Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kenaikan Anggaran Covid, Solusikah?

Kenaikan anggaran tersebut, apakah mampu menyelesaikan pandemi? Harapan penuntasan pandemi terus diupayakan. Hanya saja, upaya dilakukan tidak langsung ke akar permasalahan. Sebagai contoh peningkatan anggaran PEN 2021 dirasa tidak signifikan memberi harapan penuntasan pandemik. Penanganan pandemik dengan mengeluarkan lebih banyak dana, tanpa berdasar pada kebijakan yang ‘benar’, hanya akan memperpanjang masa pandemik dan kesengsaraan rakyat.

Oleh: Nur Rahmawati, S.H. | Penulis dan Praktisi Pendidikan

Penambahan alokasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dari Rp.619 triliun menjadi Rp.627,9 triliun. Ini dilakukan guna menahan tekanan pandemi virus corona penyebab Covid-19 di bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. (Cnnindonesia.com, 7/2/2021).

Senada dengan hal tersebut, Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mengungkapkan, penambahan PEN dialokasikan untuk peningkatan/pemerataan sisi pasokan dan pengadaan vaksin, nutrisi ibu hamil dan menyusui/balita, penanganan penyakit menular, dan akselerasi jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas). (Bisnis.com, 7/2/2021).

Kenaikan anggaran tersebut, apakah mampu menyelesaikan pandemi? Harapan penuntasan pandemi terus diupayakan. Hanya saja, upaya dilakukan tidak langsung ke akar permasalahan. Sebagai contoh peningkatan anggaran PEN 2021 dirasa tidak signifikan memberi harapan penuntasan pandemik. Penanganan pandemik dengan mengeluarkan lebih banyak dana, tanpa berdasar pada kebijakan yang ‘benar’, hanya akan memperpanjang masa pandemik dan kesengsaraan rakyat.

Pun di sektor kesehatan dan sosial, bisa kita amati semakin pelik dirasa. Komplikasi permasalahan terjadi dampak dari sistem kapitalisme. Jika saat ini fokus penyelesaian masalah pandemik ada pada peningkatan materi (red.ekonomi) bukan pada nyawa manusia, sebagaimana fakta tersebut. Tidak berlebihan jika sistem kapitalisme lebih mengutamakan kepentingan para elit kapital yang haus kekayaan, serta bagaimana menambah pundi-pundi rupiah saat musim pandemik mengalami kemerosotan, bahkan dengan mengorbankan nyawa orang lain.

Penyelesaian yang terfokus di sektor ekonomi dinilai kurang tepat. Penambahan biaya untuk vaksin dirasa menguntungkan para pemilik modal dan korporat. Bukankah pemerintah berkewajiban menjamin keselamatan nyawa rakyatnya? Seharusnya penerapan lock down wilayah menjadi pilihan untuk menyelamatkan nyawa dan mengehentikan penyebaran virus. Jika memang pemerintah serius, tidak akan menghitung untung rugi, karena penerapan ini butuh dana besar untuk memenuhi kebutuhan hidup di wilayah lock down.

Oleh karenanya, diperlukan keseriusan pemerintah dalam menangani pandemi tidak hanya dengan menaikkan anggaran penanganannya saja, tapi aksi nyata dengan menerapkan lock down wilayah guna menghentikan penyebaran virus.

Sistem ini sudah terbukti gagal menyelesaikan permasalahan pandemi. Bahkan nyawa dijadikan objek dagangan. Maka sudah saatnya kita beralih pada sistem yang telah terbukti mampu menyelesaikan permasalah hidup manusia tak terkecuali masalah pandemi, yaitu dengan sistem Islam.

Bagaimana sistem Islam mengatasi permasalahan pandemi?

Pertama, dengan menerapkan lock down wilayah yang diimbangi pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat yang terdampak pandemi. Wilayah yang terindikasi terpapar virus maka masyarakat tersebut tidak diperkenankan keluar wilayah dan tidak menerima orang lain di luar wilayah masuk ke wilayahnya.

Kedua, pengadaan kebutuhan kesehatan masyarakat tanpa tebang pilih, dengan terlebih dahulu memberikan edukasi kepada masyarakat untuk sadar kesehatan guna pencegahan.

Ketiga, negara Islam dengan serius mencari vaksin dan obat menghentikan virus, kemudian diberikan gratis bagi rakyatnya. Bukan seperti saat ini justru diperdagangkan.

Keempat, tetap mengadakan kebutuhan pendidikan. Di masa pandemi pendidikan tetap dilakukan secara efektif dengan tatap muka sesuai keadaan masing-masing wilayah. Tentunya sistem pendidikan Islam sebagai basic kurikulumnya.

Penanganan pandemi dalam Islam akan tuntas dilakukan. Penggunaan sumber daya alam sebagai modal pendanaan negara yang diperuntukkan bagi rakyat, akan dikelola negara secara langsung. Inilah sistem Illahi dengan segala kesempurnaan mengatasi problematika umat secara terstruktur dan sistematis, bahkan akan diberikannya berkah bagi semua. Sehingga dapat menjamin ketenangan bagi umat dan negeri sebagaimana surah Al-A'raf Ayat 96 yang artinya

Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. (TQS. Al-A'raf:96). Wallahu'alam bishawab.

Post a Comment for "Kenaikan Anggaran Covid, Solusikah?"