Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengakhiri Pandemi dengan Wahyu Ilahi

Kembali bersandar pada wahyu ilahi dalam menyelesaikan sebuah permasalahan.Termasuk dengan mengakhiri pandemi ini adalah dengan menerapkan aturan Islam yang sudah jelas berasal dari wahyu Ilahi, agar tercipta kemaslahatan bagi seluruh manusia tanpa kecuali. Sejarah telah membuktikannya.

Oleh: Siti Ningrum, M.Pd. (Pegiat Literasi)

Tahun 2020 tahun yang sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bulan Maret menjadi awal yang membuat rakyat Indonesia terhenyak. Tiba-tiba semua aktivitas yang dilakukan di luar rumah harus berhenti total.

Sistem perekonomian pun ikut goyang. Para kepala keluarga banyak yaang terkena PHK (Putus Hubungan Kerja). Sehingga ibu rumah tangga banyak yang depresi.

Dilansir dari PikiranRakyat.com, pada 15 November 2020. Stres menjadi emosi negatif yang paling sering dialami oleh ibu selama masa pandemi Covid-19. Karena stres, ibu menjadi kurang sabar, mudah tersinggung dan sulit untuk rileks. Hal itu terungkap dari sebuah survei yang diadakan Kepala Departemen Psikologi Perkembangan, Fakultas Psikologi, Universitas Padjadjaran Fredrick Dermawan Purba.

Tidak kalah juga dunia pendidikan terkena imbasnya, para pelajar melaksanakan BDR (Belajar Dari Rumah). Membuat para siswa banyak yang depresi, karena fasilitas yang tidak memadai. Orang tua yang ikutan bingung dengan pembelajaran daring anak-anaknya. Bahkan ada diantaranya orang tua yang tega menghabisi nyawa anaknya. Sungguh sudah di luar nalar.

Sebuah fenomena besar tengah terjadi. Seharusnya kita sebagai manusia melakukan muhasabah. Memikirkan sesuatu hal yang ingin disampaikan oleh sang pencipta kepada manusia yang telah diberikan akal. Ujian kesabaran dan keimanan sedang bertarung dalam setiap jiwa.

Pandemi ini harus segera diakhiri, namun yang terjadi malah menjadi-jadi.

Kapitalisme Gagal Menangani Pandemi

Korban yang terpapar virus terus berjatuhan. Sampai bulan Januari, kurva pandemi terus naik. Orang Tanpa Gejala (OTG) pun sudah bercampur dalam berinteraksi. Susah membedakan antara orang yang terpapar dengan orang yang sehat.

Beberapa kebijakan telah diambil setia daerah. Seperti PSBB (Pembatasan Sosial Brskala Besar), Social Distancing, dan 3 T ( _Testing_, _Tracking_ and _Treatment_).

Namun semuanya tidak bisa menurunkan kasus kematian yang diakibatkan coronavirus. Padahal Indonesia telah melewati waktu yang tidak sebentar, yakni hampir setahun. Zona daerah pun selalu berubah-ubah. 

Kebijakan daerah tidak sama, sebab pusat memberikan kewenangannya kepada masing-masing daerah. Yang pada akhirnya virus menyebar di semua provinsi.

Sejak awal kemunculannya bulan Maret 2020, saat itu korban yang terpapar masih visa dihitung dengan jari. Akan tetapi, pemerintah seakan tidak menanggapinya dengan serius. Bahkan, beberapa dari pejabat negara membuat pernyataan yang tidak masuk akal. Bahwa covid-19 takkan masuk ke Indonesia.

Namun seiring berjalannya waktu, coronavirus kian mengganas. Korban sampai saat ini telah mencapai ribuan. Sungguh mengenaskan dan mengerikan.

Ketika penanganan yang tidak tepat dan benar. Sudah dipastikan akan menuai bencana selanjutnya. Itu adalah hukum alam.

Penyakit coronavirus bukan main-main. Maka penanganannya juga harus serius. Memerlukan sebuah penyelesaian yang bukan asal-asalan. Apalagi jika di dalamnya terdapat kepentingan lain. Yakni sebuah keuntungan semata.

Pada akhirnya coronavirus terus melaju terus, tidak bisa dihentikan. Kerugiannya kian melebar kemana-mana. Semua sektor terkena imbasnya.

Sistem Islam Mengakhiri Pandemi

Coronavirus adalah penyakit yang sangat berbahaya yang bisa mengakibatkan kematian jika salah dalam pengobatan. Pun coronavirus ini adalah penyakit yang menular.

Penyakit ini telah Rosulullah kabarkan dalam haditsnya.

Rosulullah pernah bersabda: "Wabah thaun adalah kotoran yang dikirimkan oleh Allah terhadap sebagian kalangan bani Israil dan juga orang-orang sebelum kalian. Kalau kalian mendengar ada wabah thaun di suatu negeri, janganlah kalian memasuki negeri tersebut. Namun, bila wabah thaun itu menyebar di negeri kalian, janganlah kalian keluar dari negeri kalian menghindar dari penyakit itu." (HR Bukhari-Muslim).

Pandemi ini pun telah tejadi pada masa silam. Yakni pada masa khalifah Umar bin Khatab. Kegemilangannya mengatasi pandemi diabadikan dalam sejarah.

Khalifah Umar bin Khathab dalam menyelesaikan pandemi dengan megikuti pentunjuk Ilahi yang diturunkan kepada baginda Nabi saw yang merujuk kepada hadits tentang wabah.

Atas dasar hal tersebut, khalifah Umar beserta rombongan dari Madinah membatalkan niatnya untuk memasuki wilayah Syam. Kemudian memutuskan untuk kembali ke Madinah. Dari sini jelas bahwasannya, wilayah yang sudah kena wabah penyakit tidak boleh dimasuki oleh orang dari wilayah yang lain. Juga rakyat yang berada di wilayah tersebut tidak boleh keluar dan memasuki wilayah lainnya.

Kebijakan yang diambil dari hadits Rosulullah saw. tersebut adalah semata-mata untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Dan terbukti dalam kurun waktu yang singkat, wabah tersebut berakhir di masa khalifah Umar bin Khatab dengan Gubernur Syam yang saat itu dipimpin oleh Amr bin Ash.

Selain itu seorang khalifah akan segera mengumpulkan orang-orang terbaik yang ahli dalam bidang kesehatan, untuk segera menemukan obat (vaksin) melalu penelitian.

Pemberian vaksin yang akan dibagikan secara gratis kepada rakyatnya, dan juga keamanan dan kehalalan sebuah vaksin akan menjadi prioritas utama disamping kualitas dari vaksin tersebut.

Meskipun coronavirus sekarang sudah menyebar di mana-mana, namun mengambil kebijakan yang cepat dan tepat sudah semestinya dilakukan. Sebab pengambilan kebijakan dari sebuah sistem, maka akan berdampak pada kebijakan-kebijakan lainnya.

Pengambilan keputusan inilah yang akan menentukan nasib sebuah bangsa. Baik itu di Indonesia mau pun di dunia.

Kembali bersandar pada wahyu ilahi dalam menyelesaikan sebuah permasalahan.Termasuk dengan mengakhiri pandemi ini adalah dengan menerapkan aturan Islam yang sudah jelas berasal dari wahyu Ilahi, agar tercipta kemaslahatan bagi seluruh manusia tanpa kecuali. Sejarah telah membuktikannya.

Islam selalu menjawab persoalan demi persoalan. Allah aza wazalla memberikan semua jawaban dari setiap permasalahan melalui ayat-ayat Nya.

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus” (Al-Isra; 9)

Wallohualan bishowab

Post a Comment for "Mengakhiri Pandemi dengan Wahyu Ilahi"