Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

SUARA RAKYAT LEBIH BERHARGA DARIPADA NYAWANYA, ITULAH DEMOKRASI

demokrasi lebih menghargai suara rakyat daripada nyawanya. Sebab mereka tidak memikirkan kondisi rakyat yang was- was tertularnya covid -19. Bahkan orang sakit pun, kadang terpaksa untuk merayakan pesta demokrasi. Walaupun harus jemput bola.

Oleh : M Azzam Al Fatih | Penulis dan aktivis dakwah

Tanggal 9 Desember lalu merupakan hari yang istimewa. Sebab penduduk muslim terbesar sedang mengadakan hajatan, yakni pesta demokrasi. Hajatan tersebut dalam rangka memilih kepala daerah, yang dilaksanakan secara serentak hampir seluruh kota.

Seperti biasa nuansa khas pesta ala demokrasi begitu mewah dan meriah. Seperti hiruk pikuk kampanye, poster calon, dan selebaran vamplet telah disebar ke pelosok desa mengotori dan mengganggu pandangan mata. Rumah - rumah penuh kertas gambar calon bupati dan wakilnya bahkan amplop lengkap isinya pun beterbangan kerumah - rumah warga.

Begitu pula mobil - mobil dengan dihiasi gambar calon cabup cawabup berseliweran di jalan menghampiri Setiap warga dengan rayu dan bujukan menggoda penuh pesona.

Itulah gambaran pesta demokrasi yang sangat sarat dengan materi dan tipu rayu yang menggoda. Bagi rakyat yang kecil tentu hal ini sangat tergoda. Apalagi bagi mereka yang membebek terhadap arus dan tidak mau berfikir. Hingga mereka tidak sadar jika suaranya dimanfaatkan untuk mendulang jumlah suara agar dapat terpilih menjadi kepala daerah.

Sadisnya, pesta pora demokrasi tahun ini dilaksanakan masa pandemi. Yang artinya kebanyakan rakyat masih merasakan dampak dari masa pandemi virus corona. Di mana rakyat berjibaku dengan virus mematikan karena mereka harus keluar untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sebab kalau mereka tidak keluar cari nafkah, mereka juga terancam kematian karena kelaparan.

Pesta demokrasi di tengah pandemi merupakan wujud kedzaliman kepada rakyatnya. Harusnya pemangku kekuasaan meri' ayah rakyatnya sebaik mungkin, menjaga, dan memberikan jaminan kehidupanya. Penguasa harusnya fokus untuk menangani virus Corona. sebab, virus ini telah memakan korban ribuan rakyatnya.

Di samping itu, pesta demokrasi sangat berpeluang besar membuat cluster -cluster baru yang mengakibatkan lonjakan jumlah terpapar virus covid semakin tinggi.

Kerumunan dengan serentak hampir diseluruh negeri, tentu sangat memungkinkan pesatnaya penularan. Dan ternyata memang benar, akhir - ini lonjakan peningkatan sangat pesat. (https://www.pikiran-rakyat.com/internasional/pr-011079381/update-virus-corona-di-dunia-9-desember-2020-kasus-di-turki-melonjak-dua-kali-lipat-dalam-2-minggu)

Dengan demikian demokrasi lebih menghargai suara rakyat daripada nyawanya. Sebab mereka tidak memikirkan kondisi rakyat yang was- was tertularnya covid -19. Bahkan orang sakit pun, kadang terpaksa untuk merayakan pesta demokrasi. Walaupun harus jemput bola.

Keputusan ngotot mengadakan pesta demokrasi merupakan bentuk tidak perhatiannya terhadap rakyat. Mereka lebih mementingkan suara demi pepesan kosong demokrasi, demi kepentingan para Kapitalis yang menginginkan eksistensi kekuasaan agar dapat leluasa menjarah sumber daya alam.

Kapitalis akan melakukan segala cara apa saja. Menekan dan membonekakan para penjilat. Mereka tidak mempedulikan berapa nyawa melayang dan berapa darah rakyat yang tertumpah. Yang terpenting bagi Kapitalis adalah Kesenangan dan kepuasan nafsu.

Masih teringat dalam benak, bagaimana rezim membabi buta menghadang aksi protes hasil pilpres kemarin. Teringat pula, ratusan petugas KPPS yang meninggal dengan alasan kelelahan. Di mana dua kasus tersebut masih ngambang kejelasan nya. Hal ini memperjelas bagaimana pesta demokrasi lebih menghargai suara rakyat daripada nyawanya.

Maka menjadi ironis, manakala kaum muslimin masih melaksanakan pesta demokrasi yang sejatinya hanyalah sebuah permainan para Kapitalis. Ironis pula, jika kaum muslimin masih mendewakan demokrasi padahal sejatinya hanyalah alat politik kapitalis yang sama sekali tidak menjamin kesejahteraan bagi rakyatnya.

Oleh karena itu, sebagai seorang muslim harusnya meninggalkan pesta demokrasi. Sebab banyak kemudharatan daripada kemaslahatannya. Apalagi jika kita melihat fakta yang terjadi diakhir -alhir ini. Di mana jaminan di dalam demokrasi hanyalah omong kosong. Keadilannya tajam ke bawah, umat Islam dan lawan politiknya namun tumpul kepada sekawan dan sekolam. Kesejahteraan bagi rakyat sama sekali tidak terwujud, justru hanya mensejahterakan para kapitalis dan para pengekornya. Pada intinya, dalam demokrasi sama sekali tidak mewujudkan kehidupan yang menentramkan dan membahagiakan dunia dan akhirat.

Maka hanya dalam sistem islamlah segala kebaikan untuk seluruh manusia terwujud. Karena Islam hadir sebagi solusi seluruh problematika manusia. Hal ini telah ditegaskan oleh Allah SWT.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَكَذٰلِكَ اَنْزَلْنٰهُ حُكْمًا عَرَبِيًّا  ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَآءَهُمْ بَعْدَمَا جَآءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَـكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا وَا قٍ

"Dan demikianlah Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Sekiranya engkau mengikuti keinginan mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka tidak ada yang melindungi dan yang menolong engkau dari (siksaan) Allah." (QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 37

Allah Subhanahu Wa Ta'ala juga berfirman dalam Al-Qur'an surat Al Maidah ayat 15 dan 16.

يٰۤـاَهْلَ الْكِتٰبِ قَدْ جَآءَكُمْ رَسُوْلُـنَا يُبَيِّنُ لَـكُمْ كَثِيْرًا مِّمَّا كُنْتُمْ تُخْفُوْنَ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍ ۗ قَدْ جَآءَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ نُوْرٌ وَّكِتٰبٌ مُّبِيْنٌ ۙ 

"Wahai Ahli Kitab! Sungguh, Rasul Kami telah datang kepadamu, menjelaskan kepadamu banyak hal dari (isi) kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula) yang dibiarkannya. Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan Kitab yang menjelaskan" (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 15)

يَّهْدِيْ بِهِ اللّٰهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَا نَهٗ سُبُلَ السَّلٰمِ وَيُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ بِاِ ذْنِهٖ وَيَهْدِيْهِمْ اِلٰى صِرَا طٍ مُّسْتَقِيْمٍ

yahdii bihillaahu manittaba'a ridhwaanahuu subulas-salaami wa yukhrijuhum minazh-zhulumaati ilan-nuuri bi`iznihii wa yahdiihim ilaa shiroothim mustaqiim

"dengan Kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya dengan izin-Nya dan menunjukkan ke jalan yang lurus." (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 16)

Al hasil, ketika Islam dijalankan sebagai sistem peraturan hidup tentu dapat menghargai nyawa manusia berikut juga apa yang dia suarakan. Islam akan menjaga dan memuliakan dengan sesempurna. Dengan demikian, sejalanlah dengan yang diinginkan Allah SWT, yakni Agar manusia hidup dengan penuh kesejahteraan dan keadilan dalam menikmati nikmat - nikmat Allah SWT. Tentu saja semua terwujud adanya ketaatan total kepada Allah SWT dengan menerapkan syariat Islam secara totalitas dalam naungan khilafah Islamiyyah.

Wallahua'lam bishowwab

Post a Comment for "SUARA RAKYAT LEBIH BERHARGA DARIPADA NYAWANYA, ITULAH DEMOKRASI"