Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Demokrasi Sistem Paling Arogan

Demokrasi selalu menganggap bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat bukan di tangan Tuhan. Suara rakyat telah melampaui dan jauh lebih sempurna dari suara Allah SWT (Hukum Syariah Islam).  Inilah letak kesombongan Demokrasi. Yang menganggap agama (baca: Islam) hanya agama parsial yang sanggup mengurus urusan ritual saja. Bukan sebagai solusi atas problematika manusia.

Oleh : Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Jika ada orang yang menghina Islam sebagai agama paling arogan, orang itu lah yang sebenarnya paling arogan yang memandang Islam dengan cara yang arogan pula. Dia hasil didikan sistem demokrasi. Memang sistem demokrasi tidak pernah menghargai Islam sebagai sebuah agama dan ideologi yang Kaffah.

Islam dipandang sebagai suatu ajaran yang lemah di mata demokrasi. Padahal bukan Islam yang arogan tetapi demokrasi itulah yang sejatinya angkuh. Demokrasi mempunyai banyak sekali kekurangan.

Demokrasi mendorong para politisi bejat untuk terus korupsi. Maka jangan heran, banyak terjadi korupsi di berbagai bidang. Yang terbaru adalah korupsi bansos (bantuan sosial) yang sebagiannya diperuntukan oleh orang yang cacat fisiknya.

Banyak politisi dalam parlemen bekerja sama dengan kapitalis menghasilkan UU yang merugikan rakyat dan negara misalnya UU Migas, UU Listrik, UU SDA, UU Penanaman Modal, dll. Keuntungan dari undang-undang diduga banyak mengalir pada kaum borjuis kapitalis yang memodali sebagian politisi korup.

Di lain sisi, Demokrasi malah meningkatkan angka kemiskinan, pengangguran, kriminalitas, pelanggaran HAM, konflik SARA, penyuka sesama jenis dan disintegrasi. Semua terjadi dalam sistem demokrasi yang konon katanya sistem terbaik di dunia. Lepasnya Timor Leste dan usaha yang semakin masif untuk memisahkan Papua dari Indonesia adalah bukti kesekian kali bahwa demokrasi telah gagal menyatukan sebuah negara.

Mengapa semua ini bisa terjadi? Di satu sisi sekelompok kecil kapitalis semakin bertambah kaya dan mengkokohkan kekuasaan politik dan bisnisnya. Sedangkan di sisi lain, segolongan mayoritas rakyat hidup serba kekurangan dan semakin sengsara.

Ini disebabkan Demokrasi selalu menganggap bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat bukan di tangan Tuhan. Suara rakyat telah melampaui dan jauh lebih sempurna dari suara Allah SWT (Hukum Syariah Islam).

Inilah letak kesombongan Demokrasi. Yang menganggap agama (baca: Islam) hanya agama parsial yang sanggup mengurus urusan ritual saja. Bukan sebagai solusi atas problematika manusia.

Padahal Demokrasi hanyalah sistem angkuh layaknya Fir'aun. Demokrasi tidak memiliki solusi yang tuntas seperti yang dimiliki oleh Sistem Islam. Islam bukan agama arogan.

Jika ada yang bertanya apa solusi Islam terhadap Indonesia? Banyak. Islam mampu memakmurkan semua rakyat Indonesia dengan menngalihkan pengelolaan SDA dari kapitalis ke negara.

Hasil tambang dari 300 an lahan SDA di Indonesia mampu membayar utang luar negeri. Islam pun menjamin layanan kesehatan dan pendidikan gratis bagi seluruh warga negara. Islam mampu memberantas korupsi dengan memberikan sanksi yang tegas terhadap para koruptor.

Bisa dengan cara menyita kekayaan koruptor yang tidak halal, memenjarakan si pelaku, atau bahkan menghukum mati. Semua itu bergantung pada besar kecilnya perbuatan korupsi yang dilakukan. Setiap aksi kriminalitas akan dihukumi secara adil.

Tetapi ketika Islam tegak secara sempurna dan menyeluruh, Islam menyebar kemakmuran bagi seluruh rakyat terlebih dahulu Sebelum menegakkan hukum. Islam juga menyediakan langkah pencegahan kriminalitas sebelum tindakan kuratifnya.

Agar tidak terjadi korupsi Islam memberikan gaji yang besar kepada para pejabat, menghitung selisih kekayaan awal dan akhirnya serta mendidik aqidah dan iman para pejabat. Agar tidak terjadi perzinahan, Islam menutup segala jenis konten yang mengumbar aurat, membolehkan pergaulan bebas, dan acara-acara yang membangkitkan nafsu birahi.

Agar tidak terjadi konflik SARA dan pelanggaran HAM, Islam menegakkan ajaran untuk saling menghargai sesama manusia dan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu atau pilih kasih. Islam menetapkan hak dan kewajiban yang sama bagi semua warga negara.

Tetapi Islam tidak akan memaksakan warga negara yang berlainan agama untuk memeluk aqidah Islam. Itu lah beberapa contoh kekuatan Islam dalam menyelesaikan berbagai problematika kemasyarakatan.

Dan ini bukan teori atau mimpi. Semuanya pernah terjadi dalam Khilafah Islam yang sempat menguasai dunia selama 14 abad dengan luas wilayah 2/3 dunia.

Bahkan Will Durrant dalam buku fenomenalnya, The Story' Of Civilization, memuji sistem Islam secara objektif. Dia mengatakan, "Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka. Para Khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapapun yang memerlukan dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam wilayah yang sangat luas. Fenomena seperti ini belum pernah tercatat (dalam sejarah) setelah zaman mereka."

Ini tentu saja berbeda dengan demokrasi yang katanya demokratis tetapi menjadi jalan bagi negara Barat seperti AS menjajah negeri-negeri Kaum Muslimin seperti Irak, Afganistan, Suriah, dll.

Menurut buku Ilusi Negara demokrasi, demokrasi juga dipandang buruk oleh tokoh Barat Sendiri. Winston Churchill, misalnya mengeluarkan deklarasi yang berbunyi, "Democracy is the worst possible form of government (Demokrasi adalah kemungkinan terburuk dari sebuah bentuk pemerintahan)." Benjamin Constan menambahkan, "Demokrasi membawa kita menuju jalan yang menakutkan, yaitu kediktatoran parlemen."

Jauh sebelum itu, di Yunani (Yunani kuno), negeri asal demokrasi, Plato dan Aristoteles berpandangan bahwa demokrasi adalah sistem yang berbahaya dan tidak praktis. Aristoteles bahkan menambahkan, "Pemerintahan yang didasarkan pada pilihan orang banyak dapat mudah dipengaruhi oleh para demagog dan akhirnya akan merosot menjadi kediktatoran".

Inilah fakta yang terjadi sekarang, banyak negara demokrasi berubah menjadi negara diktator. Demokrasi arogan malah gagal mencegah para diktator menjadi penguasa yang berkuasa melalui jalur pemilu. []

Bumi Allah SWT, 2 Februari 2021

#DenganPenaMembelahDunia
#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Post a Comment for "Demokrasi Sistem Paling Arogan"