Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Khilafah Solusi Hakiki Atasi Pandemi

Mengejutkan. Organisasi sekelas WHO sampai kewalahan mengatasi pandemi covid-19 yang sedang berlangsung ini. Kemungkinan munculnya varian baru akibat tidak segera melakukan karantina virus bisa saja terjadi. Bahkan saat ini gejala penderita positif covid-19 telah berkembang, tidak hanya batuk dan demam. Tetapi juga hilangnya indera penciuman dan perasa hingga gejala-gejala lain yang semakin mengkhawatirkan. Hal ini terjadi karena mereka terlalu percaya diri dengan sistem yang diemban dan berbagai teknologi yang dikuasai. Padahal mereka sendiri telah memprediksi jika bumi ini sudah tidak sanggup menghadapi pandemi yang menghancurkan. Parahnya, masyarakat diminta untuk meningkatkan imunitas kesehatannya tanpa kejelasan sejauh mana negara akan memberikan pelayanan.

Oleh : Asha Tridayana

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa pandemi covid-19 tidak akan menjadi pandemi terakhir. WHO juga menuturkan upaya untuk meningkatkan kesehatan manusia. Disamping itu, laporan tahunan pertama Dewan Pengawasan Kesiapsiagaan Global September 2019 tentang kesiapan dunia untuk keadaan darurat kesehatan juga mengatakan bahwa planet ini sangat tidak siap untuk pandemi yang berpotensi menghancurkan. Hal ini disampaikan beberapa bulan sebelum pandemi Covid-19 muncul. Menurutnya sejarah memberitahu kita bahwa ini bukan pandemi terakhir dan epidemi adalah fakta kehidupan (sindonews.com 27/12/2020).

Mengejutkan. Organisasi sekelas WHO sampai kewalahan mengatasi pandemi covid-19 yang sedang berlangsung ini. Kemungkinan munculnya varian baru akibat tidak segera melakukan karantina virus bisa saja terjadi. Bahkan saat ini gejala penderita positif covid-19 telah berkembang, tidak hanya batuk dan demam. Tetapi juga hilangnya indera penciuman dan perasa hingga gejala-gejala lain yang semakin mengkhawatirkan. Hal ini terjadi karena mereka terlalu percaya diri dengan sistem yang diemban dan berbagai teknologi yang dikuasai. Padahal mereka sendiri telah memprediksi jika bumi ini sudah tidak sanggup menghadapi pandemi yang menghancurkan. Parahnya, masyarakat diminta untuk meningkatkan imunitas kesehatannya tanpa kejelasan sejauh mana negara akan memberikan pelayanan.

Pernyataan WHO tersebut menunjukkan kegagalan sistem kapitalis menghentikan sebaran virus. Sebuah pengakuan yang dilakukan WHO menjadi bukti bahwa sistem kufur saat ini tidak layak dipertahankan. Terlihat realita yang terjadi bahwa pemecahan masalah pandemi hingga kini tidak membuahkan hasil. Justru jumlah korban positif semakin meningkat dan lingkaran sebarannya pun semakin meluas. Bahkan berbagai aspek pun masih kewalahan untuk bangkit setelah terjatuh selama pandemi berlangsung. Seperti kesehatan, pendidikan hingga aspek ekonomi yang belum kembali normal. Sehingga kondisi ini membutuhkan ekstra kerja keras dalam upaya mengatasi pandemi dan dampak-dampak yang ditimbulkan.

Tentu saja, sistem kapitalis yang telah diterapkan selama ini bukan lagi menjadi solusi. Justru harus segera diganti dengan sistem baru. Karena sesungguhnya sistem inilah yang membawa dan menghasilkan kerusakan demi kerusakan. Sistem yang lahir bukan dari Allah swt Sang Pemilik Kehidupan. Namun, sistem yang berasakan sekulerisme menganggap aturan agama tidak layak mengatur kehidupan sehingga dipisahkan. Mereka hanya berorientasi dengan manfaat dan keuntungan, sekalipun banyak aspek diabaikan termasuk keselamatan masyarakat.

Maka sudah saatnya masyarakat kembali pada sistem Islam yaitu khilafah. Satu-satunya sistem yang mampu mengatasi berbagai persoalan termasuk pandemi covid-19 yang hingga kini belum juga berakhir. Khilafah akan segera bertindak ketika wabah mulai muncul. Mengisolasi atau karantina wilayah yang menjadi sumber kemunculan wabah sehingga tidak menyebar ke wilayah-wilayah lain. Rasulullah saw bersabda : ”Jika kalian mendengar wabah di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah itu. Jika terjadi wabah di tempat kalian berada, janganlah kalian keluar dari wilayah itu.” (HR al-Bukhari). Kemudian di wilayah tersebut dipisahkan lagi antara penderita dengan masyarakat yang sehat. Seperti sabda Rasulullah saw : “Janganlah kalian mencampurkan orang yang sakit dengan yang sehat.” (HR al-Bukhari).

Hal ini menjadikan wabah dapat diminimalisir dengan cepat karena jumlah korban positif belum meluas. Korban segera diberikan penanganan medis dan tenaga kesehatan pun dapat fokus melayani dengan maksimal karena jumlah penderita masih sedikit. Masyarakat yang sehat pun masih dapat melakukan aktivitasnya dengan peningkatan imunitas yang difasilitasi negara. Sehingga perekonomian wilayah yang menjadi sumber wabah tetap berjalan. Lebih-lebih wilayah-wilayah lain, segala aspek dapat beroperasi seperti biasa tanpa khawatir akan penularan virus.

Kondisi ini menjadikan khilafah mampu menopang segala kebutuhan hidup rakyat yang terdampak wabah dengan maksimal. Selain itu, khilafah juga dapat memberikan fasilitas kesehatan dengan optimal dalam rangka meningkatkan imunitas tubuh masyarakat. Sehingga tidak kasus masyarakat terpaksa bekerja dengan kondisi sakit ataupun kesulitan memenuhi kebutuhan dasar hidup selama proses isolasi. Hal ini dapat dilakukan karena roda perekonomian dan berbagai bidang kehidupan tetap berjalan semestinya.

Penerapan syariat Islam menjamin khilafah untuk senantiasa bertanggungjawab dan menyadari perannya sebagai negara yang wajib memberikan perlindungan dan pemeliharaan bagi rakyatnya. Khilafah akan mengutamakan keselamatan rakyat tanpa berpikir untung rugi. Karena nyawa rakyat menjadi prioritas yang wajib dijaga. Rasulullah saw bersabda : “Sungguh lenyapnya dunia ini lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang Muslim.” (HR an-Nasai, at-Tirmidzi dan al-Baihaqi). Berbagai upaya yang dilakukan khilafah menjadikannya mampu menghentikan penularan dan mutasi virus yang mungkin terjadi. Wabah yang menimpa negeri tidak akan berubah menjadi pandemi yang membahayakan seluruh masyarakat seperti saat ini.

Wallahu'alam bishowab.

Post a Comment for "Khilafah Solusi Hakiki Atasi Pandemi"