Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Refleksi akhir tahun 2020 : Sistem Islam solusi bagi problematika umat

Semoga di tahun 2021 mendatang Khilafah Islamiyah segera tegak di muka bumi ini, sehingga semua penderitaan dan kesengsaraan yang di alami umat Islam khususnya dan umat manusia pada umumnya bisa segera berakhir.

Oleh : Emmy Emmalya (penggiat Literasi)

Sepanjang tahun 2020, Indonesia diterpa berbagai masalah dari mulai bencana alam, pandemi Covid-19, kasus korupsi hingga kasus-kasus ketidakadilan yang menimpa di berbagai sektor.

Bencana alam di Indonesia sepanjang tahun 2020 ini banyak terjadi, sebagaimana data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menyatakan bahwa telah terjadi 2.256 kejadian bencana alam hingga 14 Oktober 2020. Dari jumlah tersebut, hampir 50 persennya terjadi di pulau Jawa, yakni sebanyak 1.208 kejadian. (Merdeka.com.15/10/20).

Lalu di awal maret 2020, Indonesia dilanda pandemi Covid-19 yang menyebabkan berbagai sektor terpuruk dan Indonesia mengalami krisis.

Bencana alam dan pandemi Covid-19 merupakan musibah yang terjadi diluar perkiraan manusia dan manusia tidak bisa menghindar darinya, tapi jika musibah berupa bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan bencana alam yang bisa diminimalisir dampaknya terus berulang di setiap tahunnya, pasti bukan semata-mata musibah saja tapi ada kesalahan dalam tata kelola negara sehingga musibah itu berulang.

Begitu pula dengan pandemi yang kini tengah melanda dan penyebarannya semakin hari semakin tak terkendali juga diakibatkan karena adanya kesalahan penanganan pada awal virus ini ditemukan hingga pandemi tidak bisa diatasi sampai hari ini.

Seiring dengan itu kasus-kasus korupsi banyak terjadi di sepanjang tahun 2020 ini, sebagaimana yang dilansir dari Kompas.com tanggal 29/9/20, Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Wana Alamsyah menyatakan bahwa berdasarkan pemantauan yang dilakukan ICW sejak 1 Januari hingga 30 Juni 2020, terdapat 169 kasus korupsi di Indonesia.

Begitu pula kasus-kasus ketidakadilan yang dilakukan oleh penguasa terhadap rakyatnya hingga kini terus terjadi dari mulai penerapan hukum yang selalu memihak pada pemilik modal hingga tebang pilih dalam memberikan sanksi pada para pelanggar peraturan.

Apabila kita telusuri, masalah demi masalah yang terjadi di Indonesia tidak pernah berkurang dari tahun ke tahun terkhusus kasus-kasus korupsi dan ketidakadilan terhadap rakyat. Dan angka kasusnya cenderung terus meningkat.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Indonesia sudah beberapa kali melakukan pergantian kepemimpinan dan reshufle kabinet dengan harapan akan ada perbaikan di kemudian hari tapi nyatanya sudah sekian kali berganti kepemimpinan dan perombakan kabinet tetap saja Indonesia dalam keadaan yang sulit bahkan semakin terpuruk.

Ibarat seorang pembalap Valentino Rossi yang memiliki kepiawaian dalam mengendarai motor, apabila motor yang dia kendarai itu motor yang sudah 4 kali turun mesin dan buatan tahun 60-an maka dia tidak akan bisa menjadi pembalap. Begitupula dengan sistem hari ini sepinter-pinternya pemimpin negara jika sistem yang diambilnya adalah sistem yang sudah cacat dari asasnya maka tetap tidak akan membawa kebahagiaan dan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Hal ini menunjukkan bahwa pergantian kepemimpinan bukanlah solusi. Lalu apa yang menyebabkan Indonesia selalu dirundung masalah? Apabila kita cermati semua permasalahan yang menimpa Indonesia saat ini, semua disebabkan oleh kesalahan dalam mengambil sistem kehidupan. Indonesia hari ini lebih memilih tatanan kehidupan berdasarkan sistem demokrasi sekularisme, dimana dalam sistem ini mengharuskan agama dipisahkan dari negara.

Sehingga suatu hal yang wajar apabila hari ini sering terdengar jargon-jargon yang menyatakan jangan bawa-bawa agama dalam urusan negara, politik yes agama no dan jargon-jargon ini begitu mengakar di hati umat Islam sehingga umat Islam merasa alergi apabila dalam forum-forum pengajian dan majlis taklim membahas materi yang berkaitan dengan politik karena mereka menganggap belajar agama tak lebih dari membahas hukum wudhu, thoharoh dan munakahad.

Padahal pembahasan tentang masalah itu sudah berpuluh-puluh tahun dibahas di majlis taklim dan membahas bab ini tak butuh waktu lama. Semestinya di zaman yang penuh fitnah saat ini umat Islam harus sudah mulai meningkatkan level berpikirnya dengan cara mempelajari ajaran Islam lebih dari pembahasan fiqh yang berkaitan ibadah individu semata.

Karena membahas kajian politik alias fiqh siyasi juga merupakan ajaran Islam yang perlu difahami oleh umat Islam, sehingga umat Islam tidak mudah dipermainkan oleh orang-orang kafir dan umat Islam juga akan memahami bahwa dalam Islam ada bentuk negara yang bisa mengayomi umat Islam dan umat lainnya yaitu negara Khilafah Islamiyah.

Apabila agama sudah disingkirkan dari mengurusi kehidupan manusia maka kesengsaraan dan kebinasaan tinggal menunggu waktu.

Memilih demokrasi sebagai acuan bernegara berarti sama dengan lebih memilih hukum buatan manusia yang penuh dengan kelemahan dan subyektifitas daripada hukum pemilik alam semesta yaitu Allah Swt yang Maha Kuasa atas segalanya.

Dengan menjadikan demokrasi sekularisme sebagai acuan dalam mengatur negara maka menjadi hal yang wajar apabila Indonesia menjadi carut marut seperti saat ini karena dalam demokrasi, memilih pemimpin mengacu pada suara terbanyak yang tidak mensyaratkan kondisi pemilihnya apakah orang itu baik ataukah orang jahat karena mereka dipandang sama dalam sistem ini.

Celakanya kalau yang memilih lebih banyak cenderung pada kejahatan maka pemimpin yang akan dipilihpun adalah orang yang mewakili orang yang memilihnya.

Sistem Islam solusi bagi problematika umat

Dengan gambaran carut marutnya kehidupan bernegara di Indonesia karena mengambil Demokrasi sebagai sistem bernegara, maka sudah saatnya umat Islam di Indonesia untuk beralih pada solusi penerapan syariat Islam dalam bingkai Negara Khilafah.

Negara khilafah memiliki tatanan bernegara yang kuat dan visi yang jelas karena dibimbing oleh bimbingan wahyu.

Selain itu khilafah memiliki misi yang jelas dalam mengelola negara yaitu untuk mengayomi umat, baik muslim maupun non muslim (yang tunduk pada hukum-hukum Islam).

Dengan misi seperti ini, Khilafah akan terus berusaha untuk menjaga dan melindungi warga negaranya dari berbagai marabahaya dan musibah. Segala potensi bahaya yang mengancam umat akan dicegah dan segera ditanggulangi.

Khilafah juga akan membuat mekanisme pemerintahan yang terbebas dari korupsi karena Khilafah akan mencukupkan kebutuhan para pegawainya sehingga peluang korupsi bisa ditutup.

Begitupula Khilafah akan menebarkan keadilan bagi seluruh warga negaranya dan akan menindak siapa saja yang melanggar syariat Islam tanpa tebang pilih. Sehingga kehidupan yang berkeadilan akan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Semoga di tahun 2021 mendatang Khilafah Islamiyah segera tegak di muka bumi ini, sehingga semua penderitaan dan kesengsaraan yang di alami umat Islam khususnya dan umat manusia pada umumnya bisa segera berakhir. Wallahu’alam bishowab.

Post a Comment for "Refleksi akhir tahun 2020 : Sistem Islam solusi bagi problematika umat"