Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Protokol Negeri Anti Kapitalisme

Ketika kapitalisme melanda suatu negeri semua aspek kehidupan menjadi rusak. Ideologi ini ibarat tsunami non fisik yang menghancurkan apa saja yang dilewatinya.

Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Corona-virus bisa menyebabkan kematian dan menurunnya ekonomi suatu negeri. Namun, Kapitalisme yang berasal dari Barat daya rusaknya lebih mengerikan.

Ketika kapitalisme melanda suatu negeri semua aspek kehidupan menjadi rusak. Ideologi ini ibarat tsunami non fisik yang menghancurkan apa saja yang dilewatinya.

Yang menjadi korban adalah rakyat. Mereka kehilangan harta benda, keluarga, ketenangan batin, jauh dari agama, hilangnya kekayaan alam dan kerusakan sosial. Tsunami non fisik ini hanya menguntungkan kelas kapitalis.

Di semua negara kapitalisme, kelas ini selalu ada. Mereka dan rakyat miskin bahkan telah disebut-sebut menjadi pepatah, "yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin". Tidak ada ceritanya semua sama-sama kaya dalam kapitalisme.

Itu namanya mega tipuan. Lalu apakah kita akan pasrah saja dengan kondisi yang ada sekarang? Tentu saja tidak. Sebagai kaum yang memiliki agama dan ideologi yang sempurna, yakni Islam, Kaum Muslimin harus mampu melakukan perubahan atas negeri-negeri yang dihancurkan Kapitalisme.

Islam terbukti sebagai solusi yang pernah diterapkan dalam bingkai Negara Khilafah Islam yang mampu mensejahterakan dunia selama 14 abad dengan cakupan wilayah 2/3 dunia (hanya perlu 1/3 dunia untuk dikuasai). Keadilan merata dan pernah pada salahsatu masanya, semua orang pernah sama-sama kaya tanpa sama-sama miskin.

Ini dilihat dari ditolaknya zakat di wilayah Khilafah Islam yakni benua Afrika. Itu bukti sejarah yang bersumber dari warisan Rasulullah SAW yakni Al Qur'an dan Hadis.

Untuk mencapai Khilafah generasi kedua maka mau tidak mau semua komponen negeri harus menerapkan Islam. Baik itu, Penguasa, Ulama, Intelektual, Militer, Dosen, Mahasiswa, Pelajar, Pengusaha dan lain-lain.

Dan harus menerapkan protokol anti Kapitalisme. Serangan terhadap Kapitalisme juga sangat penting sebab ideologi ini yang mengakibatkan korupsi, utang luar negeri, separatisme, pergaulan bebas dan lain-lain.

Protokol harus dilakukan secara tepat dan cepat. Agar ideologi ini cepat mati dan tidak menyebarkan kerusakan. Agar kekayaan dan kemakmuran tidak dikuasai segelintir orang yang memanfaatkan para pejabat korup agar melindungi mereka dengan undang-undang pro kapitalisme.

Ada 3 protokol dalam menghilangkan kapitalisme. Protokol pertama adalah melakukan pembinaan kepada kader-kader yang siap menyebarkan ideologi Islam di tengah masyarakat. Mereka harus digembleng agar menjadi kader bisa menjadi pemimpin peradaban.

Protokol kedua adalah menyebarkan opini umum bahwa Islam satu-satunya solusi, rahmatan lil 'alamiin. Sehingga terjadi reaksi alami atau perang pemikiran antara Islam dan Kapitalisme. Karena Islam punya solusi dan kapitalisme punya racun, masyarakat akan memilih Islam.

Protokol terakhir adalah mengontak Ahlul Quwwah agar menyerahkan kekuasaannya kepada Islam. Sehingga Ideologi Islam tegak dalam kepemimpinan.

Inilah tiga protokol yang pernah diterapkan Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang mulia. Hanya dalam kurun waktu 23 tahun Islam pun menjadi peradaban yang besar. Kepemimpinan setelah Rasulullah SAW wafat malah bertahan selama 14 abad. Ini lah yang menyebabkan Rasulullah SAW dinobatkan oleh Michael H Hart sebagai Pemimpin rangking satu di dunia sepanjang masa.

Karena keadilan dan kemakmuran yang disebarkan oleh Peradaban Islam, Khilafah. Oleh karena itu jika ingin mendapatkan pahala yang berkesinambungan mari bahu membahu menegakkan Sistem Khilafah yang akan mencabut kapitalisme hingga ke akar-akarnya. Bukan dengan membuat protokol anti Khilafah yang sama saja membuat gerakan bunuh diri terhadap masyarakat. []

Bumi Allah SWT, 6 Desember 2020

#DenganPenaMembelahDunia

#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Post a Comment for "Protokol Negeri Anti Kapitalisme"