Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jangan Jatuh Cinta Dalam Valentine Day, Tetapi Bangunlah Cinta Dalam Islam

Banyak yang menyangka telah membuktikan cinta sejati pada Valentine Day dengan mengirimkan kartu ucapan dengan redaksi Be My Valentine, sekuntum bunga mawar merah atau pink dan sebatang coklat kepada pasangan non mahram nya. Kaum Muda ini telah salah sangka merasa dirinya menjadi pencinta terbaik yang ada di dunia ini. Padahal banyak pelanggaran aqidah dan sosial yang terjadi pada perayaan Valentine Day.

Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Cinta, satu kata berjuta makna. Siapa yang tidak mengenal Cinta dan dihantam oleh pengaruhnya? Cinta menghujam begitu dalam ke setiap insan.

Cinta adalah anugerah ilahi yang terindah. Namun sayang banyak Kaum Muda yang terjerumus ke dalam Cinta yang sesat. Mereka jatuh cinta dalam Valentine Day.

Banyak yang menyangka telah membuktikan cinta sejati pada Valentine Day dengan mengirimkan kartu ucapan dengan redaksi Be My Valentine, sekuntum bunga mawar merah atau pink dan sebatang coklat kepada pasangan non mahram nya. Kaum Muda ini telah salah sangka merasa dirinya menjadi pencinta terbaik yang ada di dunia ini. Padahal banyak pelanggaran aqidah dan sosial yang terjadi pada perayaan Valentine Day.

Asal usul Valentine Day tidak terlepas dari sejarah atau tradisi kufur Lupercalia masyarakat Romawi Kuno (baca: Romawi Pagan) yang menyembah Dewa Lupercus (Dewa kesuburan, padang rumput dan pelindung ternak). Ketika festival ini dilaksanakan, beberapa ekor kambing dikorbankan demi Dewa Lupercus.

Kulit kambing digunakan untuk melecut gadis-gadis muda yang ada dengan keyakinan bahwa mereka akan subur. Setelahnya para pemuda pemudi berkumpul dan melakukan undian. Pasangan yang mendapatkan undian yang sama harus tinggal bersama selama setahun untuk "bersenang-senang" tanpa ikatan nikah yang sah.

Kemudian pada festival tahun berikutnya, undian yang sama diulang. Pasangan yang mendapatkan undian yang sama hidup bersama lagi. Mengerikan bukan (silahkan lihat versi lengkap kisah Lupercalia (Everyman's Encyclopedia, Volume XII, hal 388). Perayaan Valentine Day kemudian dipertahankan (baca: dimodifikasi) hingga tampak tidak bermasalah.

Padahal, pada hakikatnya banyak perayaan Valentine Day yang merusak. Misalnya di Amerika Serikat penjualan kondom meningkat tajam sepekan menjelang Valentine Day. Sehingga pekan itu disebut sebagai National Condom Week. Aktivitas hubungan di luar nikah menjadi hal yang lumrah banyak terjadi pada perayaan sesat ini.

Dan banyak juga terjadi fenomena yang sama di berbagai negera di luar Amerika Serikat. Ucapan Be My Valentine sebenarnya berarti jadi lah Tuhanku bukan jadilah kekasih hatiku. Lalu mengapa harus coklat yang menjadi makanan khusus hari kasih sayang?

Coklat mengandung zat yang mampu meningkatkan rasa bahagia. Kemudian meningkatkan rasa suka terhadap lawan jenis. Inilah yang semakin memperburuk kebiasaan jahiliyah pada perayaan Valentine Day.

Lalu bagaimana Islam memandang Cinta. Islam adalah agama dan ideologi yang pandai merawat dan membangun Cinta dalam kemasan yang sangat cantik. Mencintai seseorang adalah hal yang normal tetapi Islam menjaga kemurnian Cinta dalam mahligai Syariat Islam.

Dalam Islam, Cinta tidak dikhususkan dalam sehari dan untuk pasangan non Mahram.

Bagi Islam, Cinta bisa diwujudkan setiap hari kepada orang tua, suami atau istri, saudara atau mahram, Kaum Muslimin, makhluk Allah yang lain dan lingkungan alam semesta. Cinta kepada yang bukan mahramnya atau Cinta di luar ikatan pernikahan adalah cinta semu yang merusak.

Islam menjaga tatanan keluarga yang dicapai lewat bingkai pernikahan. Jika pemuda mampu menikah, menikahlah. Jika belum mampu, berpuasalah.

Dan Islam telah mampu menjaga Cinta dalam perawatan Sistem Islam. Sejak Rasulullah SAW menegakkan Sistem Islam, Nabi SAW dan Para Sahabatnya tidak pernah melakukan aktivitas pacaran. Bagi yang sudah mempunyai keinginan menempuh Cinta nya melalui jalur pernikahan.

Keagungan Syariat ini berlangsung selama berabad-abad selama Khilafah berkuasa. Adapun pacaran, hubungan di luar nikah, aktivitas Valentine Day adalah budaya sekuler yang diimpor dari Barat. Yang merusak kehidupan masyarakat di Barat dan Timur.

Karena tidak berlandaskan kepada Sistem Islam, kehidupan Cinta di dunia sekuler semakin rusak. Di Barat angka pernikahan menurun sedangkan angka kematian semakin meningkat. Barat sedih dan frustasi dengan kenyataan ini.

Barat malah khawatir dengan perkembangan dunia Islam yang mencoba lepas dari ideologi sekuler Barat. Dunia Islam mulai sadar dengan penerapan Syariat Islam yang Koheren bertumbuh signifikan dengan angka pernikahan.

Ketika Khilafah memperkenalkan Sistem Pergaulan Islam dunia aman tentram tanpa masalah pergaulan bebas. Ketika Barat memperkenalkan kebebasan berhubungan (cinta versi mereka) kondisi masyarakat semakin terpuruk bahkan mayoritas negara kapitalis (Barat) telah melegalkan pernikahan sejenis.

Semoga Kaum Muslimin sadar bahwa dengan kehadiran Khilafah kembali lengkap dengan Sistem Pergaulan Islamnya akan memperbaiki kondisi masyarakat di seluruh dunia. Menghentikan berbagai perayaan kufur dan tradisi pergaulan bebas yang semakin membabi buta. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan yang besar (baca: Nasrullah) agar Islam kembali memimpin dunia dengan cara yang damai tidak seperti negara kapitalis Barat yang menguasai dunia melalui jalur penjajahan militer, pemikiran dan budaya yang merusak. []

Bumi Allah SWT, 13 Februari 2021

#DenganPenaMembelahDunia
#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Post a Comment for "Jangan Jatuh Cinta Dalam Valentine Day, Tetapi Bangunlah Cinta Dalam Islam"