Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

MENYAMBUT DATANGNYA AJAL DENGAN MENOREHKAN TINTA EMAS PERJUANGAN ISLAM

Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu begitu saja dari diri para ulama, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan matinya para ulama, sehingga jika tidak tersisa seorang ulama pun, maka masyarakat akan mengambil orang-orang bodoh sebagai pemimpin. Jika mereka ditanya, mereka menjawab tanpa ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan." (HR Bukhari)

Oleh : M Azzam Al Fatih | Penulis dan aktivis dakwah

Awal tahun 2021, seolah menjadi tahun kesedihan bagi umat Islam. Pasalnya para guru, kyai, dan habib telah dipanggil sang pemilik, Allah SWT. Tercatat sekitar 25 telah meninggalkan kita, diantaranya Syaikh Ali Jaber, Ulama hanif yang sangat terkenal dinegeri ini. Ulama yang Istiqomah dijalan kebenaran dan mempunyai semangat dan cita - cita tinggi, yakni mencetak sejuta anak penghafal Al-Qur'an.

KH Mahmudi Syukri, ulama muda dari malang ini aset umat Islam. Ilmunya yang tinggi tidak diragukan lagi, ditambah sikap tawadhu yang melekat pada dirinya. Kyai muda ini juga termasuk barisan terdepan dalam perjuangan syariah dan khilafah. Selain itu beliau telah menorehkan karya kitab yang luar biasa. Kepergian Beliau untuk selamanya tentu membuat banyak kehilangan.

Habib Muhammad Al Athas, Ulama yang tinggal di pucuk Aloe dua simpang Ulim, Aceh timur adaah Ulama kharismatik yang teguh dalam kebenaran dan istiqomah dalam dakwah. Sayyidil walid Al Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf, pimpinan majelis Al Athaf Tebet jakarta, pun menyusulnya. Kematian Al Habib inipun membuat Umat Islam kaget bahkan sosok habib dan Ulama Arab Saudi pun mengucapkan belasungkawa.

Di samping beberapa ulama tersebut masih terdapat para kyai, ustadz, dan aktivis dakwah yang lain juga telah dipanggil oleh Allah SWT di awal tahun ini. Tentunya kepergianya membuat umat Islam merasa kehilangan teladan dan pelita kehidupan. Beliau adalah cahaya yang selalu menyinari kehidupan dunia. Mempunyai peran penting dalam menjaga dan memberi arah kehidupan manusia agar manusia selamat dari azab dunia dan akhirat.

Rasulullah SAW mengingatkan umat Islam akan kepergian para ulama. "Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu begitu saja dari diri para ulama, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan matinya para ulama, sehingga jika tidak tersisa seorang ulama pun, maka masyarakat akan mengambil orang-orang bodoh sebagai pemimpin. Jika mereka ditanya, mereka menjawab tanpa ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan." (HR Bukhari)

Kematian adalah suatu kepastian yang tidak bisa diajukan atau diundur dan menghampiri siapa saja. Sebab yang bernyawa pasti mengalami kematian. Allah SWT berfirman dalam Al Qur'an surat Al An kabut ayat 57

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ

kullu nafsing zaaa`iqotul-mauut, summa ilainaa turja'uun

"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan." (QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 57)

Dan masih banyak ayat lagi tentang kematian.

Jika kematian suatu kepastian maka yang terpenting bagi seorang hamba adalah menyiapkanya dengan baik. Sebab dalam Islam mengimani adanya adanya kehidupan sesudah kematian. Yang nantinya akan di mintai pertanggung jawaban segala perbuatan kita.

menyiapkan kematian tidak lain dengan ketaatan total, tunduk dan patuh terhadap pemilik jiwa. Menjalankan perintah dan menjauhi larangannya. Lalu menyiapkan kematian yang indah adalah dengan menorehkan tinta emas perjuangan. Berkecimpung dalam dakwah, ambil bagian dalam perjuangan Islam.

Hanya denganya lah, arah dan tujuan hidup menjadi terarah dan pasti. Selain itu, Allah SWT telah menyediakan pahala jariyah bagi hamba yang berkecimpung dalam urusan dakwah.

Sambutlah datangnya ajal dengan Istiqomah dijalan dakwah sebagaimana para Nabi dan Rosul, Sahabat Nabi, alim ulama,kyai dan para aktivis dakwah yang telah Allah panggil duluan. Semoga kita dapat berkumpul bersama para kekasih Allah SWT,di surga NYA. Aamiin ya Rabb.

Post a Comment for "MENYAMBUT DATANGNYA AJAL DENGAN MENOREHKAN TINTA EMAS PERJUANGAN ISLAM"