Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kurikulum Islam Pencetak Generasi Ideal

Kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat penting bagi terselenggaranya sebuah kegiatan pendidikan. Adanya pendidikan berbasis vokasi dan konsep link-match telah menjelma menjadi pemandangan baru di dalam dunia pendidikan saat ini. Meskipun hal ini menuai kritikan dari berbagai kalangan.

Oleh: Ummu Syanum (Anggota Komunitas Setajam Pena)

Kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat penting bagi terselenggaranya sebuah kegiatan pendidikan. Adanya pendidikan berbasis vokasi dan konsep link-match telah menjelma menjadi pemandangan baru di dalam dunia pendidikan saat ini. Meskipun hal ini menuai kritikan dari berbagai kalangan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menyebut, sistem pembelajaran berbasis proyek atau project based learning mesti digalakkan. Hal ini agar kolaborasi antar pelajar terus terbangun melalui proyek pembelajaran tersebut. Selain itu, Nadiem mengatakan, kemampuan berkolaborasi di dunia pendidikan itu sendiri semakin dibutuhkan saat ini. Kolaborasi dan membangun kreativitas pula lah yang menjadi esensi dari kebijakan Merdeka Belajar (medcom.id.16/01/2021).

Sementara Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meminta agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim agar segera diganti. Dia melihat saat ini krisis atau darurat yang terjadi sepanjang pandemi Covid-19 belum bisa tertangani dengan baik dan belum ada terobosan yang dilakukan Nadiem sebagai solusi dalam mengatasi darurat pendidikan nasional (okezone.com, 16/01/21).

Permasalahan pendidikan di Indonesia memang menjadi problem yang belum terselesaikan sampai saat ini. Apalagi dengan adanya pandemi, membuat dunia pendidikan diwarnai dengan berbagai kebijakan pendidikan yang juga belum mampu memberikan solusi tuntas untuk menyelesaikan problematika pendidikan.

Kurikulum pendidikan vokasi sendiri disusun untuk membekali lulusannya dengan keterampilan dan teknik yang dibutuhkan masyarakat. Sedangkan program link and match adalah perjodohan aspek pendidikan dan industri. Menyelaraskan kurikulum dengan industri merupakan hal yang berbahaya, karena paradigma pendidikan yang seperti ini rawan disalahgunakan oleh pihak yang menginginkan keuntungan sendiri. Yaitu, tidak lain adalah para penguasa dan korporasi. Sebaliknya, masyarakat luas tidak banyak mendapat manfaat dari mereka.

Pendidikan kurikulum vokasi haruslah dirancang untuk menghasilkan tenaga ahli yang terampil dalam berbagai bidang kehidupan. Bukanlah sebagai alat para penguasa dan industri yang dimana tenaganya diambil secara murah dan sekedar kemajuan yang bernilai materi.

Sistem pendidikan vokasi haruslah diselenggarakan sesuai Islam dan harus dijalankan dalam naungan Khilafah Islam yang menerapkan Islam secara kafah. Kurikulum akan menyesuaikan terhadap kebutuhan manusia, bukan pada keinginan dan kehendak penguasa. Kurikulum pendidikan dalam Islam hanya satu, sedangkan strategi pendidikan adalah membentuk pola pikir dan pola sikap Islam. Dimana tujuan pendidikan untuk membetuk kepribadian Islam serta membekali berbagai ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan kehidupan. Dengan sistem pendidikan dibawah Khilafah akan menghasilkan generasi yang cemerlang dan bangkit dari keterpurukan. Wallahu'alambishowab.

Post a Comment for "Kurikulum Islam Pencetak Generasi Ideal"