada manusia suatu masa yang mana tidak bermanfaat di masa itu kecuali dinar dan dirham." (HR Ahmad).

Dan koin dinar dirham ini memiliki ciri khas tersendiri berupa simbol dan doa yang terpenting. dinar adalah emas berjamaah, karena wajib digunakan setelah adanya Daulah khilafah tegak kembali sebagai alat transaksi.

Bagaimana caranya agar koin Dinar Dirham bisa digunakan kembali ke tengah umat Islam?

Penggunaan mata uang dinar dirham sudah ada sejak di masa Rasulullah Saw mendirikan negara Islam di Madinah, setelah hijrah dari kota Mekkah, maka Rasulullah menyetujui mata uang dinar dirham sebagai mata uang resmi negara dan dijadikan sebagai alat transaksi yang digunakan pada saat itu hingga sampai terakhir digunakan pada kekhilafah Turki Ustmani .

Sesungguhnya sebagai seorang muslim, wajib taat dan terikat dengan hukum syariah Islam sebagaimana yang telah diperintahkan Allah Swt. Termasuk dalam penggunaan mata uang dinar dirham yang sesuai dengan dalil dan syariah.

Untuk melegalkan penggunaan koin dinar dirham sebagai mata uang resmi untuk umat Islam, di sini dibutuhkan kekuatan negara sebagai institusi yang berdaulat dan kuat. Untuk melaksanakan dengan sempurna hukum syariah. Maka umat harus menegakkan kembali daulah khilafah Islamiyah sebagaimana yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah Saw beserta para sahabat.

Dengan khilafah, umat Islam terbebas dari belenggu sistem kufur kapitalis dan umat Islam tidak akan tersekat-sekat dalam naungan nasionalisme yang sempit yang memecah belah persatuan umat Islam di dunia karena umat Islam di seluruh dunia adalah satu dan bersaudara.

Sebagaimana sabda Rasulullah Saw "Perumpamaan kaum mukmin dalam berkasih sayang itu bagaikan satu tubuh. Jika satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam." (HR Muslim).

Wallahualam bissawab.

Post a Comment for "Mengapa Dinar Dirham Dikriminalisasi?"